Ini cerita awal gua, jadi sorry kalo masih ada kekurangan dalam penulisan, gua menerima saran dan kritik.
WARNING HARSHWORDS // TYPO
DIMANA-MANA.
selamat membaca.
.
.
.
.
Hari-hari berlalu dengan cepat. Jaemin semakin tidak sabar untuk bertemu dengan Jeno. Ia terus memantau pergerakan Jeno melalui orang suruhannya. Jaemin pastikan bahwa ia akan bertemu dengan Jeno, tidak ada satupun yang bisa menghalanginya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Bagi Jaemin, tidak susah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Karena Jaemin sekarang telah memiliki rencana, untuk bertemu Jeno.
Dengan cekatan, jemari Jeno merangkai bunga-bunga segar menjadi sebuah karangan yang indah. Ia memilih bunga mawar merah sebagai fokus utama, dikelilingi oleh bunga lily putih dan baby's breath yang menambah kesan elegan. Sambil bekerja, Jeno bersenandung riang, membayangkan senyum pelanggannya saat menerima pesanan dari tokoh miliknya.
"Selesai!" seru Jeno, mengangkat karangan bunga yang baru saja ia buat. Ia tersenyum puas melihat hasil karyanya.
Tetapi ada satu hal yang membuat Jeno merasa tidak enak, tidak tau apa yang sedang ia khawatirkan. Tapi, Jeno berusaha tenang dan mengirim pesanan ini ke pemiliknya.
Dan sekarang Jeno telah tiba, yang dimana lokasi itu berada. Sungguh, saat ini Jeno merasa sangat gugup untuk masuk ke dalam. Dengan penuh percaya diri, lalu menyakinkan diri sendiri, bahwa semua akan baik-baik saja.
.
.
.
.
Tok, Tok, Tok.
Jaemin yang mendengarkan pintu nya di ketuk, memperbolehkan orang tersebut untuk masuk.
"Maaf pak, saya mengganggu waktu anda. Acara akan di mulai lima menit lagi. Bapak, di mohon segera turun." kata Vani.
"Bahkan, kamu tidak memberitahu kepada saya. Saya sudah paham, Vani," ujar Jaemin. "Apakah pesanan saya telah tiba?" tanya Jaemin kepada Vani.
"Sudah pak, orang tersebut ada di bawah, ia sedang merapikan rangkaian bunganya. Saya bil─" ucapan Vina terpotong, karena Jaemin langsung pergi begitu saja. Vina yang terdiam di sana, langsung ikut keluar dari ruangan Jaemin.
Jaemin dengan terburu-buru menuju kearah lift, ia tidak boleh melewatkan hal yang telah ia tunggu selama ini. Jaemin keluar dari lift dengan tergesa-gesa. Jantungnya saat ini sedikit berdebar, tidak sabar ingin bertemu dengan Jeno. Ia sudah membayangkan wajah terkejut Jeno saat melihatnya. Jaemin yakin, Jeno tidak akan bisa lari lagi darinya.
Sesampainya di lantai bawah, Jaemin melihat Jeno sedang berdiri di dekat meja resepsionis. Jeno tampak sedang merapikan karangan bunga yang tadi ia buat. Jaemin tersenyum sinis. Ia berjalan mendekat ke arah Jeno.
"Jeno," sapa Jaemin dengan suara dingin.
Jeno menoleh dan terkejut melihat Jaemin berdiri di hadapannya. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Jaemin di sini. Mana mungkin Jeno melupakan paras wajah milik Jaemin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Advantages || On Going.
RomanceKesalahan Jeno mengejek Jaemin Omega lemah, membawa nya dalam keadaan berbalik. "Sudah lama, kita tidak bertemu Jeno." "Jaem..?" WARNING!! JAEMIN [TOP] JENO [SUB]
