71

86 14 6
                                        

"Menurutmu, hyung ... siapa yang akan menang seandainya aku dan dia bertarung?"

Hyuk terdiam lama, mungkin sedang menimbang, dan membayangkan.

Sampai akhirnya, "Hm, aku belum pernah melihatnya kalah, kecuali saat berhadapan dengan Kim Jaehan ... Lagi pula, bukankah saat berduel dengan Kim Taedong pun, kau bisa menang karena dibantu olehnya?"

Yechan termenung membenarkan. Sementara Hyuk tertawa kecil karenanya.

"Bukankah bisa dikatakan, bahwa pemenangnya adalah dia?"

"Benar ..." Ada setitik rasa kecewa, tapi Yechan mencoba mengenyahkannya.

"Yechan-ah, apa kau pernah mendengar sebuah kalimat hanya yang berdarah Antella yang bisa menjadi pemimpin di sana?"

Itu bukan bualan, itu adalah kenyataan.

"Jadi, apa itu artinya ... aku tak akan bisa mengalahkannya?"

Hyuk menunduk, menatap ke arah Yechan yang sebenarnya tak jauh lebih tinggi darinya.

Yechan juga jauh lebih muda, lebih seperti adiknya.

Alasan mengapa ia begitu menghormati pemuda ini, mungkin juga adalah karena keberadaan Kim Yechan di sana.

"Yechan-ah, untuk apa kau ingin mengalahkannya? Bukankah kalian sudah lama bersama-sama? Tak harus mati, mari kita cari jalan lain untuk memperbaiki semua ini ..."

Sejak berada di Yeomra, mereka dijamu oleh keluarga alpha di sana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sejak berada di Yeomra, mereka dijamu oleh keluarga alpha di sana.

Leader Lee menyambut mereka dengan baik, meski mengakui jika awalnya ia cukup kesal dengan Sebin.

Sebin yang mendengar itu pun hanya menggaruk tengkuk, lalu meminta maaf atas kegaduhan yang pernah ia buat.

"Tapi, sungguh ... berada di sini membuatku jauh lebih tenang daripada di Antella."

Namun, lain hal dengan Sebin ataupun Hyuk, Kim Jaehan yang semula ceria kini berubah menjadi pendiam dan tak lagi ikut bicara tak peduli berapa kali Yechan mencoba melibatkannya di dalam percakapan.

Kim Taedong yang memang sudah diberitahu apa yang terjadi pun hanya bisa menghela. Ia tak akan banyak berkomentar, lagi pula itu bukan urusannya juga.

Ia hanya diminta membawa elder, jadi mungkin besok atau lusa ia akan pamit kembali ke Antella.

Taedong memilih untuk terus diam . Hingga makan malam usai, barulah pria itu bercerita.

"Leadernim ..."

Yechan menoleh. Tak menjawab, namun jelas menunggu apa kiranya yang akan Taedong katakan padanya saat itu.

"Sebenarnya selama perjalanan kemari, elder berulang kali berkata agar membawanya kembali ke Antella. Ia terus menerus berkata bahwa tak mau bertemu kalian semua."

Enigma☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang