Chapter 6

97 10 0
                                        

WARNING: kata-kata kasar untuk kebutuhan cerita jangan ditiru!!.
@bila ada typo mohon di koreksi

Tittle: Angkasa Chiro
Genre: Brothership

*Happy reading*

💛
*
*
*
Cp 6

*
*
*

'lo yakin?'

'yes'

'sebaiknya jangan dulu'

'dont worry sweety'

'wah kalo kayak gini biarin aja lah ya?'

'tapi nanti k-kalau...

'All is safe'

'eum oke fighting'

'good luck bro'

Mata yang semula tertutup itu perlahan mulai terbuka hingga retina hitam kelam miliknya nampak sepuhnya, sorotnya menatap lurus atap rumah sakit dengan bibir menyeringai licik.

Tanpa kata iya perlahan turun dari ranjang setelah melepas paksa infus pada lengan tangannya dan juga perban pada kepalanya sebelum kakinya melangkah berjalan pelan keluar dari ruang rawat.

'mana yang lebih baik? kekekh going to be fun!'.





Dilorong rumah sakit ia bawa tungkainya berjalan dengan tenang tanpa emosi di setiap pijakan nya, ditemani cahaya temaram disertai suasana angin malam menambah kesan mencekam di sekeliling nya.

Suasana itu tidak membuatnya merasa takut justru ia dengan tenang terus berjalan tanpa peduli apapun, mungkin jika dilihat sosok itu berjalan seperti orang pada umumnya namun ketika mereka melihat sorot mata sosok tersebut mereka akan menemukan banyak sekali ekspresi di sana meski wajah sosok itu tidak menunjukkan ekspresi apapun.

'hmm menarik,You start first'
" Ini akan sangat seru because... this is Wikan!"







*********


Di sebelah ruang keluarga terlihat penampakan keluarga Cemara yang tengah berkumpul menikmati suasana malam hari dengan sangat gembira dan penuh tawa.

Mereka adalah keluarga Reverie warga yang di agung-agungkan oleh semua netizen karena keluarga mereka sangat harmonis dan lucu, tanpa tahu bahwasanya di balik warga Cemara itu ada satu anak yang begitu tidak diharapkan kehadirannya selalu ditolak dan diacuhkan tanpa alasan yang tidak diketahui oleh anak itu.

"Di mana Chiro kenapa dari kemarin dia tidak pulang apa dia keluyuran atau menggelandang di jalanan?" Daddy

" Bukannya bagus ya dad kalau dia lontang-lantung di jalan malah nggak ada yang ganggu keluarga kita dong dan safa akan diganggu lagi oleh bocah itu"

"Benar lihat betapa tenangnya rumah ini tanpa drama si brengsek kalau gini setiap hari kan betah aku di rumah"

"Daddy bang Kak jangan kayak gitu nggak boleh kasihan Chiro dia kan keluarga kalian kalau dengar pasti dia sedih" ucap safa dengan nada dan wajah kesedihannya membuat orang-orang di sana merasa tidak tega.

"Kenapa jadi ngomongin anak itu sih kayak nggak ada topik lain aja lihat baby boy ku sedih karena dia" entar pas mama lalu mengalihkan pandangan ke Safa "udah ya sayang jangan sedih lagi nggak usah dipikirin ya anak itu mending sekarang kamu lanjutin minum biskuitnya terus minum susu habis itu kita bobok Oke?"

Angkasa Chiro Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang