Aku marah pada kedua kakakku, aku juga dendam pada pack yang sudah menghukumku, tapi begitu aku melihat mereka berdua setiap hari, melihat bagaimana keduanya berusaha mempertahankan pack yang sudah bobrok itu, satu-satunya yang ingin aku lakukan hanyalah membunuh diriku sendiri.
Jika saja aku tak menjadi penjahat, aku pasti bisa menjadi pelindung bagi keduanya.
Aku egois seperti itu di masa lalu, tak ada alasan untuk mengampuni atau bahkan mengasihani.
Aku melukai keluargaku, ayah dan ibuku mati, Sebin Hyung menjadi omega juga karena aku yang tak becus menjaganya. Begitupun Jaehan hyung ...
Jaehan adalah yang paling banyak menanggung beban dari segala hal yang sudah kulakukan.
Dengan semua kesalahan yang tak terampuni, apakah mungkin aku bisa bertindak lebih jauh lagi dari ini?
Dendam itu, rasa ingin membalas perlakuan mereka kala itu, kini melebur menjadi abu di hatiku.
Yang terpenting sekarang adalah Jehyun sudah tertangkap. Meski terlambat, setidaknya kita bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar di Antella.
Kau adalah pemimpin, jadi bertindaklah sesuai tugasmu. Jika tak bisa menandingi, setidaknya jadilah setara dengannya. Kim Jaehan adalah pemimpin yang baik dan kuat sebelum mereka menghancurkan segalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mendengar semua yang Enigma itu katakan, langkah werewolf muda itu terhenti.
Shin Yechan termenung.
Semua hal yang ia dengar, coba ia cerna dengan benar dan hati-hati. Namun, di sisi lain, Yechan tiba-tiba merasakan gelombang iba. Bagaimana pun, Kim Yechan adalah werewolf yang baik. Tak peduli jika enigma itu tak mau dikasihani, Yechan juga tak bisa mencegah hatinya sendiri.
Terlebih ia sendiri memahami bahwa selama ini, jika tak dikontrol oleh enigma ini, entah akan jadi apa hidupnya. Walaupun terkadang, tak jarang Kim Yechan mempengaruhi hal buruk juga padanya, tapi itu hanya sebagian kecil. Bantuan Kim Yechan tetaplah yang paling besar.
Di tengah lamunan, Yechan melihat sorot lampu mobil di kejauhan. Ia mendekat dan mendapati bahwa itu adalah mobil yang sangat ia kenali.
Tak lama, mobil itu mendekat ke arah Yechan berdiri.
Seperti dugaannya, itu kekasihnya.
Kim Jaehan ...
"Dia sungguhan datang ke tempat ini ..."
Sayangnya, Kim Yechan tak lagi menyahuti. Jika dulu enigma itu akan mencoba mengganggu, kini lebih sering bersembunyi.
Yechan tak beranjak, ia menunggu sampai mobil Jaehan berhenti.
Benar saja, sosok yang sudah mencuri hatinya itu langsung menghentikan mobil, membuka pintu, dan menghambur ke arahnya.