Fine

185 20 17
                                        

Degup jantungnya berdetak lebih cepat karena hal yang ditakutkan akan terjadi. Dia sudah merasakan kondisinya tidak fit sepanjang konser berlangsung dan saat inilah puncaknya. Nada tinggi yang biasanya sangat mudah dikuasai berganti jadi senjata mematikan. Lagu yang menjadi salah satu masterpiece, yang bridge-nya selalu dinantikan oleh para penggemar, kini dirusak olehnya sendiri. Pita suaranya seakan tidak mau bekerja sama dengannya, terlebih lagi masalah audio di earphone-nya seolah melengkapi 'kesialannya' hari ini.

Perempuan berkulit putih itu masih berusaha melantunkan lagunya dengan sempurna. Namun, dia harus menyerah kala Drawing Our Moment yang seharusnya dieksekusi dengan penuh emosi, kini beberapa kali terjeda karena nada-nada yang sulit dijangkau. Kali ini dia mengaku kalah.

Gemuruh riuh memenuhi Taipei Arena seakan memberi suntikan semangat untuk sang dewi yang sedang bersedih. Mereka tahu bagaimana kerasnya sosok Kim Taeyeon yang menginginkan segala sesuatunya sempurna. Kejadian tadi pasti menurunkan 'mood' dan mereka tidak mau Taeyeon menyalahkan dirinya sendiri.

"Aku merasa tidak bernyanyi dengan baik dan karena itulah aku merasa tidak nyaman. Maaf."

"Good job!!"

Penonton kembali berteriak mencoba memberi semangat untuk Taeyeon.

"Tidak... Tolong jangan begitu. Itu membuatku semakin sedih." Taeyeon terdiam sesaat. "Aku tidak tahu bagaimana bisa melakukannya sebanyak empat kali sebelumnya. Setlist untuk konser ini, aku tidak yakin apakah semuanya akan baik-baik saja? Aku melihatnya terlalu sulit. Aku harus ada di kondisi yang baik untuk konser ini. Jadi, meskipun apa yang terjadi tidak seperti apa yang aku inginkan, aku akan pastikan penampilanku lebih baik di lain waktu. Aku berjanji."

Setelah end-ment dan konser benar-benar selesai, perasaan Taeyeon belum juga membaik. 'Konser Tanpa Ampunan' pantas disematkan jika melihat rangkaian lagu yang tak memberinya celah untuk 'bernapas'. Taeyeon seharusnya membawakan semuanya dengan baik, terlebih lagi penampilannya tahun ini sangat dinantikan oleh para penggemar. Namun, apa yang kemudian terjadi ternyata diluar kuasanya.

"Terima kasih... Semuanya sudah bekerja dengan baik."

Taeyeon membungkuk kepada para staf-nya. Dia berjalan menyusuri lorong menuju ruang tunggu. "Aku masih kesal." ucapnya pada kamera yang merekam untuk footage di konten channel youtubenya.

**********

"Selamat datang, Jungjeon."

Seseorang berdiri di dekat pintu menyambut kepulangan Taeyeon. Merentangkan kedua tangan dengan senyum terlukis di wajahnya.

"Kapan kau datang?" tanya Taeyeon. Dia melingkarkan kedua tangan pada pinggang sang pria. Menghidu aroma sandalwood yang sangat dia rindukan.

"Tadi pagi," Jiyong mengecup puncak kepala Taeyeon. "Kekasihku pasti lelah sekali."

"Aku kesal." ujar Taeyeon.

"Aku mengerti." jawab Jiyong. "Mau bercerita? Mandi atau makan dulu?"

"Mandi," suara Taeyeon agak teredam karena wajahnya yang dia benamkan kedalam dada Jiyong. "Lima menit lagi."

Tangan kanan Jiyong mengusap punggung Taeyeon. Selepas konser tadi malam, dia sempat menelepon dan mengeluh tentang kondisinya. Jiyong yang sudah hapal bagaimana buruknya keadaan hati Taeyeon membiarkan perempuan itu meluapkan kekesalannya. Taeyeon hanya butuh pendengar. Jiyong tahu kapan dia harus mengeluarkan pendapat, menjadi teman diskusi, debat atau mendengarkan saja. Jangan melupakan fakta kalau seorang Kim Taeyeon sudah terbiasa mengatasi perasaannya sendiri sebelum mereka saling mengenal. Setelah Jiyong masuk kedalam hidup Taeyeon, dia belajar untuk menempatkan diri sesuai porsi dan situasi. Taeyeon pun melakukan hal serupa. Dia tahu bahwa kemandirian yang dimiliki menyulitkan keduanya untuk membuka diri. Terbiasa melakukan, menghadapi dan memutuskan sendiri. Karena itulah keduanya berhati-hati agar tidak merasa 'bersikap diluar batas'. Untungnya, seiring berjalannya waktu, Jiyong dan Taeyeon bisa beradaptasi dengan ritme hidup mereka yang baru.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Piece of GtaeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang