Hari demi hari, akhirnya Deovander kembali bekerja selama lima hari penuh dan menghabiskan waktu dengan Arsen serta Deolinda di akhir pekan. Namun, di sela-sela itu, ia tetap mencari keberadaan Austin bersama Alpheratz meski pihak kepolisian dan kejaksaan juga melakukan pencarian-karena, pikirnya, perilaku itu mampu mempercepat penangkapan Austin. Namun, di sisi lain, ia juga masih bingung bagaimana caranya mengatakan pada Deolinda mengenai fakta di balik kecelakaan tabrak lari Ajisaka. Terlebih, akhir-akhir ini, perempuan itu mengungkapkan jika ingin membuka kembali kasus tersebut demi keadilan sang ayah. Yeni juga, telah sembuh dari traumanya.
Belum lagi, mengenai rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan diadakan pada hari ini. Deovander tak berhenti memikirkan hal ini-hasil dari rapat lebih tepatnya-sejak Arsen keluar dari rumah sakit. Karena, hasil rapat ini sangat mempengaruhi kondisi perusahaan di masa mendatang. Terlebih, ia merupakan putra semata wayang Wade dan Weni. Pasti beberapa orang berspekulasi, jikalau dirinya tak jauh beda dari Wade-notabenenya iblis dalam wujud manusia. Mungkin iya, mungkin tidak. Tapi, Deovander masih dalam batasan yang wajar jika tak ada orang yang mengusiknya.
"Sir ..., lima belas menit lagi, rapat pemegang saham luar biasa akan segera dimulai," kata Hana berdiri tepat di depan meja kerja Deovander.
Menurunkan tangan kiri yang sedari tadi memegang pelipis, Deovander mendongak. "Hm, okay."
Lelaki itu berdiri. Kedua tangannya bergerak merapikan jas, kemudian melihat ke arah arloji emas-menunjukkan pukul sembilan pagi. Berdiri dari kursi kebesaran, melangkah meninggalkan ruangan diikuti sekretaris hingga akhirnya tiba ruang auditorium yang sangat besar nan mewah. Banyak sekali orang-orang dari berbagai kalangan usia yang mengenakan setelan hitam formal dengan parfum-parfum mahal yang menguar ke sekitar.
Tiba di meja yang terdapat papan namanya, Deovander duduk di kursi belakang meja tersebut dan membaca dokumen berisi daftar nama calon dewan komisaris utama dan direktur utama beserta latar belakang mereka. Semuanya merupakan orang yang sangat ahli dalam bidang bisnis dan bersih, termasuk Anton. Setidaknya, isi daftar nama calon komisaris utama sedikit melegakan hati lelaki itu. Sedikit. Mungkin lebih tepatnya, sangat sedikit. Karena, dengan begini, kesempatannya menduduki kursi komisaris utama kian menipis. Apalagi, ia sudah berjanji pada Nabila, dirinya akan melakukan ekspansi bisnis jika berhasil menduduki kursi komisaris utama. Sementara, untuk direktur utama, ia yakin Anton-lah yang terpilih. Karena, ia sudah membahasnya dengan para pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi-termasuk latar belakang pria itu.
Kini, seorang perempuan selaku pembawa acara berdiri di hadapan para pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi. Memberi kata sambutan kepada para hadirin lalu mempersilakan salah seorang pemegang saham sekaligus teman lama Keluarga Tenggara memberi sambutan.
"Selamat pagi, bapak dan ibu dewan komisaris beserta dewan direksi. Terima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu untuk memenuhi undangan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada pagi hari ini. Saya berharap, kita dapat fokus terhadap tujuan kita, yaitu pemilihan komisaris utama dan direktur utama. Sehingga, Bhavanadaksa Group berkembang lebih baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di masa kini maupun mendatang," sambut teman lama Keluarga Tenggara itu membuat semua orang bertepuk tangan lalu melanjutkan agenda rapat hingga pemungutan suara.
Agenda ini cukup menyebabkan dada Deovander berdegup lebih kencang daripada meminta Deolinda berkomitmen waktu itu. Bola mata lelaki itu bergerak ke kanan-kiri, tidak bisa fokus atas apa yang terjadi di depannya saat ini. Deru napas terdengar sedikit tidak teratur. Kedua telapak tangan Deovander di bawah meja juga beberapa kali terbuka lalu tertutup kembali. Begitupun, sepatu pentofel hitam lelaki itu yang beberapa kali mengetuk lantai marmer disertai bayangan dirinya ketika kalah dalam hasil pemilihan diumumkan terbesit jelas dalam pikiran. Tak ada satupun orang yang menyadari gerak-gerik Deovander, kecuali teman lama Keluarga Tenggara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Hero #1 [REVISI]
Romance[16+] Deovander Tenggara berhasil menyembunyikan rahasia terbesar dalam hidupnya selama belasan tahun. Namun, ketika kebenaran itu akhirnya terbongkar, orangtuanya justru menjadi pusat dari pusaran tersebut. Fakta-fakta lain juga ikut teruak ke perm...
![Sweet Hero #1 [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/355243350-64-k935320.jpg)