Kencan Online Pertama dan Terakhir

5 0 0
                                        

Aku: "Hai, kamu cantik banget di foto profil. Itu beneran kamu, kan?"
Dia: "Hehe iya dong. Kamu juga cakep banget."
Aku langsung GR. Rasanya seperti dapat cashback 100% dari cinta.

Setelah dua minggu chat intens, akhirnya kami sepakat video call.
Aku mandi. Sisiran. Pakai baju terbaik—yang biasanya cuma kupakai kalau kondangan tetangga.

Tiba-tiba, layar HP menyala.
Wajahnya muncul. Tapi...
Eh?

Aku melihat... temanku sendiri. Cowok. Namanya Joko.

"Eh, kamu?!"

Joko nyengir, "Sori, Bro. Ini eksperimen sosial buat skripsi gue. Tentang perilaku jomblo desperate di media digital."

Aku bengong. "Terus... dua minggu ini?!"

Joko santai sambil ngunyah keripik, "Ya lo lumayan romantis sih. Tapi dikit-dikit baper. Gue khawatir skripsi gue lulus, lo malah jadi bini gue."

Aku langsung uninstall aplikasi itu, sambil mencari... martabak buat penghiburan hati.

Jomblo MasyaallahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang