HUKUMAN

572 52 1
                                        

“Jeon Jungkook. Berdiri.”

Suara itu membuat seluruh kelas menoleh, tapi tidak ada satu pun yang terkejut. Semua sudah tahu siapa satu-satunya siswa yang berani tidur di jam pelajaran.

“Aku kan cuma merem lima menit doang, ssaem.” jawab Jungkook setengah malas sambil menguap kecil. Ia berdiri, menatap guru muda di depan kelas yang saat ini tengah menyilangkan tangan dengan alis terangkat tinggi.

Kim Taehyung. Guru Seni. Tampan, dingin, tatapan yang datar, badannya yang proposional. dan yang tidak diketahui semua orang, si guru ini merupakan pacar sah dari si murid bandel bernama Jeon Jungkook.

“Lima menit di pelajaran Seni sama dengan lima detik sentuhan di malam hari,” sahut Taehyung pelan, nyaris berbisik. Tapi Jungkook mendengarnya dengan jelas dan matanya langsung melebar.

“ssaem—!”

“Ssst. Ke depan. Bawa kursimu. Sekarang."

" nyebelin banget,” gumam Jungkook sambil menyeret kursi ke depan kelas.

Satu kelas tertawa geli. Mereka pikir ini hukuman biasa. Yang mereka tidak tahu, ini adalah kode. Sebuah permainan kecil yang hanya mereka berdua pahami.

Jungkook duduk di depan, menatap guru tampan itu dengan tatapan penuh protes manja. Tapi Taehyung hanya tersenyum kecil dan melanjutkan pelajaran. Setiap beberapa menit, mata mereka bertemu. Tatapan itu… terlalu lembut, keduanya hanya tersenyum penuh cinta.

Pelajaran selesai. Murid-murid bubar. Tapi Jungkook tahu langkahnya tidak boleh menuju kantin seperti biasa. Dia tahu apa yang akan terjadi.

Dan benar saja.

“Jeon Jungkook. Keruang seni sekarang.”

Jungkook tersenyum kecil. “Iya, ssaem.”

..........

Ruang seni gelap. Hanya lampu kecil di pojok ruangan yang menyala. Bau cat minyak dan kayu tua menguar samar. Jungkook mendorong pintu perlahan, menemukan Taehyung duduk di atas kursi kebanggaannya dengan tangan terlipat di dada.

“Kamu suka banget ya ngatur aku?” goda Jungkook sambil berjalan pelan.

Taehyung tersenyum miring. “Kalau aku gak ngatur kamu, kamu pasti udah tidur di mana-mana. Termasuk di pelukanku.”

“Gak masalah sih,” jawab Jungkook santai, mendudukkan pantat semoknya diatas paha taehyung “Aku malah pengen banget.”

Tangannya terangkat, menyentuh leher Taehyung dan memijatnya membuat taehyung memejamkan mata penuh kenikmatan.

Taehyung memegang pinggang ramping itu dan mengelusnya dengan lembut. “Kamu kenapa tidur di kelas tadi?”

“Capek...” gumam Jungkook. “Semalam ada yang gak berhenti ‘menghukum’ aku.”

Taehyung tertawa pelan sambil melihat bola mata kekasihnya yang manis ini. “Kamu yang minta digigit-gigit leher.”

“Aku gak minta dicium sambil ditahan tangan juga,” protes Jungkook setengah malu. Tapi pipinya merona. Taehyung mencium pipinya sekilas, lalu bibirnya, menghisap dan mengemut bibir manis kesukaannya itu.

Ciuman mereka pelan, tapi panas. Seketika aura disekeliling menjadi panas meskipun ada AC disana.

Jungkook mengerang kecil saat lidah taehyung menelusuri setiap rongga mulutnya, tangannya terangkat memeluk leher pria tan itu, menarik lebih dekat, lebih dalam. Sampai akhirnya Taehyung menghentikan ciuman yang sangat panas itu , dirinya menarik napas panjang.

“Di sekolah,” bisiknya. “Jangan bikin aku hilang kendali.”

“Kamu yang mulai,” balas Jungkook sambil menggigit pelan bibir bawah Taehyung, lalu tersenyum puas.

Taehyung memejamkan mata, menahan godaan. "Baby" geramnya.

Dirinya memeluk erat sang kekasih. Hidungnya mengendus pelan rambut lembut kekasihnya itu. Hanya diam, hanya menikmati.

“Kamu... ngambek ya, karena aku tidur?”

“Sedikit. Tapi aku tahu kamu capek.”

“Maaf, ya. Aku janji besok fokus.”

“Bukan soal fokus.” Taehyung menatap matanya. “Aku cuma… pengen kamu lihat aku juga, meski kita udah pacaran. Aku tetap ingin kamu perhatikan aku. Bukan cuma saat malam.”

Jungkook terdiam. Lalu mengelus pelan pipi Taehyung.

“Kamu gak tahu, ya?” bisiknya. “Aku tidur di kelas cuma karena aku nyaman dengerin suara kamu. Tenang. Nyaman. Kayak rumah.”

Hati Taehyung berdebar seketika.

Dia kembali mendekap Jungkook lebih erat. Dan untuk beberapa menit, tidak ada suara. Hanya pelukan. Hanya detak jantung yang bersahutan.

Sebelum keluar ruang seni, Taehyung menggambar sebuah coretan cepat di kertas.

“Ini hukuman terakhir untuk hari ini,” katanya, menyerahkan sketsa itu pada Jungkook.

Jungkook menatap kertasnya. Ada dua sosok. Satu duduk di kursi, satu lagi duduk manja di pangkuannya. Ada tulisan kecil di bawahnya:

"Untuk Jeon Jungkook, murid paling bandel , cantik, imut, ngeselin,galak tapi yang paling aku cintai."

Jungkook tersenyum.

“Aku simpan ini di dompet,” katanya.

“Kenapa gak ditempel di kamar?”

“karena kamu bilang aku cantik, aku takut kamu makin mesum tiap liat aku. "

Taehyung tertawa. Lalu menarik Jungkook untuk satu ciuman terakhir ringan dan hangat.

Sebuah ‘hukuman’ yang tak pernah Jungkook keberatan untuk diterima.








End......

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TAEKOOK ONESHOOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang