Bab 6 - Masuk Rencana

25 2 10
                                        


⚠️CW/TW⚠️

Happy Reading

"Tidak ada masa lalu yang benar-benar selesai sampai Ia menyelesaikan semua rencananya dengan sempurna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak ada masa lalu yang benar-benar selesai sampai Ia menyelesaikan semua rencananya dengan sempurna."

- (J)ustice Bab 6 -


"Jelasin ke gue rencana brengsek di otak lo itu?!"

Tiba-tiba saja Heza duduk di hadapan Gevril seraya mendekat. Pupil matanya menatap intens pupil legam sahabatnya. Sementara orang yang diajak berbicara asik mengunyah makanan yang tersisa di atas piringnya.

"Gev, lo gak bisa deketin dia!"

"Karena dia mantan temen SMA lo?" Gevril bertanya dengan dingin.

"Ini bukan soal dia temen gue atau bukan pas SMA, tapi-" Heza tampak bingung bagaimana caranya ia menjelaskan semua hal tentang Lian.

"Pokoknya lo gak bisa deketin dia, TITIK!" tekan Heza tanpa bantahan.

"Dia-"

"I said no!!" sergah Heza dengan tegas.

"Lo gak punya hak."

"No, i have! Gue tau semuanya tentang dia, even tentang masalah temen sekelas gue yang tiba-tiba kecelakaan karena bermasalah sama dia. Dia bukan tandingan lo!"

Bukannya membantah Gevril justru tersenyum picik seolah tengah merencanakan sesuatu dalam benaknya. Entah rencana seperti apa, yang jelas Heza tahu bahwa saat itu juga Gevril sedang menyusun teka-teki permainan baru. Di hadapannya Heza hanya bisa menghela napas jengah. Biarlah si keras kepala ini tersandung ajalnya sendiri.

"Soal kemarin gimana?" Gevril mengalihkan percakapan.

"Siil kimirin gimini?" ledek Heza, ia lantas mengambil alis jus alpukat yang ada di sebelah piring Gevril untuk kemudian menyeruput hingga tidak tersisa.

"Besok-besok kalau mau main tuh minimal briefing dulu sama gue! Lo pikir gampang menghapus noda darah sebanyak itu?!"

"Bajingan itu meninggal?"

Ingin rasanya Heza memaki lelaki yang ada di hadapannya ini. Setelah ia menguliti sang korban lalu membuat buta kedua matanya, hingga menggoreskan gambar timbangan di lengan sang korban, bagaimana bisa ia berlagak sok kaget.

"Jasadnya?"

"Masih di posisi sebelumnya."

Gevril mengangguk kecil sebagai respon.

"Pria itu... salah satunya?"

"Hmm, dia salah satunya. Jaksa yang dengan sengaja meminta hukuman mati kepada hakim untuk orang yang tidak bersalah," paparnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

(J)usticeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang