[16+]
Deovander Tenggara berhasil menyembunyikan rahasia terbesar dalam hidupnya selama belasan tahun. Namun, ketika kebenaran itu akhirnya terbongkar, orangtuanya justru menjadi pusat dari pusaran tersebut. Fakta-fakta lain juga ikut teruak ke perm...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"KANGMAS MAHESAAA!!!" teriak Fajar menggelegar di lorong rumah sakit yang sepi pagi menjelang siang ini, melihat Mahesa baru saja muncul dari kanan lorong usai melakukan kunjungan di perawatan rawat jalan bersama dokter bedah senior. Fajar bahkan lari ke arah Mahesa, seolah tak lama berjumpa. Alhasil, ia menjadi pusat perhatian para perawat yang tengah bertugas.
"Bukan teman gue," gumam Aldo berlari kecil menyusul Fajar.
Mahesa meringis. "Maaf, ya, Dok."
"Nggak papa. Mumpung lagi sepi," ucap dokter bedah senior santai dengan dua sudut bibir terangkat ke atas. Bahkan ketika Fajar dan Aldo telah berdiri di hadapan kedua dokter itu, beliau masih mempertahankan sudut bibirnya.
"Halo, Dok," sapa Aldo.
"Halo. Mau main, ya?" tanya dokter bedah senior tersebut ramah.
Sepeninggalan dokter bedah senior itu, Fajar segera menarik pergelangan tangan kanan Mahesa-membawa temannya ke tepi lorong, diikuti Aldo. Ia sungguh tidak sabar menyampaikan kabar baik ini. Sangat baik. Karena, akhirnya, setelah sekian lama, berita ini sampai di telinganya dan tentu saja Alpheratz.
"Lapo, se?" tanya Mahesa sedikit kesal seraya mengerutkan dahi.
"Iku lho ..." Fajar mendadak kesulitan membuka suara, menggerakkan-gerakkan jari telunjuk.
"Apa? Iku apa? Yang jelas, anjir."
"Sek, sek ..., aku lali."
"Wooo! Semprul!" seru Mahesa bersiap melayangkan pukulan siku, membuat Fajar sigap menyilangkan kedua tangan di depan wajah.
Mahesa melebarkan bola mata seketika. "SERIOUSLY?!"
"NAH IKU! SERIUS, ANJRIT, SERIUS! Iki maeng sek ket dikabari anak buahku karo Danu," timpal Fajar merogoh saku jas untuk mengambil ponsel dan memperlihatkan isi obrolan grupnya bersama Danu dan para pengawal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.