Kafe "La Lune" sore itu ramai. Aroma kopi arabika dan kue tart karamel memenuhi udara. Di salah satu sudut, duduklah seorang pria berwajah cantik, mengenakan hoodie oversized dan kacamata hitam. Tapi bukan itu yang menarik melainkan sorot matanya yang tajam bak detektif pemula.
Kim Jungkook.
Lagi-lagi memata-matai suaminya sendiri.
"Kau yakin dia duduk di pojok kanan belakang?" bisik Jungkook pelan ke ponselnya, nyaris tak terdengar.
Suara Jimin terdengar dari earphone wireless-nya. "Yakin. GPS Taehyung akurat. Dan hey, aku bukan hacker kacangan. Ingat siapa yang ngacak sistem absensimu semester lalu biar kamu bisa liburan tiga hari sama suamimu?"
Jungkook mendengus, tetap mengintip dari balik menu kafe yang tak ia pesan.
"Dia ketemu cewek, Cantik lagi. Duduknya mana deket banget. Lihat deh. Lihat! Dia ketawa. Kim Taehyung ketawa. Sama cewek lain!"
"Jiminie diam. Aku perlu bukti!"
Jimin hanya terkekeh di ujung telepon. Jungkook, yang duduk tiga meja dari Taehyung, terus mengamati. Dadanya terasa panas. Bukan karena kopi, tapi karena api cemburu yang mulai membakar.
Wanita itu menyentuh lengan Taehyung sambil tertawa kecil. Dan sialnya, Taehyung malah menunduk dan mendengarkan dengan sabar.
"Shibal. " desis Jungkook, mencabut earphonenya dan bangkit.
Ini saatnya menyerang....
Taehyung hampir menyelesaikan meetingnya, ketika aroma parfum khas yang familiar menerobos hidungnya. Ia tak perlu menoleh pun tahu siapa yang datang terutama saat suara kecil, galak, dan ketus berbicara.
"Wow. Sibuk banget, hyungie. Sampe gak sempet balas chat aku ya? Asik banget sih ngobrolnya, sama wanita cantik pula, ngobrolin apa sih sampe sentuh-sentuh tangan?."
Wanita di hadapan Taehyung langsung kaget. Taehyung tersenyum kecil, memutar tubuh ke arah sumber suara. Jungkook berdiri dengan tangan menyilang, bibirnya cemberut, dan... wow, bibir pinknya luar biasa seksi saat sedang marah.
"Sayang, ini—"
"Aku tahu siapa dia," potong Jungkook cepat. "Ibu-ibu cantik yang suka megang-megang suami orang!"
Wanita itu, yang ternyata bernama Seo Mina, langsung tertawa geli. "Astaga, jadi ini Jungkook? Wah, kamu jauh lebih manis dari foto, ya. Aku ini partner Taehyung di proyek hotel Busan."
"Aku ga ada nanya ama kamu tuh," sahut Jungkook ketus.
Taehyung mengurut keningnya. “Kookie sayang... Dia udah menikah. Suaminya pilot. Aku pernah ketemu juga, waktu dia dijemput sama suaminya di kantor.”
Jungkook terdiam. “...Oh.”
Seo Mina tertawa kecil, lalu berdiri. "Aku pamit ya, Taehyung. Senang bertemu dengan istrimu yang manis ini." Ia melirik Jungkook dengan senyum geli. "Cemburuan juga, ya. Lucu."
Setelah Mina pergi, Jungkook masih berdiri di tempat. Masih cemberut. Masih terlihat seperti anak kecil yang kehilangan permen.
Taehyung berdiri, lalu meraih pinggang ramping istri manisnya ini dan menariknya mendekat.
“Lucu banget sih kamu kalau lagi cemburu,” bisiknya di telinga Jungkook, membuat pria cantik itu sedikit tersentak.
"Jangan godain. Aku serius tadi."
Taehyung mencondongkan tubuhnya. “kamu cemburu begini makin sexy beb, sengaja buat aku pengen makan kamu disini hm?”
“Taehyung!”
Orang-orang di sekitar melirik. Jungkook memukul dada suaminya, lalu menggigit bibir antara malu dan kesal.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian, mereka duduk di meja berdua, minuman di antaranya mulai mendingin. Taehyung menggenggam tangan Jungkook.
"Kookie," katanya lembut. "Aku memang punya banyak urusan kerja. Ga ada satupun niat aku yang pengen main belakang dari kamu. Ga ada yang secantik kamu, ga ada yang semanis kamu, ga ada yang seimut dan garang kayak kamu, kamu Satu-satunya yang bisa bikin aku pulang lebih cepat, tidur lebih nyenyak, dan bangun dengan senyum... cuma kamu sayang."
Jungkook menatap wajah suaminya. Lembut. Hangat. Dan matanya hanya melihat Jungkook. Selalu begitu.
"Tapi kamu nyebelin. Kenapa gak langsung bilang aja dia udah nikah?"
"Karena kamu lucu banget tau pas lagi cemburu."
"Hyungie," geramnya pelan.
Taehyung menyeringai. Tangannya turun, mengelus paha Jungkook dari bawah meja, membuat pria itu tersentak kaget dan langsung merapatkan kakinya.
"Hyung!" bisik Jungkook setengah menjerit. "Jangan ngapa-ngapain di tempat umum!"
"Siapa suruh kamu datang ke kafe ini pakai celana pendek dan hoodie kebesaran? Gimana aku gak tergoda?"
"mesum."
"Mesum pada istrinya sendiri kan ga salah."
.
.
..
Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di rumah. Jungkook duduk di pangkuan Taehyung di sofa, hoodienya sedikit turun dari bahu, rambutnya acak-acakan, bibirnya bengkak karena ciuman panas barusan.
"Kamu tuh, kenapa manis banget hm" gumam Taehyung sambil menciumi leher Jungkook.
"Cemburu kamu terlalu sexy buat aku, manis sekali, rasanya aku pengen makan tubuh sexymu ini dan beruntungnya aku mendapatkanmu sebagai istriku. " ucapnya dengan deep voicenya.
Jungkook mendorong dada suaminya pelan, tapi malah ditarik lebih dekat.
“Kalau kamu kayak gini terus, aku bakal...”
"Apa?" bisik Taehyung di telinganya.
"Terangsang," sahut Jungkook blak-blakan.
Mata Taehyung menajam. Cengiran khasnya muncul.
“Good. Aku juga.”
Tak lama, hoodie itu tercabut. Ciuman meluncur dari bibir ke leher, ke bahu, ke dada yang mulai naik turun cepat. Taehyung mulai menjilati dan melahap nipple pink istrinya dengan nikmat, Jungkook melingkarkan tangannya di leher Taehyung, menggeliat kecil saat tangan besar itu menyusuri punggungnya.
“Kamu milikku, my sweetie baby boy.” gumam Taehyung di antara kecupan.
“im only yours daddy,” balas Jungkook dengan napas berat.
End........
KAMU SEDANG MEMBACA
TAEKOOK ONESHOOT
Roman d'amourHanya tentang taekook, (sweet, au, romance) Ehm... Mungkin sedikit NC ⚠️🔞 Remember ini bl no switch gender
