Dilan kurang peka ver.

528 25 2
                                        

Di suatu malam yang cerah...

"malam itu gelap thor." - Dilan

"Jomblo diem!" - author

Oke, ulang.
Di suatu malam yang gelap...

"Kalo gelap gimana gue liatnya thor? Y x gue bawa senter? Gak high ah." - Dilan

"Bacot lagi ku masukkan rice cooker kau!" - Author

"Astaghfirullahaladzim." - Dilan

- pipp, iklan. Wkwk

Pengulangan terakhir,

Di suatu malam yang sejuk, terlihat seorang pemuda sedang berjalan-jalan di taman kota. Tau dong namanya siapa? Pasti, lah. Orang di atas udah berisik duluan. Siapa lagi, kalo bukan Dilan.

Disaat Dilan sedang asik menyusuri taman, tiba-tiba muncul seorang pemuda menghampirinya.

"Mas?" tanya pemuda tersebut. "Ya? Kamu manggil saya?" jawab Dilan seraya menatap mata pemuda itu. Eak tatap-tatapan.

"Benar." balas pemuda yang diketahui berinisial Durex. "Ada apa memang?" tanya Dilan. "Saya mau bertanya sama mas."

"Oh, silahkan." ramah Dilan. "Mau nanya apa?" lanjut Dilan.

"Itu, mas. Anu." jawab Durex tergagu. "Anu apa?" bingung Dilan. "Itu mas, Mileanya kemana?" kata Durex sedikit terbahak saat selesai mengucapkan kata terakhir.

"Oh, Milea. Kemarin saya tenggelamin di rawa-rawa." jawab Dilan enteng. "Lah kenapa?" heran Durex yang awalnya berniat mengejek Dilan, namun berujung kebingungan.

"Itu, Mas. Kemarin dia bilang ke saya, katanya 'tenggelamin dedek di rawa-rawa bang'. Yaudah, saya turutin akhirnya." jawab Dilan seraya menirukan gaya Milea ketika mengucapkan kalimat bercetak miring.

"Gini nih kalo kebanyakan rindu." kata Durex seraya berlalu meninggalkan Dilan yang masih terpaku dengan permintaan terakhir Milea.

Jika saja perutnya tidak memberi alarm, mungkin Dia akan tetap berdiri disitu sampai mikroba laut nikah sama komputer.

Namun, saat Dilan ingin pergi meninggalkan area taman. Ada seseorang misterius menepuk bahunya dari belakang. Karena merinding, Dia pun hanya bergumam tanpa ada niatan untuk melihat ke belakang.

"Mas." kata orang tersebut. "I-iy-iya?" balas Dilan. terbata-bata. "Pesen rindunya 100 tusuk dong." kata sosok misterius tersebut diikuti tawa seramnya.

- tamat.

Like? Comment? Dont forget to share this story to your friends!

Btw, garing, ya? Kwkw
Maapin lah maapin, maklum. Buka kebanyakan masako, ehe.

Oiya, satu lagi.
Rifki mau ngucapin selamat berpuasa buat semuanya.
Semangat puasanya!
Sahur pake makanan ya, jagan pake janji manis. Eh
Wkwkwk

Wassalam.

Jomblo MasyaallahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang