Part 21

539 42 20
                                        


























Happy Reading.














Pov

Semua yang berada di ruangan tersebut tercengang mendengar suara yang tidak asing bagi mereka. Suara yang mana selalu mereka takutkan jika berada di sekeliling mereka, sosok yang lebih seram dari kakak pertama mereka.

"Kenapa kalian diam?" Ucap orang tersebut.

"I-itu hum dia." Ucap Shani terbata-bata karena takut.

"Jawab Shani Indira Natio." Ujarnya tegas.

"De-dedek i-ilang." Ujar Shani lirih.

"Apa? Kenapa bisa dedek ilang hah?" Ujar orang itu marah.

"Ma-maaf kami tadi ada problem sedikit, bukan kami tapi aku yang buat dia sampai kabur." Ujar Shani takut.

"Gue tebak, pasti dedek Loe bentak kan mangkanya dia kabur. Pasti juga loe ketahuan kan kalau loe pacaran, udah gue bilang Shan mending jujur dari pada di tutup-tutupin dari dia. Buat kalian juga kalau punya pasangan lebih baik jujur jangan kayak anak kecil." Ujar orang itu tahu semuanya.

"Ma-maaf." Ujar mereka.

"Maaf loe semua ga ada gunanya, kalau udah kayak gini siapa yang di salahin hah. Kalian harus mikir dedek itu bukan anak kecil lagi, dia udah beranjak jadi remaja dewasa. Kalau kalian ngasih tau pelan-pelan juga dia bakalan ngerti dan paham, bukan malah kayak gini kalian sembunyi-sembunyi di belakang dia." Ujar orang itu lagi.

"Masalahnya gue ga tau kalau akan jadi kayak gini nan." Ujar Shani marah.

"Shut up, gue ga mau denger penjelasan loe ya Shan. Gue mau ngasih kejutan ke dia kalau gue balik dari jepang untuk dia, tapi kenapa loe malah bikin semuanya hancur." Ucap orang itu tak lain ialah Jinan.

Jinan adalah sahabat Shani sekaligus orang yang di jodohkan dengan Sisca sejak dulu. Ini memang gila karena Sisca dengan Jinan terpaut jauh umurnya, tapi ini pesan dari keluarga mereka yang memang mewasiatkan kalau Sisca nikah dengan Jinan.

Jinan juga termasuk orang paling dekat dengan Sisca, bahkan Sisca sangat-sangat nempel dengan Jinan. Bahkan kakak-kakak Sisca semua cemburu jika melihat kedekatan Sisca dengan Jinan. Tapi karena suatu hal saat Sisca masih duduk di SMP Jinan harus pergi ke Jepang di karenakan ada kendala bisnisnya.

Ia berjanji kepada Sisca akan secepat mungkin kembali ke Indonesia, tapi sayangnya pekerjaan itu rumit hingga memakan waktu yang amat lama. Dan sekarang saatnya dia kembali ke Indonesia untuk bertemu gadis yang telah mencuri hatinya sejak masih kecil.

"Loe apain Sisca sampai dia kabur dari rumah, ga mungkin kan kalau cuman berdebat aja." Ujar Jinan.

"Oke gue akuin nan gue salah, gue bentak dia sampai dia nangis. Tapi gue ga sadar kalau bentak dia nan gue pusing." Ujar Shani keras kepala.

"Ini nih yang ga gue suka dari loe Shan, loe dari dulu kalau ada masalah pribadi selalu aja adek loe yang jadi sasaran. Gue tau loe lagi ribut kan sama pacar loe mangkanya loe lampiaskan emosi loe ke adek loe. Loe sadar ga sih dia adek loe bukan musuh loe." Ujar Jinan kesal.

"Demi tuhan nan gue ga sadar, sekarang gue bingung nyari dia dimana. Sedangkan hp dia ada di tas, dan itu ketinggalan di mobil gue. Gue bingung nan mau nyari kemana lagi, gue udah coba nyari sekitar sekolah kita tapi nihil." Ujar Shani menangis.

"Itu tandanya loe bodoh Shani, mangkanya dengerin gue ngomong dari dulu juga gue ga setuju loe pacaran sama tuh laki-laki. Dia itu ga bener, sejak loe sama dia loe jadi sensi dengan Sisca jadi lebih protektif sama Sisca. Tapi secara ga sadar loe itu malah buat Sisca jauh sama loe dengan sikap loe yang kayak gini." Ujar Jinan.

"Loe tau apa sih nan tentang gue, tentang cowok gue emang loe tau apa soal vino hah." Ujar Shani emosi.

"Loe tuh sadar ga sih Shan kalau vino itu brengsek, dia itu bajingan kecil yang deketin loe cuman buat ambil harta loe semua. Dia itu mainin cewek dimana-mana buka mata loe Shan jangan jadi wanita bego karena cinta buta loe itu." Ujar Jinan penuh emosi dan tekanan.

"Maksud loe apa?" Ujar Shani bingung.

"Jangan loe pikir gue jauh dari kalian semua, gue ga mantau kalian ya. Gue selalu mantau kalian diam-diam bahkan gue udah nyelidikin vino siapa sebenarnya. Dan bener dugaan gue vino deketin loe atas dasar harta loe yang berlimpah, tapi sialnya loe bodoh terjerat sama umpan vino si brengsek itu loe liat aja video ini." Ujar Jinan.

Jinan orang yang selalu perduli dengan seseorang yang ia sayangi, terutama Sisca dia tidak ingin Sisca kenapa-kenapa. Dan vino tau kelemahan Shani ada di Sisca, vino akan mengambil alih semuanya saat mereka sudah menikah dengan ancaman jika tidak menuruti vino maka Sisca jadi jaminan.

Jinan tau tentang ini pun menjadi murka dia selalu memantau gerak-gerik vino, dan lebih parahnya lagi vino ini suka judi sampai mempunyai banyak hutang. Itu sebabnya dia mendekati Shani agar bisa membayar semua hutangnya. Semua kebusukan vino sudah di rekam oleh anak buah Jinan, dan sekarang video itu ia tunjukan kepada Shani.

"Brengsek, vino brengsek bajingan itu pantas mati." Ujar Shani dengan emosi membara.

"Memang anjing ya si vino ini, gue juga udah ngerasa sih nan kalau Cici itu cuman di manfaatin aja. Tapi memang Cici yang ga enakan orangnya jadi gampang luluh." Ujar Feni emosi.

"Dari dulu juga gue udah ga setuju sih udah kelihatan dari tampangnya." Ujar Anin.

"Apa lagi gue ga setuju pake banget." Ujar Gracia.

"Tunggu dulu jangan loe lakuin sekarang ini, karena yang lebih penting sekarang adalah sisca. Kita harus cari Sisca gue ga mau Sisca kenapa-kenapa di luar sana." Ujar Jinan.

"Iya bener kata inang, sekarang ini yang harus kita cari si dedek. Apa lagi dedek harus minum susu kan terus dia gimana kan hp dia susu dia di rumah." Ujar Anin cemas.

"Maafin Cici ya nin gara-gara Cici semuanya jadi berantakan kayak gini." Ujar Shani merasa bersalah.

"Stop saling salah-salahan sekarang kita harus istirahat kita pikirin ini besok lagi, gue udah capek pusing karena perjalanan jauh. Di tambah orang yang gue sayang ga ada di rumah, gue jadi ga bisa mikir." Ujar Jinan.

"Tapi nan ini udah larut malam gimana kalau dia kedinginan di luar sana." Ujar Shani khawatir dengan si bungsu.

"Percaya sama gue Shan, gue yakin Sisca di luar sana baik-baik aja. Besok kita cari keberadaan Sisca dimana karena kalau di cari sekarang ga memungkinkan ini sudah malam sekali." Ujar Jinan.

"Benar ci ada baiknya kita istirahat sambil berfikir buat besok nyari dedek dimana. Kalau kita paksa yang ada kita down ci, kalau sakit bisa-bisa dedek ngerasa bersalah padahal kita yang salah." Ujar Feni membenarkan ucapan Jinan.

"Ya sudah kalau itu yang terbaik, sekarang kita istirahat besok kita lanjut cari dedek." Ujar Shani dengan berat hati.

Semuanya pun hanya mengangguk atas perkataan Shani, lalu mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat. Di sisi lain Sisca pun juga beristirahat, dia di jaga dengan baik oleh Celine..










































Bersambung.



















Tinggalin jejak ya..


















Btw gue ga yakin Sisca pacaran beneran beliau nih suka kali ngeprank.. 🫠🫠🫠

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 17, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Possesive SisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang