Kosan 12B dikenal sebagai kosan paling murah se-RT. Bukan karena fasilitasnya bagus, tapi karena... kamar mandi luar, ventilasi langsung ke got, dan kabarnya pernah ada penampakan.
Sebagai mahasiswa akhir yang uang kiriman seret kayak sinyal di tengah hutan, aku tak punya pilihan. Akhirnya, aku pindah ke kamar 12B.
Hari pertama pindah, tetangga kamar langsung bilang,
"Kalau jam 2 pagi denger suara cewek ketawa, jangan panik ya."
Aku: "Kenapa? Itu hantu?"
"Bukan. Itu kuntilanak kosan sini. Udah biasa."
Aku langsung senyum kecut.
Kuntilanak? Oke, gapapa. Toh dia gak bisa nagih utang, kan?
Malam Pertama: Ketawa atau Ketakutan?
Jam 01.55, aku belum tidur. Sedang rebahan sambil nonton video kompilasi kucing gendut di YouTube. Tiba-tiba...
Hihihihihihi~
Aku diam. Kucing di video pun kayak tahu suasana berubah, berhenti ngeong.
Hihihihihi~
Suara makin dekat. Jantungku makin kencang. Aku tarik selimut sampai ke dahi.
Tiba-tiba, lampu kamar kedap-kedip sendiri.
Layar HP mati. Wi-Fi disconnect.
Lalu...
Seseorang duduk di ujung kasurku.
Rambut panjang. Pakaian putih. Senyum sinis.
Aku: "K-K-Kuntilanak?"
Dia: "Iya, tenang aja. Aku gak jahat kok. Cuma... bosan."
Sesi Curhat Tengah Malam
Entah kenapa, mungkin karena sama-sama jomblo, aku gak takut lagi.
Aku duduk. Kami saling pandang. Dia nyender di dinding, rambut acak-acakan seperti habis rebonding gagal.
"Udah 80 tahun aku ngekos di sini. Gak ada yang mau temenan. Semua orang kabur tiap aku muncul."
"Ya iyalah, Mbak. Munculnya tengah malam, rambut kayak mi instan setengah matang."
"Duh, sensitif amat. Aku juga pengen eksis. Tapi gak ada yang follow aku. IG aja gak punya."
Aku iseng:
"Mau aku buatin dating app account gak?"
"Boleh sih... Tapi jangan kasih foto full ya. Takut cowoknya kabur duluan."
Malam-Malam Berikutnya: Roommate Tak Terduga
Beberapa malam kemudian, kami jadi akrab.
Dia muncul tiap malam, duduk di ujung kasur, kadang sambil curhat:
"Dulu aku suka cowok pejuang. Sekarang, cowok modal 5 ribu bisa beli boba, udah bikin aku terpesona."
Kadang dia bantu juga.
Pernah aku kehabisan shampoo, tiba-tiba botol isinya penuh lagi.
Aku: "Lho, kok bisa?"
Dia: "Aku isi pakai air sumur tua. Khasiatnya... mencegah pacaran."
Ending yang Tidak Diduga
Suatu malam, dia duduk sambil termenung.
"Aku mau pindah kos."
"Lho, kenapa? Betah dong, ada aku..."
"Justru itu. Kamu jomblo, aku jomblo. Tapi kamu... gak pernah nembak."
Aku kaget.
Aku mau jawab, tapi dia udah menghilang.
Sejak malam itu, suara cekikikan tak terdengar lagi.
Tapi tiap malam minggu, pintu kamar terbuka sendiri. Angin masuk pelan-pelan.
Dan terdengar suara bisikan...
"Jangan terlalu lama jomblo... nanti kayak aku..."
Akhir Cerita
Kini, aku lebih rajin cari pasangan.
Bukan karena cinta. Tapi... takut dikunjungi mantan roommate dari dunia lain.
Dan tiap ada yang tanya, "Kenapa kamu pindah dari 12B?"
Aku jawab:
"Karena ditinggal... sama setan yang lebih perhatian daripada gebetan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Jomblo Masyaallah
Humor(( Quotes absurd & Receh story )) ❝Sudah mengertikah kalian kalau jomblo itu tidak taken?❞ Highest Rank⤵ 16 Oktober 2017 #86 dalam humor 30 Juli 2018 #14 dalam ketawa ! Warning ! Jangan baca cerita ini kalau humor kalian masih berdiri, ayo jongkok d...
