ELEVEN

351 32 6
                                        

keesokan harinya, di pagi ini sangat tumben zana bangun kesiangan dan dia hari ini ada kelas pagi, dan jadilah zana sekarang sangat terburu buru untuk menyiapkan semua kebutuhan nya untuk ke kampus

"hisshhh kenapa bisa telat bangun gini si, padahal aku udah setel alarm pas waktu" gerutu zana

zana menuruni tangga dengan sedikit berlari tanpa di duga arletha yang juga sedang menaiki tangga bertujuan untuk membangunkan zana namun saat dia akan melangkahkan kakinya ke tangga dia sudah dulu melihat zana turun dengan terburu-buru, dan betul zana akhirnya menabrak tubuh arletha tanpa di sengaja.

posisi ini, posisi yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya baik oleh arletha maupun zana, arletha menahan tubuh zana agar tidak jatuh dengan memegang pinggang ramping zana, sedangkan zana memegang leher arletha untuk berpegangan menahan berat tubuhnya, mata mereka saling memandang baik arletha maupun zana tidak ada yang ingin melepas pandangannya

deg
deg
deg

ntah suara detak jantung siapa, yang jelas mereka sedang menikmati momen ini sampai akhirnya dering dari ponsel zana membuyarkan tatapan mereka

ddrrttt ddrrttt ddrrtt

"hmmm mmmm maaf kak, aku gak sengaja tadi aku buru buru gak liat kalo ada kakak" ucap zana dengan nada yang merasa tidak enak

"i iyaa nggak papa" arletha menjawab dengan sama gugup nya seperti zana

zana mengangkat telp nya yang ternyata itu dari dini
"halo zan, lu dimana ini kelasnya udah mau di mulai" tanya dini
"aku kesiangan din, ini baru mau jalan ke kampus"
"yaudah cepet, semoga aja dosennya masuknya agak telat"
lalu zana mematikan sambungan telp nya, dan menatap ke arah arletha yang diam sembari memperhatikan zana yang sedang berbicara di telp nya

"lu mau ke kampus kan? bukannya ada kelas pagi bentar lagi kelasnya mulai, ayok gue anter" lanjut arletha

"iya kak ini dini barusan telp kalo kelas sebentar lagi di mulai, kalo gak ngerepotin boleh kak"

"gak ada yang ngerepotin kok, yaudah ayok"

sepanjang perjalanan arletha dan zana tidak ada yang membuka obrolan terlebih dahulu, arletha yang fokus dengan jalan dia sedikit ngebut membawa mobilnya karena tidak mau zana telat masuk kelas pagi ini, sedangkan seseorang yang di sampingnya masih mencerna semua kejadian di pagi ini ntah apa yang dia rasakan kenapa jantungnya seperti berdetak 2kali lebih cepat.

saat zana masih asik dengan pikirannya mobil yang mereka kendarai berhenti dan pas di depan gerbang kampus zana, zana akhirnya tersadar dari lamunannya lalu dia menoleh ke arah arletha yang juga sedang menatap ke arah dirinya

"makasih ya kak, aku turun dulu kalo gitu" ucap zana, saat hendak membuka pintu mobil, arletha menahan lengan zana

"tunggu zan..." zana yang kaget dengan sentuhan itu lalu menoleh kembali ke arah arletha lalu pandangannya berpindah ke arah lengan yang sedang di pegang oleh arletha, arletha yang sadar kemana arah tatapan zana pun bergegas melepaskan genggamannya

"s sory zan, gak bermaksud" ucap arletha dengan canggung
"nanti kalo udah selesei lu bisa kabarin gue" lanjut arletha

"iya kak, sekali lagi terimakasih ya" arletha merespon dengan anggukan, lalu zana membuka pintu mobil dan segera menuju ke kelasnya, dia sudah sangat yakin kalo dia sudah telat dan pasti sudah ada dosen yang ngajar.
.
.
selesei kelas zana tidak langsung pulang, ia dan dini singgah sebentar ke perpustakaan kampus untuk menyalin beberapa materi

"zan, gue liat liat kak elang kayaknya suka sama lu" ucap dini, zana yang mendengar dini berkata seperti itu lalu mendongak ke arah dini

"nggak mungkin kak elang suka sama aku din, aku juga udah anggap dia kaya temen biasa" jawab zana

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Arletha Zana (GxG)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang