Missing You (Blue's Sequel)

1.1K 74 13
                                        

Yeah (maybe i'm missing you)


"Jadi, apa kabar, Oppa?"

Perempuan berambut panjang tersenyum tipis pada sosok yang duduk di depannya. Memainkan minuman dengan tangan kanannya.

"Yaa! Kita sudah mengobrol hampir satu jam dan kau baru ingat menanyakan kabarku?"

"Aku lupa," dia mengerdikkan bahu. "Mungkin terlalu senang karena kau kembali."

"Hmmmm... Bagian mana yang ingin kau tahu? Raga atau hatiku?"

Goo Hara mendecak kasar. "Memang bagaimana keadaan hatimu? Kau masih iri karena Dami unni telah menikah sedangkan kau belum? Hah! Kekasih saja kau tak punya."

Aku sempat memiliki, Hara-ya.... tapi aku meninggalkannya.

"Aku baik-baik saja. Setidaknya, aku masih hidup."

Wajah Hara seketika berubah sendu. Kejadian pahit minggu lalu berkelebat dalam ingatannya.

"Wae?"

Hara menyandarkan punggungnya. Ia mengalihkan pandangan ke arah jendela, menatap ke arah langit yang mulai tampak kelam. Sebentar lagi matahari akan menyerahkan tugasnya dan malam akan menyambut kesendiriannya.

"Hidup. Beberapa bulan ini aku tak lagi bisa mendefinisikan apa sebenarnya arti kata hidup. Terlalu banyak yang terjadi dan membuatku patah arang. Terkadang, aku tidak bisa membedakan mana yang lebih baik. Bertahan atau menyerah."

Jiyong terdiam sesaat. "Apa semua terlalu berat bagimu?"

"Ya," Hara memusatkan kembali kedua matanya pada Jiyong. "Dia membuatku sangat menderita, Oppa. Rasanya aku ingin semuanya cepat berakhir. Apapun jalan keluarnya asalkan aku bisa terbebas. Luka di hatiku tak seperti luka di tubuh yang dapat menghilang. Aku masih merasakan sakit, Oppa."

"Karena itu juga kau sempat berpikir untuk pergi?"

Hara mengangguk. "Aku sangat lelah. Aku sudah berada di titik rendahku dan tak tahu lagi bagaimana caranya untuk bangkit. Pergi dari dunia ini satu-satunya jalan terbaik. Tak ada lagi luka dan semuanya akan selesai, tetapi kau lihat bagaimana akhirnya, kan, aku tetap hidup sedangkan Jinri malah meninggalkanku."

Hara menggigit bibir bawahnya. "Masih banyak yang sayang padanya, Oppa. Jieun, para member f(x) juga Taeyeon unni ada disana sampai detik terakhir. Aku tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh Soojung, Jieun dan Taeyeon unni. Belum genap dua tahun setelah kepergian Jonghyun oppa, mereka harus kehilangan lagi."

Jiyong tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Satu nama itu terucap dan membuat degup jantungnya berdetak kencang. Dia sudah berusaha menghindar dan tidak mau tahu lagi atas kehidupan Kim Taeyeon. Namun, beberapa bulan ini masa lalu kembali menghantuinya. Bayangan perempuan itu mengisi rongga kepala dan membuatnya sulit berkonsentrasi.

"Taeyeon ada disana?"

"Tentu saja! Kami sempat bertegur sapa sebelum dia diajak paksa oleh managernya untuk beristirahat. Wajahnya pucat sekali dan menurut penuturan Jieun, Taeyeon unni selalu pulang larut malam sama seperti dirinya."

Hara menghela napas panjang. "Aku harap mereka yang ditinggalkan akan baik-baik saja. Memang perlu waktu dan semua tak bisa lagi seperti sebelumnya, tetapi mereka harus terus menjalani hidup. Mereka harus terus melangkahkan kakinya."

*******************

Without any thought, just like any other day

I met up with people and talked and laughed.

Piece of GtaeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang