Kim Group Tower – Lantai 38, 09.03 AM
Langkah kaki Jungkook terdengar lembut menyusuri koridor panjang. Kemeja putih longgar yang ia kenakan ditutup dengan blazer hitam tipis. Perutnya yang membulat tak terlalu tampak, tapi cukup terlihat jika orang memperhatikan dengan seksama.
“Selamat pagi, Tuan Kim,” sapanya, suara lembut dan rapi. Ia masuk ke ruang kerja Taehyung, menyerahkan tablet berisi dokumen rapat.
Taehyung, CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan perfeksionis, hanya menoleh sebentar.
“Sudah siap untuk presentasi proyek Sihoon Textile?”
“Sudah, Tuan Kim,” jawab Jungkook.
Tidak ada senyum, tidak ada panggilan "sayang" atau "baby". Di kantor, mereka adalah atasan dan sekretaris. Tidak ada yang tahu bahwa Taehyung adalah suami sah dari si sekretaris manis yang sedang hamil muda ini.
Jungkook... ngidam jadi sekretaris.
Konyol, lucu, tapi siapa berani menolak ibu dari anaknya itu?
Ruang Rapat – 09.40 AM
Direktur utama Sihoon Textile duduk di sisi kanan ruangan. Tim marketing dan pengembangan sudah siap. Jungkook berdiri di depan layar, memperkenalkan konsep baru pengembangan proyek kolaborasi.
Slide pertama, kedua, ketiga… semua berjalan lancar.
Sampai…
“...dan estimasi pengiriman awal berada di minggu ketiga bulan Agustus,” ujar Jungkook.
Taehyung yang duduk di sisi kiri, tiba-tiba menatap layar. Matanya menyipit.
“Stop.”
Suaranya rendah, tapi tajam.
Jungkook berhenti.
“Data estimasi itu salah. Laporan dari divisi logistik menunjukkan estimasi minggu pertama bulan September.”
Semua mata berpaling. Jungkook menunduk sebentar, lalu berkata, “Saya akan koreksi, Tuan Kim.”
Tapi Taehyung yang hari ini sedang berada dalam mode CEO 100%, malah membentak.
“Seharusnya kau pastikan ulang semua data, Jungkook. Ini presentasi untuk mitra besar, bukan rapat harian biasa.”
Ruangan hening.
Jungkook mendongak.
Matanya menatap Taehyung dingin, tenang, menusuk.
Tapi tetap profesional.
“Maafkan kelalaian saya, Tuan Kim. Akan saya perbaiki sekarang.”
Dia melanjutkan presentasi dengan tenang, bahkan tanpa sedikit pun suara bergetar.
Taehyung berkeringat dingin.
Sial.
Dia sadar.
Dia baru saja membentak istrinya yang lagi hamil. Di depan partner penting.
Namun ia menahan diri. Ekspresinya tetap datar, walau dalam hati mulai panik.
Apartemen Kim, 20.14 PM
Pintu dibuka. Taehyung membawa dua kantong plastik berisi makanan manis brownies strawberry dan susu pisang dari toko favorit Jungkook.
“Baby?”
Tak ada jawaban.
Di ruang tengah, Jungkook duduk bersila di sofa. Wajahnya serius. Kaos oversize dan celana pendek , poninya diikat menjadi tungkai apel , dan satu tangan mengelus perutnya dengan lembut.
Cantik. kalo kata taehyung mah, istri manisnya ga pernah buluk, untungnya udah taehyung nikahin . coba kalau engga jadi bujang lapuk dia, eheyy fokus taehyung, istri mu lagi mode badmood, ughhh lihatlah auranya itu meskipun terlihat menggemaskan sebenarnya.
“Duduk,” katanya singkat.
Taehyung menelan ludah dan duduk di karpet, menghadap sang istri.
“Baby,” ucapnya, nada pelan.
“Bukan. Mulai malam ini, aku bosnya .”
Taehyung menegang.
“Mulai sekarang, kamu asistenku di rumah. Dan karena kamu membentakku di depan mitra kerja, kamu kena penalti satu minggu.”
“Maksudnya...?”
Jungkook berdiri, mengambil clipboard dari atas meja.
“Aku sudah atur jadwal. Jam 6 pagi kamu bangun duluan. Siapkan sarapan dan susu hamil. Lalu urus laundry. Siang kamu masak makan siang. Dan malam...”
Dia melirik tajam. “Pijat kaki dan baca cerita sebelum tidur.”
Taehyung mengusap wajahnya. “Sayang, itu...”
“Ada protes?”
“...Nggak.”
Tentu saja nggak.
Ini... bahaya. Tapi juga... manis.
“Baik, Nyonya Kim,” katanya tunduk.
“Oh dan satu lagi, kamu harus pakai name tag bertuliskan ‘Asisten Kim’ mulai besok pagi.”
Taehyung mengangkat wajah. “Itu kejam…”
Jungkook menyilangkan tangan di dada, satu alis terangkat. “Kamu bentak aku depan semua orang diruangan tadi. Kamu pikir aku ga sakit hati, aku loh lagi hamil anak kamu anak kita, masih untung aku ga ngidam cari suami baru lagi” ucapnya sambil memberi side eyenya ke suami bodohnya itu.
"A-apa, suami baru? " beo taehyung
"Ya, si V misalnya. Kamu taukan dia itu idola aku waktu sma. "
"Sayang, apa-apaan malah bahas pria jelek itu!! "
Jungkook memberikan side eyenya lagi.
"Teriak lagi, aku bakalan pergi ketempat idola aku dan minta dia jadi suami baru aku. "
Taehyung hanya bisa menghela napas.
“Ya sudah. Mulai sekarang aku... asisten pribadi istri manisku ini.”
Jungkook tersenyum puas.
“Good. Sekarang pijat kaki.”
“Siap.”
.
.
Akhir malam itu
Taehyung duduk di lantai, memijat kaki istrinya yang sedang menonton konser idola kesukaannya itu.
Sesekali Jungkook menoleh dan berkata, “Sedikit ke kiri... nah, situ... bagus.”
Taehyung hanya tersenyum pasrah.
Biarlah ia menjadi asisten sang istri toh dia juga yang udah buat tubuh istrinya menjadi bulat begini, salah dia juga kenapa pula aura diktator dia malah keluar dan tak sengaja membentak istri manisnya, dan taehyung beruntung karena istrinya ini tidak mengadu ke mamanya dan kakek jeon, jika tidak taehyung akan digantung di pohon beringin oleh mamanya sendiri dan kakek jeon akan menembak kepalanya dengan senjata AWM miliknya. Ugh...Memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.
"Yak, jangan berhenti shibal sekkiya! "
Taehyung hanya bisa tersenyum. "Ne, nyonya kim tersayang. "
Hatchi!!
"Kenapa ayah? "
Kakek jeon yang sedang mengelap senjatanya melirik sekilas, sambil mengusap hidungnya. "Tidak ada, hidungku rasanya gatal sekali. Rasanya aku pengen nembak kecoak terbang"
Sehun hanya terkekeh mendengarnya, dirinya kembali melihat laptop sambil menghela napas. "Hah, aku kangen putra manisku dan cucuku itu. "
Kakek jeon melirik sejenak. "Bukannya kookie belum nikah. "
Sehun menatap datar. "Ayah, jangan pura-pura lupa ya"
"Aku masih benci kim taehyung itu. Beraninya dia, seharusnya aku tembak saja kepalanya. " geramnya sambil mengelap pistol satunya.
"Dan kau akan dibenci kookie ayah. Lagian dia lagi hamil cicit ayah loh. "
Kakek jeon hanya manggut doang. "Hm, beruntung kau kim taehyung, lain kali akan aku patahkan kakinya kalau dia membuat cucu kesayanganku menangis."
Sehun hanya tertawa dan kembali fokus ke laptopnya.
End......
KAMU SEDANG MEMBACA
TAEKOOK ONESHOOT
DragosteHanya tentang taekook, (sweet, au, romance) Ehm... Mungkin sedikit NC ⚠️🔞 Remember ini bl no switch gender
