Terkesan

17 0 0
                                        


Jam 850 pagi - ada panggilan tak berbalas - IBU - aku cuba panggil kembali.

"ya kenapa bu?"
"xdalah saja"
"oh okay. sy baru bangun"
"oh yala. saja kol tadi"
"okay bu. bye"

awkward.
Masihkah rasa sakitnya aku?- tapi dia IBU - Masihkah sentap hatiku? - tapi dia IBU.

Setiap anak mahu beri yang terbaik untuk kedua orang tuanya - begitu juga aku - walau kadang sikap yang lalai - sering menyusahkan - tiada matangnya membuat keputusan - hancur jiwanya saat tahu kebenaran - tetap - aku juga mahu jadi anak yang terbaik.

Biar berkurang apa yang perlu dibelanja - asalkan aku tidak meminta - bukan bermakna orang tua tidak memberi - cuma - aku tahu aku belum layak untuk terima lbih dari apa yang diberi.

SABAR - itu seringkali diulang - orang tua mana tak sayang akan darah dagingnya - walaupun kau sering dibanding - kau sering direndahkan - percayalah - mereka tetap rindu rinduan bila berjauhan.

SABAR - itu seringkali aku kata pada diri - agar tiada yang tersakiti - agar aku bisa bersembunyi - bukan jasad - namun hati. Entah - nanti nanti - bila aku graduasi - aku pun tak tahu - aku ini satu kebanggaan atau pun beban.

Cuma nya - nanti - bila aku punya kerjaya sendiri - tiada apa yang aku janji - melainkan berkat wang yang aku terima - untuk aku beri pada mereka - biarpun angka lima sifar sebulan.

IBU, aku hilang dari kamu tak bermakna kamu hilang juga dari doaku.

Maaf ibu, aku cuma mahu kau bangga punya anak seperti aku. Bila satu saat nanti, aku graduasi - kau bisa kata ke teman mu - itulah anak perempuanku,kebanggaanku. ☺

GraduasiStories to obsess over. Discover now