Ghost Falling Love
(Juyeon Mika)
***
Isakan tangis dari Mika menjadi suara paling terpukul bagi orang orang yang sedang menunggu saudara mereka yang sedang dirawat. Air mata Mika terus mengalir deras didepan pintu jenazah, tepatnya memeluk kedua lutut Ayahnya sementara ibunya terus menepuk nepuk pundak Mika. Ya, Mika baru saja kehilangan hyungnya akibat kecelakaan.
Dan seorang namja terus menatap Mika dari sudut ruangan yang tak jauh tepatnya disamping ruang ICU. Sebut saja namja itu Juyeon, dia terlihat sedih melihat Mika kehilangan Hyungnya. Ia pun memilih pergi untuk mencari pandangan baru, dan mencari teman.
"Mika, sudahlah nak. Ikhlas kan saja hyungmu.. Biarkan dia tenang diatas sana." Tutur Eomma Mika.
"Siapa lagi yang akan mengganggu Mika? Siapa lagi yang akan menjemput Mika ke sekolah? Mika tidak mau Hyunjae Hyung pergiiii.. Hiks hiks.." Kata Mika dengan sesenggukan.
"Kau harus bisa menerimanya nak, ini semua sudah takdir." Sahut Appanya.
Keesokan harinya semua orang sudah pergi meninggalkan malam dari Hyunjae si hyungnya Mika. Namun Mika masih tetap berada disana memeluk batu nisan yang tertampang jelas aksara hyungnya. Sementara kedua orang tuanya menunggunya di mobil.
Tiba tiba seseorang memberinya sebuah kain yang sudah terlipat rapi. Saat Mika mendongakkan kepalanya ia terbelabak , melihat wajah asing itu si Juyeon. "Duguseo?" Lirih Mika. "Berhentilah menangis, itu membuatku sedih." Ucap Juyeon sembari duduk berjongkok disamping Mika.
"Aku Juyeon, meskipun aku bukan hyungmu tapi aku berjanji akan menjadi teman yang bisa membuat mu terus tertawa sepanjang hari." Tutur Juyeon dengan tatapan dalamnya.
"Apa kau juga sedang berziarah? Kenapa kau tiba tiba ada disini?" Ujar Mika dengan sambil mengusap air matanya. Juyeon menggeleng kepalanya. "Aku hanya tinggal disini untuk beberapa waktu, kajja kita pergi. Hujan akan turun." Jelas Juyeon.
***
Sejak pertemuan itu, Juyeon dan Mika saling menyukai satu sama lain. Juyeon yang selalu menemani Mika beraktivitas dikampus dan dirumahnya dan terus membuatnya tertawa. Kedua orang tua Mika sangat senang, Mika memiliki sahabat seperti Juyeon.
Pagi hari di musim semi yang sudah berlarut beberapa minggu, Mika duduk seorang diri diruang kelas. Sementara Juyeon masih berada dilantai bawah tepatnya duduk di kursi taman seorang diri. Mika terus memandang Juyeon dari gedung atas itu dengan tersenyum.
Sementara itu Juyeon nampak sedih melihat orang orang berlalu lalang tanpa melihatnya bahkan orang yang duduk disampingnya. Mereka tidak bisa melihatnya kecuali ia bersama dengan Mika. Rasa ingin menyapa mereka dan berkomunikasi seperti sediakala semakin bergejolak. Namun bagaimana mungkin, dia hanyalah arwah yang terpisah dari jiwanya.
*) FLASHBACK
Malam itu ketika Mika mengantarkan hyungnya yang sudah berlumuran darah ke ruang UGD, Juyeon mengikutinya dan ia melihat Mika yang sedang menangis didepan pintu kaca UGD itu. Tiba tiba seseorang menepuk pundak Juyeon membuatnya kaget, ia langsung terdiam sejenak melihat namja berdiri dihadapannya.
Dan namja itu adalah Hyunjae, "Ottoke? Bukannya kau sedang berjuang hidup didalam sana??" Tanya Juyeon.
"Tidak bisa. Ini pertemuan pertama dan terakhir kita, jaga Mika seperti aku menjaga adikku, karena dia adikku. Buatlah dia tertawa tapi kau jangan memaksa dia jika dia tidak mencintaimu nanti." Jelas Hyunjae.
Sementara itu Juyeon terdiam saat melihat seorang wanita berparuh baya membawa sebuah baskom berisikan air hangat dan kain masuk ke dalam ruang dengan perawatan intensif alias ICU. "Eomma.." Lirihnya dengan raut wajah sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA HITAM PUTIH
Short Story◻️◼️AKSARA HITAM PUTIH◼️◻️ ☑️Kumpulan Cerpen Fiksi & Fantasi 📢Update normal seminggu sekali ❤Casting pilihan ⚠️Diharap bijak dalam membaca mungkin ada kata kata yang tidak wajar itu hanya perumpamaan watak dari tokoh. Cerita Pendek ini dibuat bukan...
