21

99 7 0
                                        

16.okt.2025

biasanya kalau asahi, yedam atau doyoung yang sakit. mereka akan nempelnya sama anya, tapi ada juga anak-anak hoonsuk yang kalau sakit, nempel banget sama ayahnya,

contohnya si sulung

dari tadi pagi sampai siang, si sulung nangis terus sambil manggil ayahnya, dan enggak mau makan sebelum disuapin si ayah

"hhhngg anyaa.... mau ayaaah" ucap si sulung pelan, suaranya juga cukup tenggelam karna dipeluk hyunsuk

"iyaa nak, sebentar lagi ayah pulang" ibu muda itu mengelus lembut punggung si sulung

"ayah pulang" suara jihoon terdengar dari balik pintu

"hiks, ayaaah" rengek yoshi, air matanya ngalir lagi. hyunsuk senyum dan langsung ngambil hp yang ada dimeja buat di videoin, sayang kalo gak jadi kenangan

"momen semanis ini sayang kalo ga direkam"

"iyaa tunggu yaa" jihoon buka jas dan dasinya, hanya menyisakan kaos putih yang menempel di badannya, jihoon langsung angkat tubuh yoshi dengan entengnya dari pangkuan hyunsuk

"sstt, ayah disini nak" jihoon mengelus punggung yoshi yang sedang bersandar di dadanya, akhirnya tangis si sulung mereda setelah digendong dan berjalan kesana kemari

video itu, hyunsuk langsung posting di apk toktok, belum sampai 5 menit udah nyampe 1 juta viewers

"mas, ochi belum makan"

"yaudah, mas suapin ochi. kamu istirahat ya sayang"

"iyaa mas" senyum hyunsuk mengembang.... tiba-tiba

"haccuh!" si sulung kedua bersin, hyunsuk sama jihoon tatap-tatapan dan akhirnya senyum




aroma bubur ayam buatan hyunsuk menguap di seluruh dapur, cukup membuat nafsu makan yoshi muncul

"waahh, buburnya enak niih" puji jihoon

"iyaa dongg, siapa dulu yang masak"

"ochi, makan ya nak. aaaa" jihoon menyodorkan bubur ayam yang dibuat istrinya dengan kasih sayang, Yoshi pun menerima dengan senang hati

"yeaayy, anya juga makan... Aaaaa" jihoon mau nyuapin hyunsuk juga

"enggak mauu"

"hmm.." jihoon mundurin lagi sendoknya "pesawat mau masuk, aaaa..." jihoon nyodorin sendoknya lagi, eh hyunsuk buka mulut juga, wkwk

"yeayy...... ochi lagiii"

"eum" yoshi menggeleng "ayah duluu" 

"oohh iyaah lupa" jihoon menyuapi dirinya sendiri, dan kemudian yoshi, begitu terus

"hmp!" junkyu muncul dengan pipi yang dikembungkan "gak ngajak-ngajak ajun"

"sini ajun" panggil yoshi

"hmp!! gak mau, ajun ngambek"

"sok ngambek lu gembrot" sahut jihoon

"biarin!"

"anyaa!!" teriak yoobin, lalu menubruk tubuh hyunsuk

"Hati-hati nak"

"hehe iyaa anya, wlee ajun sendiri" ledek yoonbin sambil ngejulurin lidahnya

"sama setan itu" sahut jihoon

hyunsuk langsung hitung mundur "tiga, dua, satu"

"HUAAA ANYA!!" tangis junkyu akhirnya pecah, boneka shinchan yang dipegangnya jatuh

jihoon sama yoonbin ketawa puas
"ahaha, maaf-maaf" jihoon nyamperin junkyu terus ikut gendong anak keduanya itu, jadi lah dua bocil yang nemplok ke dia, soalnya kalo hyunsuk enggak kuat gendong dua orang sekaligus 😄












malam harinya... yoshi tidur di kamar hoonsuk, panasnya lumayan menurun tapi tidak dengan si adik, badan junkyu tiba-tiba panas dan tidak bisa tidur, dan berakhir di pelukan jihoon

"nina bobo~ ooh nina Bobo~ kalau tidak bobo di gigit nyamuk" jihoon menempelkan pipinya diatas kepala junkyu, tangannya senantiasa mengelus lembut punggung si anak

berjalan kesana kemari sambil menggendong junkyu, sampai akhirnya jihoon sampai di dapur karna haus, setelah selesai minum si ayah duduk di kursi meja makan, menahan rasa kantuk yang sudah menyerang

"kalo lagi sakit gini kamu kayak keliatan kecil nak" jihoon menatap wajah junkyu, pipinya sedikit kemerahan karna panas, matanya juga sedikit basah karna menangis

tadi jihoon sempat menjahili tidak mau menggendong anaknya itu, sesekali jihoon akan mengusap ingus junkyu yang terus keluar

5 menit kemudian, hyunsuk mencari suaminya setelah junghwan tidur, ia menemukan jihoon tertidur di kursi dapur

"kak, kamu tidur gih. biar aku yang gendong ajun" hyunsuk mengelus pelan rambut suaminya

"gapapa sayang, nanti ajun bangun lagi kalo pindah"

"iyaa juga, yaudah ayo ke kamar"

"ayo"

jihoon menidurkan junkyu pelan di kasur, disampingnya ada yoshi yang sudah tidur nyenyak, disamping yoshi ada yoonbin dan di ujung hyunsuk

"ngghhh ayaah"

"sstt, sstt" jihoon mengelus pelan kepala junkyu, lalu ikut tidur disamping si anak, tidak lupa mengecup pelan ubun-ubun junkyu

Hyunsuk menatap sebentar ke arah mereka dari ujung ranjang — tiga anak kecil yang tidurnya saling berhimpitan, dan satu ayah yang sudah terlelap di antara mereka.
Junkyu meringkuk di dada Jihoon, tangannya masih menggenggam erat kaos sang ayah, seolah takut ditinggal lagi.

Hyunsuk tersenyum kecil.
Pelan-pelan ia menarik selimut menutupi tubuh mereka, memastikan tidak ada yang kedinginan. Lalu, dengan lembut, ia juga membenarkan poni Jihoon yang menutupi mata.

“Capek banget, ya...” bisiknya lirih, suaranya nyaris tak terdengar.

Ia menatap sebentar wajah Jihoon yang damai — lelah tapi tenang, dengan satu tangan masih refleks memeluk Junkyu.
“Terima kasih, kak,” gumamnya, sebelum ikut berbaring di sisi ranjang, mendekat ke arah mereka.

Dalam beberapa menit, semuanya larut dalam keheningan.
Malam itu, di kamar yang hangat itu, empat sosok kecil dan dua orang tua akhirnya bisa beristirahat bersama
dalam pelukan yang tenang, penuh cinta, dan aroma lembut eucalyptus dari balsem anak-anak.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PusingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang