[ Yohan ]
__________*
"Lu ke kamar mandi aja lama banget, Han!"
Yohan nyengir.
"Noh, Ezra ribut banget di kelas."
Yohan melongokan kepalanya ke dalam kelas dari ambang pintu, melihat beberapa murid perempuan dan laki laki sedang ribut karena kedatangan murid dari gedung SMA.
bukan karena Ezra yang mengacau, tapi karena pemuda itu membawa ikut anak anak geng-nya!
Iya, itu sumpek banget kelas Yohan keliatannya.
"Heh, Ezra!" Yohan berseru.
Dan Ezra yang mendengar suara itu langsung berbalik, kilau matanya menjelaskan segalanya bahwa pemuda itu senang mendapati kehadiran Yohan.
Ezra langsung berjalan ke arah pintu, memeluk adiknya dengan erat, seakan mereka sudah di pisahkan oleh lautan.
Yohan mengancam Jake yang sedang melihat mereka tengah meledeknya, sebelum dia melepaskan pelukan itu dan menarik tangan abangnya untuk pergi menjauh dari kelas.
"Ngapain sih ke kelas adek segala?"
"Kamu lama banget."
"Ya kan adek ke kamar mandi."
"Ngapain kamu di kamar mandi?"
Lidah Yohan kelu, "erhm.. Berak."
Ezra mengagguk paham, kemudian menyuruh semua temannya untuk mengambil meja mereka sendiri, Ezra tak mau di ganggu kebersamaannya dengan adiknya.
"Kamu gapapa?"
Yohan menganggukkan kepalanya, "emangnya adek keliatan kenapa napa?"
Ezra mengangguk.
"Kamu pucet."
Yohan kembali mengingat kejadian di kamar mandi sebelumnya.
Saat ingatan Johan merasukinya, amarah yang entah milik siapa bergejolak, begemuruh di dadanya. Yohan tidak mengerti apakah amarah itu di tujukan untuk Joseph ataukah memang dia kerasukan setan penunggu sekolah beneran.
Dan Yohan di buat semakin bingung, saat mendengar langsung jika seseorang yang mendorongnya mati, langsung dari mulut si pembunuhnya.
"Kayaknya gua gila, deh."
"Hm? Kamu kenapa?"
Yohan menggeleng, terkekeh dan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka, "katanya nanti di sekolah mau ada tawuran, ya?"
"Pasti kamu denger dari si bajingan kecil itu."
"Hei!" Yohan menyentak tangan abangnya, "namanya Jake!"
"Ga peduli," Ezra meremas erat tangan adiknya, "kita pulang nanti di jemput sama pak Djarot."
Yohan melengos, mengingat supir baru yang ayahnya pekerjakan untuk menjadi supir pribadi dia dan Ezra. Supir tua itu beneran ga nyambung kalo di ajak ngobrol, tapi kerjanya cepet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yohan [ END ]
Teen Fiction[ Brothership, Friendship ] Yohan itu selalu bangga sama tubuh bongsor tingginya, bahkan teman temannya selalu memanfaatkan dia untuk memimpin jalanan agar membuat lawan ketar ketir seolah melihat titan. tapi takdir tidak pernah ada yang tau, Yohan...
![Yohan [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/362366748-64-k313790.jpg)