Dua Sama Terluka

175 11 2
                                        

Happy reading! Jangan lupa vote dulu sebelum baca ya?🤗

Kalian bisa join fast track cerita ini diapk Wizpen lho, yuk kepoin, sampai jumpa di sana.😉🤗🥰

FOLLOW ME ON INSTAGRAM : @asyiahmuzakir
& WATTPAD : nurasyiaaaaahh

ATTENTION! SEBAIK-BAIK BACAAN HANYALAH AL-QUR'AN! MARI TETAP MENGUTAMAKAN MEMBACA AL-QUR'AN.

____

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad.

°

Sepasang suami istri yang sedang kasmaran itu berjalan beriringan, saling melempar canda, mereka berjalan pulang dengan pakaian mereka yang setengah basah, Fahd melepas sepatu olahraganya dengan alasan tidak nyaman, tapi dia melarang Nashwa melakukannya karena dia dengar dari sebuah kajian bahwasanya kaki juga merupakan aurat seorang perempuan.

Sepanjang jalan, Nashwa dibuat tersipu, wajahnya terus merona walau udara di sekitarnya dingin, pakaian yang setengah basah saja tak mampu membuat wajahnya memucat karena Fahd yang terus memberikan kehangatan untuknya, lelaki itu merangkul bahunya sambil terus mengajak Nashwa bicara lebih tepatnya Fahd yang ngoceh sedari tadi menceritakan kejadian lucu yang ia alami semasa kecil.

"Abis itu Abang dimarahin?"

"Iya, Wa, Mamanya datengin aku terus marah-marah. Padahal waktu itu Abang cuma mau bantuin dia supaya poop-nya nggak mengotori bangku sekolah, makanya Abang lapor ke guru supaya anak itu dibantuin."

"Iya, tapi Abang bikin anaknya jadi malu karena diejek satu kelas. Kasihan tahu, coba Abang bilang ke gurunya pas jam istirahat gitu, atau ngomongnya pelan-pelan pasti anak itu nggak malu."

"Hehe, iya sih. Lagian salah dia juga poop di celana, hahahaha." Fahd tertawa lepas.

Nashwa tersenyum geli lalu memukul perut sang suami yang sigap menangkap tangannya sebelum dia sempat menjauhkannya. 

"Udah berani kamu ya," ujar Fahd sambil menggenggam erat tangan Nashwa yang tadi mengenai perutnya. 

Cengiran gugup muncul di bibir Nashwa yang membuat Fahd mati-matian menahan keinginan untuk merangkumnya seperti yang ia lakukan di lapangan tadi.

Tiba-tiba tubuh Nashwa melayang, gerakan Fahd sungguh tidak terprediksi, digendongnya tubuh mungil itu sampai empunya harus menahan teriakan kaget.

"Abang aku bisa jalan sendiri!" 

"Udah nurut aja Nashwa, aku tahu kok dari tadi kamu nahan sakit di kaki kamu."

"Kirain Abang nggak peka."

"I know you, Wa. Ibaratnya kamu itu kayak buku yang terbuka, halamannya bisa aku baca dengan mudah."

Akhirnya Nashwa pasrah saja, ia akui kakinya masih nyeri, sebenarnya tadi sudah jauh membaik setelah dipijat Fahd, tapi akibat dia bersikeras ingin main bola, kakinya jadi cidera lagi. Kini dia yang malu digendong sang suami menutupi wajahnya yang merah padam dengan hijab panjangnya.

Tapi beberapa langkah sebelum mereka sampai ke halaman rumah mereka yang asri, langkah kaki Fahd terhenti, pria itu mematung melihat seseorang yang berdiri di sana dengan ekspresi marah dan cemburu.

"Mauryn?"

"Iya, ini aku? Nggak lupa kan, kamu? Kaget ya aku di sini?" sarkas perempuan berdarah campuran Belanda itu dengan matanya yang berkilat penuh kemarahan dan kekecewaan.

Terjebak Dalam Akad Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang