70

86 14 12
                                        

"Kalian adalah mate? Sulit dipercaya. Lalu, bagaimana kita akan menjalani semua ini nanti? Tidak bisakah kau menolaknya?"

 Lalu, bagaimana kita akan menjalani semua ini nanti? Tidak bisakah kau menolaknya?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Maafkan aku ... seharusnya aku tak mengatakan hal seperti tadi itu padamu."

Mendengar permintaan maaf itu, Kim Yechan terdiam. Tak menjawab apapun dan hanya meringkuk seolah kehilangan semua semangatnya.

Bagaimana tidak? Ini semua terlalu mendadak, serba tiba-tiba, yang bahkan tak pernah ia sangka, tak pernah ia pikirkan sebelumnya.


Duduk di atas batu di pinggir sungai, Shin Yechan yang memang meminta sedikit waktu pada Jaehan untuk berpikir itu mendesah. Hela napasnya terdengar begitu berat.

"Aku benar-benar terkejut, hingga tanpa aku sadari mungkin aku sudah melukai hatimu karena kata-kata impulsif ku. Aku hanya merasa bingung. Padahal, seharusnya aku yang paling mengerti apa yang kau rasakan saat itu."

Menolak sama saja dengan menyiksa Jehyun. 

Jika dulu, Yechan mungkin merasa senang. Tapi, kini ... bahkan nuraninya pun tetap merasakan gelombang iba.


"Bukan kau yang harusnya minta maaf, tapi aku ... jika saja aku tak memaksa untuk bertemu. Semua ini tidak akan pernah terjadi padaku, pada kami."

Lagi pula, siapa juga yang menyangka?

Shin Yechan tak akan menyalahkan. Ini semua mungkin sudah digariskan. Satu-satunya yang ingin ia maki hanya para dewa yang sudah membuat takdir ini.

Karena ini juga akan terasa tak adil bagi mate-nya, Kim Jaehan.

Kim Yechan berada di dalam tubuhnya. Raga mereka satu meski ada dua jiwa disitu.

Jika Kim Yechan mengambil alih, sudah tentu enigma ini akan berlari ke elder alih-alih Jaehan, 'kan?

Shin Yechan merasa luar biasa bimbang.  Ia ketakutan jujur saja. Tak pernah ia setakut ini pada Kim Yechan.

Jika Kim Yechan mengeluarkan sisi egois dan berusaha mengambil tubuhnya, apa ia bahkan bisa mengalahkannya?

"Aku tidak akan melakukan apapun yang kau pikirkan itu, Shin Yechan ..."

"Kau mendengarku?"

"Aku mendengar dengan sangat jelas. Apa kau pikir aku sejahat itu?"

Mengangkat bahu, Shin Yechan berkata tidak tahu. Semua bisa berubah. Terlebih jika berhubungan dengan mate.

Masuk ke neraka terdalam pun akan mereka lewati jika itu bisa membuat mereka bersama mate-nya. Lantas, saling membunuh antar saudara pun mungkin bukan hal yang mustahil.

Semakin dipikirkan, semakin terasa mengerikan.

"Jujur saja, aku tidak mau membagi tubuhku. Kau tahu ... Jaehan akan terluka jika kau melakukan itu padaku."


Enigma☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang