Jungkook menatap wastafel apartemennya dengan tatapan penuh kebencian. Sudah hampir tiga hari ini airnya mampet, dan dia sudah mencoba segala cara, dari menggunakan alat penyedot sampai menuangkan cairan pembersih pipa. Hasilnya? Nol besar.
“Dasar wastafel nggak berguna,” gumamnya sambil menendang pelan bagian bawah kabinet.
Dengan malas, Jungkook mengambil ponselnya dan mencari nomor tukang ledeng yang direkomendasikan oleh teman kantornya, Jimin.
"Kim Taehyung. Tukang ledeng terpercaya, murah, dan ramah."
Jungkook mengerutkan alisnya. Nama yang terlalu keren untuk seorang tukang ledeng. Tapi karena ini rekomendasi Jimin, dia akhirnya mengirim chat.
Jungkook: Mas, bisa benerin wastafel mampet?
Tak butuh waktu lama, balasan datang.
Taehyung: Bisa dong, Mas. Kirim alamatnya yaa~ ^^
Jungkook mengernyit. Sejak kapan tukang ledeng pake emotikon unyu begitu? Tapi, karena dia butuh bantuannya, dia akhirnya mengirim alamat dan langsung mendapatkan balasan.
Taehyung: Otw, tungguin aku ya~
Jungkook memutar bola matanya. "Gaya banget sih."
Setengah jam kemudian, bel apartemen Jungkook berbunyi. Dengan malas, dia membuka pintu.
Lalu matanya membesar.
Di depannya berdiri seorang pria tinggi dengan rambut coklat berantakan yang terlihat keren alih-alih berantakan beneran. Dia mengenakan kaos hitam ketat yang sedikit kotor karena oli (mungkin) dan celana jeans yang terlihat pas di pahanya.
Jungkook menelan ludah. "Lu... tukang ledeng?"
Pria itu menyeringai lebar, menunjukkan lesung pipinya yang dalam. "Kim Taehyung, tukang ledeng tampan yang kau panggil tadi."
Jungkook hampir menutup pintu karena merasa tertipu.
Taehyung dengan cepat menahan pintunya. "Eh, jangan gitu dong! Aku beneran tukang ledeng!"
Jungkook memelototinya. "Mana ID kamu?"
Taehyung terkekeh lalu mengeluarkan kartu nama dari sakunya. Jungkook memeriksanya. Benar. Kim Taehyung, tukang ledeng.
Dengan mendengus, Jungkook akhirnya membiarkan Taehyung masuk. "Cepetan benerin. Nggak usah banyak gaya."
Taehyung tersenyum lebar. "Siap, Bos!"
Selama lima belas menit, Jungkook berdiri di belakang Taehyung yang berjongkok di bawah wastafel. Pria itu tampak serius bekerja, sesekali menggumam sendiri.
"Aduh, Jungkookie, ini mampet parah banget. Udah berapa lama nggak diservis?"
Jungkook yang tadinya fokus pada layar ponselnya tersentak. "Jangan panggil gue Jungkookie! Dan mana gue tau, gue cuma pake, bukan benerin!"
Taehyung tertawa kecil. "Iya, iya. Tapi serius deh, kamu pasti sering buang sesuatu ke wastafel, kan?"
Jungkook menghindari tatapan Taehyung. "Ya... mungkin."
Taehyung terkekeh sebelum akhirnya berhasil membuka pipa dan—
BLETAK!
Air kotor muncrat ke wajahnya.
Jungkook membelalakkan mata, lalu menutup mulutnya untuk menahan tawa. Tapi gagal.
"HAHHAHAHA!"
Taehyung mendelik ke arahnya dengan wajah penuh air kotor. "Oh, kamu ketawa ya?"
Jungkook mengangguk sambil terpingkal-pingkal. "Hahahaha, sumpah, kocak banget!"
Taehyung menyipitkan mata lalu—
CROT!
Jungkook tersentak ketika Taehyung mengguncang tangannya, membuat beberapa tetes air kotor mengenai pipinya.
"YAK! JIJIK!" Jungkook buru-buru mengelap pipinya dengan lengan baju.
Taehyung tertawa puas. "Kamu yang mulai duluan, sayang~"
Jungkook mendelik. "Jangan manggil gue sayang, dasar tukang ledeng genit!"
Taehyung tertawa semakin kencang.
Setelah insiden air kotor, Taehyung akhirnya berhasil memperbaiki wastafel Jungkook.
"Udah beres!" katanya sambil berdiri dan mengusap tangan ke celananya.
Jungkook mencoba membuka kran, dan air mengalir lancar. Dia menghela napas lega. "Akhirnya."
Taehyung tersenyum lalu menatapnya dengan ekspresi jahil. "Tapi kayaknya ada satu lagi yang mampet."
Jungkook mengernyit. "Apaan?"
Taehyung mendekat, membungkuk sedikit hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.
"Hatimu, Jungkookie~" bisiknya dengan nada menggoda.
Jungkook membeku. Lalu wajahnya langsung memerah.
"TAEHYUNG BRENGSEK!" Jungkook mendorong dada pria itu sambil melotot.
Taehyung hanya tertawa puas. "Lucu banget sih kalau ngambek. Pengen cubit!"
Jungkook mengangkat tinjunya, membuat Taehyung segera mundur dengan tangan terangkat.
"Baiklah, baiklah! Aku nggak ganggu lagi!"
Jungkook mendengus, lalu merogoh sakunya. "Berapa biayanya?"
Taehyung tersenyum. "Gampang. Traktir aku makan aja."
Jungkook menatapnya curiga. "Hah?"
Taehyung mengedip. "Anggap aja pembayaran spesial buat jasa ledeng eksklusif~"
Jungkook membuka mulutnya untuk menolak, tapi kata-kata itu tertahan di tenggorokannya saat dia melihat wajah Taehyung yang tersenyum jahil tapi juga tampak tulus.
Akhirnya, dengan menggerutu, dia membuang muka.
"Dasar tukang ledeng nyebelin," gumamnya.
Taehyung tertawa senang. "Berarti setuju ya?"
Jungkook menghela napas panjang. "Terserah."
Dan entah kenapa, melihat Taehyung yang begitu bahagia hanya karena ditraktir makan, membuat Jungkook merasa... aneh.
Mungkin, hanya mungkin, dia tidak terlalu keberatan jika pipa wastafelnya mampet lagi suatu hari nanti.
Tamat.......
KAMU SEDANG MEMBACA
TAEKOOK ONESHOOT
RomansaHanya tentang taekook, (sweet, au, romance) Ehm... Mungkin sedikit NC ⚠️🔞 Remember ini bl no switch gender
