Jaehan berlari menyusuri lorong-lorong rumahnya sendiri. Ia mencari Sebin yang tak ada dimana-mana. Melihat ke arah garasi pun tak ada mobil adiknya yang terparkir di sana.
Ke tempat para penjaga rumahnya, Jaehan bertanya, namun jawaban mereka sama; Sebin pergi bersama Yang Hyuk. Tapi, tak ada yang tahu pasti kemana Sebin pergi.
Menelpon pun nihil. Baik Sebin maupun Hyuk tak ada yang mengangkatnya satu pun.
Yechan tak berbeda. Aroma terakhir sang enigma berhenti di hutan belakang rumahnya.
Yechan mungkin sedang melakukan perburuan, atau pengintaian. Kenapa juga tak berpamitan?
"Sial!" umpat Jaehan yang mulai kesal.
Memutuskan untuk tak berdiam diri, Jaehan mengendarai mobilnya sendiri.
Tak tentu arah, namun saat itu ia benar-benar penasaran dengan apa yang Jehyun katakan.
Haruskah ia pergi ke Yeomra dan memastikan apa yang Jehyun katakan padanya?
Sejujurnya, ia sulit untuk percaya. Tahu bagaimana pintarnya Jehyun memanipulasi orang-orang di sekitarnya. Mungkin ia juga sama.
Tapi, ia penasaran.
Apa Antella akan baik-baik saja jika ia pergi begitu saja?
Lagi pula, urusan rumah sakit sudah bukan lagi tanggung jawabnya. Ia tak bisa diam saja.
Haruskah ia menunggu Yechah kembali dan bertanya?
"Aku akan mencari tahu sendiri. Aku yakin Yechan akan mengerti jika aku memberinya penjelasan nanti." Jaehan pun memutuskan untuk meninggalkan pesan pada Yechan.
Sebelum benar-benar pergi, Jaehan juga memutuskan untuk menelpon seseorang. Memastikan setidaknya ada satu orang saja yang tahu kemana ia pergi.
Suara nada tunggu membuat hatinya tak menentu. Ketiga kalinya, barulah terdengar suara yang menyapa.
Jaehan menghela, "Taedong-ssi, aku akan pergi ke Yeomra. Bisakah kau mengawasi pembersihan rumah sakit besok?"
Tak banyak pertanyaan, Taedong mengiyakan.
"Maaf karena harus merepotkanmu lagi, tapi ada yang harus aku lakukan di sana. Anak-anak sudah dipindahkan semua sore tadi. Jadi, kau tinggal membereskan sisanya saja."
"Tak masalah. Serahkan padaku, pergilah."
Jaehan tak sepenuhnya percaya pada Kim Taedong, tapi selain pria itu, Jaehan tak tahu lagi pada siapa harus bertumpu di saat saudara dan kekasihnya tak ada di sana.
"Baiklah. Sekali lagi, terima kasih ..."
**
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeomra masih sama. Seperti yang selalu ada dalam ingatannya.
Yechan turun dari mobil, berjalan pelan menuntun Sebin dan Hyuk yang mengikuti.