extra part

3.1K 92 2
                                        

Alexo menatap cincin yang tersemat di jari manisnya, cincin yang sudah ada sejak masa SMA, cincin pertunangannya dengan Amora.

Sudah dua tahun berlalu sejak Mora kembali ke Indonesia. Sekarang gadis itu pasti sedang duduk santai di rumahnya. Aih, Alexo rasanya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan perempuan itu.

Tapi hari masih pagi, bahkan Alexo baru saja sampai di kantor. Tapi rasa rindunya pada perempuan itu sudah membuncah, padahal tadi pagi mereka sudah bertemu.

Tak ingin terus terusan memikirkan Mora, Alexo mengambil satu dokumen secara acak, menelitinya supaya tidak keliru. Tanpa terasa, Alexo tenggelam didalam pekerjaannya.

tokk... tok.. tok...

"Masuk."

Suara pintu terbuka, dari balik pintu tersebut, muncullah sekertaris Alexo. "Maaf menganggu pak, sepuluh menit lagi bapak ada meeting dengan klien dari Singapura." Yang hanya dibalas gumaman oleh Alexo.

Alexo beranjak meninggalkan kursinya, mengikuti sekretarisnya yang sudah keluar terlebih dahulu.

***

Mora saat ini sedang sibuk di dapur, dia sedang menyiapkan makan siang untuk Alexo, Mora berencana akan mengantarkan makan siang ke perusahaan tunangannya itu.

Mora tahu sesibuk apa Alexo, dia bahkan jarang makan kalau tidak ada yang mengingatkan.

Setelah selesai, Mora melihat jam yang tergantung di dapur, masih pukul sebelas lewat empat puluh lima, masih bisa sampai ke perusahaan Alexo sebelum jam makan siang.

Mora beranjak pergi ke kamarnya, berganti pakaian dan siap berangkat. Tidak perlu dandan, karena Mora sudah cantik dari lahir.

Lima belas menit di perjalanan, akhirnya Mora sampai di perusahaan Alexo. Mora turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam. Tidak ada yang mencegat, tidak ada yang bertanya, semua orang sudah tahu siapa Mora.

Dua tahun lalu, pemimpin mereka sendiri yang memperkenalkan perempuan yang sedang berjalan dengan santai di hadapan mereka saat ini, tunangan pimpinan mereka sendiri. Dan bahkan ada kabar mereka akan menikah dalam waktu dekat.

Setelah sampai di depan ruangan Alexo, Mora melihat ke meja sekretaris yang berada di depan ruangan Alexo, kosong. "Apa mungkin Alexo lagi rapat ya?"

"Aku tunggu di ruangannya aja deh" lanjut Mora.

Mora membuka pintu ruang kerja Alexo, sepi, seperti tidak ada kehidupan. Mora berjalan menuju sofa, duduk disana sambil menunggu Alexo selesai rapat.

Tidak lama dari Mora sampai disana, pintu ruangan Alexo kembali terbuka dari luar. Siapa lagi kalau bukan tunangan Amora, Alexo.

"Sayang, kamu disini?" tanya Alexo sambil berjalan menghampiri tunangannya itu. Tidak lupa dengan senyuman yang tidak akan Mora relakan jika di lihat oleh orang lain.

"Udah lama?" tanyanya setelah duduk di samping Mora.

"Belum, baru aja sampai." jawab Mora, "kamu pasti belum makan kan? Aku bawain kamu makan siang, suka gak?"

Alexo tersenyum, tangannya secara spontan mengacak rambut Mora, sudah biasa dia lakukan jika sedang gemas pada tunangannya itu. "Belum, aku selalu suka apa yang kamu bawa buat aku."

"Yaudah, makan sekarang. Keburu kamu kerja lagi."

"Aku bosnya, gak ada yang ngatur kapan aku kerja lagi." Jawab Alexo sambil membuka kotak bekalnya.

"Idih, sombong." Ucap Mora yang di balas kekehan oleh Alexo.

"Tapi bener kan?"

"Iya deh, BOS."

Extra Love Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang