Seorang namja berwajah cantik tengah duduk di bangku taman belakang kampus. Jemarinya memainkan sedotan minuman kemasan yang sudah tinggal separuh. Di hadapannya, kerumunan mahasiswa bersorak dan bersuitan seperti sedang menonton konser dadakan. Tapi tidak dengan Jeon Jungkook. Tatapannya datar, bahkan tak sedikitpun tertarik pada kericuhan di parkiran itu.
“Katanya si Irene nyatain cinta ke senior kim itu,” gumam Bambam, sahabatnya, setengah tertawa. “bagaimana menurut mu Kook? Menurut mu apakah akan diterima?.”
“Enggak,” jawab Jungkook pelan.
“Lho, kamu kok yakin banget?”
Jungkook hanya mengangkat bahu lalu menyesap minumannya. “taehyung sunbae bukan tipe yang gampang digoda pakai rok pendek.”
Di tengah keramaian, Bae Irene berdiri dengan senyum percaya diri di hadapan Kim Taehyung ,idola kampus yang punya segalanya, wajah tampan, otak cemerlang, uang berlimpah… dan sikap seperti kulkas dua pintu.
“Oppa, mau nggak jadi pacarku?” tanyanya manja sambil mengedipkan mata.
Taehyung menatapnya datar.
"I don't like you," jawabnya singkat lalu berbalik, meninggalkan Irene yang hanya bisa berdiri mematung antara malu dan tidak terima.
Malamnya…
“Aku capek, Hyung,” keluh Jungkook yang duduk di sofa, memeluk bantal. “Kita sepakat pura-pura nggak saling kenal di kampus, kan?”
Kim Taehyung , yang kini menyandarkan dagunya di bahu tunangannya itu, memeluknya dengan erat sambil mengecup leher kekasih manisnya itu. Yap ternyata kim taehyung dan jeon Jungkook merupakan pasangan kekasih, tunangan lebih tepatnya.
“Baby, kenapa sih kita nggak bisa seperti pasangan lain aja? Aku pengen gandeng kamu di kampus, suapin kamu di kantin, bawa tas kamu…”
“Tapi aku nggak pengen jadi sasaran lemparan sepatu fans-fans kamu.”
“Biarkan saja mereka tahu, toh kamu memang milikku.”
“muncungmu itu, aku nggak mau ya kehidupan kampus aku tuh rusak hanya gara-gara fans kamu itu. " ucap jungkook sambil mencubit hidung bangir kekasih tampannya.
Taehyung mendesah berat. “Gara-gara perjanjian bodoh Appaku itu, aku jadi nggak bisa pegang kamu di tempat umum. Dia pikir aku bakal fokus kuliah kalo aku ‘jaga jarak’ dulu.”
Jungkook tertawa kecil. “sudah lah Hyungie, jalani aja. "
“Terserah. Yang penting malam ini, aku mau jatah ganda. Dua minggu nahan, tahu nggak?”
Jungkook melotot. “Baru tiga hari!”
“Untukku itu udah kayak dua minggu,” bisik Taehyung sambil menggoda telinga sang kekasih. “Bunny-ku terlalu seksi.” ucapnya dengan suara deepnya dan mulai meraup bibir seksi kekasihnya.
Dan yaaa, keduanya langsung otw ranjang dan mulai bercocok tanam.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan paginya…
Loker Jungkook kembali penuh dengan sampah. Mulai dari surat ancaman, bungkus makanan, sampai foto dirinya yang disobek-sobek.
Tapi bukannya panik atau sedih, Jungkook justru tersenyum simpul. Dia bukan anak SMA penakut seperti dulu. Sekarang dia punya sesuatu yang tak bisa dimiliki siapa pun, Kim Taehyung.
Dan kalau mereka pikir dia akan menangis terpuruk semudah itu… mereka salah besar.
.
.
.
“Kau namja nggak tahu diri!” seru Bae Irene ketika tiba-tiba masuk ke toilet laki-laki. Jungkook yang sedang mencuci tangan hanya melirik sejenak.
“Sunbae, ini toilet cowok.”
“Jawab pertanyaanku! Apa hubunganmu sama Taehyung Oppa?!”
“Aku rasa itu bukan urusanmu.”
Duk!
Jungkook terjatuh, dahinya membentur pinggiran wastafel. Darah mengalir pelan di atas alisnya. Tapi ia hanya menyeringai dingin, menatap Irene seperti predator yang pura-pura jadi kelinci.
“Kalau kamu pikir aku cuma ‘namja lemah’ yang bisa kamu injak... kamu belum tahu siapa aku sebenarnya.”
Irene menggeram marah dan keluar dari toilet itu.
BRAK!
Suasana kantin yang tadi penuh tawa langsung berubah senyap. Kim Taehyung datang dengan raut wajah yang mengeras , dirinya langsung menendang meja tempat Irene duduk.
“apa-apaan ini oppa?!” teriak Irene.
Tapi Taehyung hanya mencengkeram kuat lengan gadis itu dan memaksanya berdiri.
“Berani-beraninya kau menyentuh tunanganku.”
“T-tunang—APA?!”
Taehyung menoleh ke semua mahasiswa yang kini terpaku.
“Dengar baik-baik! Jeon Jungkook adalah tunanganku. Kalian sentuh dia sedikit saja maka kalian akan berurusan langsung denganku, Kim Taehyung.”
Seketika semua membisu.
Taehyung menghempaskan cengkramannya pada gadis itu dan mulai pergi untuk menemui kekasihnya berada.
.
.
.
Dan kini, di atas ranjang apartemen mereka, Jungkook duduk di pangkuan Taehyung, dilingkupi pelukan hangat dan ciuman yang tak henti mendarat di kulit leher dan dada.
“Hyungie… a-aku masih sakit karena semalam…” gumamnya malu-malu, namun tubuhnya tetap menggeliat saat putingnya dipermainkan dengan lidah dan gigitan ringan.
“Aku minta maaf karena gagal menjagamu bunny… Tapi sekarang aku akan pastikan semua orang harus tahu siapa yang berani menyentuh milikku.”
“Hyungie…”
“Sekarang nggak ada lagi perjanjian. Aku udah ngomong ke Appa. Kita bebas, baby. Bebas milik satu sama lain di mana pun.”
Jungkook menatap mata cokelat yang kini mendekat ke wajahnya. “Kalau gitu… kita rayakan kebebasan kita malam ini, ya?”
Taehyung tersenyum buas. “Dengan senang hati, calon istriku.”
Ditempat lain
From: Taetae
"Eomma, bilang sama pak tua itu , gara-gara perjanjian bodohnya , Bunny-ku terluka. Bilang pada pak tua itu untuk minta maaf pada baby bunnyku, Dan Eomma, tolong percepat tanggal pernikahan kami. Sekian."
Balasan dari Eomma:
"Dasar bocah mesum, minta nikah kayak pesen ramen."
END
KAMU SEDANG MEMBACA
TAEKOOK ONESHOOT
RomanceHanya tentang taekook, (sweet, au, romance) Ehm... Mungkin sedikit NC ⚠️🔞 Remember ini bl no switch gender
