[ Yohan ]
______*
Yohan, Jake dan Rex menetapkan hari jumat untuk bolos dan pergi ke game center di salah satu mall besar di kota mereka.
Tentu saja ketiganya berhasil kabur dari sekolah dengan segala bantuan anak anak Axius yang mudah sekali di bodohi oleh Yohan. Dan Jake sebagai donatur mereka hari ini, memilih destinasi timezone sebagai pelarian mereka.
Semuanya atas usulan dari Yohan.
Saat pelajaran MTK di mulai, Yohan mulai mengeluh pusing dan bosan sampai sampai tercetus lah ide untuk bolos sekolah, dan Jake pun langsung menghubungi Rex yang nempunyai kelas berbeda dengan mereka.
"Lu berubah banget, Han."
Yohan menoleh, mendongak agar bisa bertatapan langsung dengan Rex, "berubah gimana?"
Rex yang sedang menembaki zombie di layar terkekeh, "berubah aja."
"Hm?"
"Rasanya asing," Rex tetap fokus pada gamenya, membiarkan hening mengetuk pintu hati keduanya, Jake sedang sibuk bermain memasukan bola basket, jauh dari mereka.
"Tapi gua jujur kalo, lebih nikmatin lu yang sekarang."
"Maksudnya?"
"Gua suka Johan yang manis, Johan yang lembut, Johan yang perhatian," Rex menembaki zombie dengan lebih brutal, "tapi rasanya gua ga pernah bisa masuk ke dalam dunia Johan--"
Rex menyelesaikan gamenya, tersenyum senang karena tulisan di layar menunjukkan kata 'You Win', "--kayak, ada sekat yang Johan buat biar gua ga bisa masuk atau sedikitnya merasa 'kenal' sama dia."
"Johan asing buat gua, Han."
Yohan memperhatikan saat urat urat di leher Rex mengerat, manik hitamnya terfokus pada tato bunga milik Rex.
"Tapi entah gimana, gua selalu mau jadi orang pertama yang bisa berguna buat dia."
"Gua gila? Mungkin, iya. Hidup gua kekerasan isinya, temen, geng, bahkan keluarga gua keras, Han."
"Dan Johan, dateng, kayak cahaya, gua tenang untuk sesaat tapi frustasi, Han," Rex sedikit menunduk, menatap lamat bola mata milik Yohan, "frustasi, karena gua ga pernah ngerasa kenal sama dia."
Yohan menelan ludahnya dengan susah payah, "lu ngomong begitu, kayak ngomong sama orang lain, gua Johan."
"Ya, lu lupa ingatan, kan?"
"Rex, gua gatau harus nyikapin kayak gimana, tapi lu orang yang paling peduli dan berlebihan soal gua, gua ngerasa.. " Yohan mencoba mencari kata yang tepat yang bisa ia utarakan, ".. Gua ngerasa kayak, lu bener bener ngeliat ke arah gua, kayak gua tuh berarti banget dan gua bersyukur akan hal itu."
"Star syndrome gitu, ya." Rex terkekeh, dan mengacak surai temannya.
"Bangsat," Yohan menendang tulang kering temannya sampai Rex mendesis kecil.
Jake berjalan mendekati keduanya bersama boneka beruang coklat di tangan kanannya, pemuda itu tersenyum lebar sambil mengangkat bonekanya tinggi tinggi, ingin Yohan dan Rex melihat ke arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yohan [ END ]
Fiksi Remaja[ Brothership, Friendship ] Yohan itu selalu bangga sama tubuh bongsor tingginya, bahkan teman temannya selalu memanfaatkan dia untuk memimpin jalanan agar membuat lawan ketar ketir seolah melihat titan. tapi takdir tidak pernah ada yang tau, Yohan...
![Yohan [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/362366748-64-k313790.jpg)