[ Yohan ]
_______*
Hari ini hari minggu, hari kebanggan buat Yohan, bahkan matahari saja ikut bersinar ceria di langit, angin yang berhembus dengan ritme lembut dan langit biru yang cerah. Benar benar gambaran hari yang cerah.
dan Yohan sudah berdiri di atas mobil sedan hitam milik Ernes sambil memegang mic.
"SELAMAT PAGI SEMUANYA!!!"
Ernes yang baru saja menginjakkan lantai satu kebingungan, alisnya mengkerut namun tak ayal langkah kakinya berjalan keluar dar pintu utama, dan sudah menemukan Sabiru serta Ezra, berdiri menghadap ke arah garasi.
Ernes berjalan lebih mendekat, dan terkejut melihat Yohan yang sedang berdiri di atas mobil kesukaannya, memakai piyama biru bergambar tupai.
anak itu pasti akan membuat keributan pagi ini.
"SEMUANYAAA!! TEPUK SEMANGAT PAGII."
hening.
Ezra hanya sibuk menyilangkan kedua tangannya sambil tersenyum kecil melihat tingkah adiknya, sedang Sabiru langsung menarik lengan anak itu sampai Yohan harus terjatuh, ke dalam pelukan abang pertamanya.
"Bisa ga jangan buat ribut pagi pagi," Sabiru menatap tajam pada adik bungsunya tapi karena Yohan hanya membalas dengan kekehan, membuat ia gemas dan langsung menggigit kecil hidung Yohan.
"Jorok lu!" Yohan mengibaskan tangannya, "belum gosok gigi, kan?"
Ernes yang daritadi hanya melihat memijat keningnya dan langsung menyuruh Sabiru untuk menyerahkan anak itu pada pelukannya.
Ernes berjalan masuk ke dalam rumah setelah Yohan sudah ada di pelukannya, dia menghiraukan segala ocehan Yohan.
"Tadi aku mimpi, ayah."
"Masa ya, dinosaurus punya sayap."
"Tapi dinosaurus itu bisa terbang, ayah."
"Padahal kan badannya udah gak sabar itu mau meledak."
Ernes hanya diam, dan setelah langkah kakinya memasuki dapur, dia mendudukan Yohan di kursinya sendiri, kemudian menyuruh Ezra dan Sabiru agar duduk di tempat mereka masing-masing.
Yohan dengan entengnya masih melanjutkan cerita dia di dalam mimpinya semalam, tak peduli jika Ayahnya hanya diam, meletakan nasi di piringnya serta sup jagung yang dia minta tadi subuh kepada nenek Ara.
Sabiru terkekeh, dia pagi ini duduk di sebelah kanan Yohan.
"Kamu cerewet juga ternyata, ya."
"Baru tau, bang?" Ezra mendengus, mengingat dulu ketika dia pernah di fitnah oleh adiknya dan berujung punggungnya menjadi sasaran empuk bagi amarah Ernes.
"Abang gatau aja, adek tuh siswa paling kalem dan idaman banget sama guru guru disana."
"Ga bolos, kan?"
Yohan tersedak ketika pertanyaan dari Sabiru menohoknya, kemudian ia menggeleng cepat, "kagaklah, anak baik baik kayak adek mana pernah bolos."
KAMU SEDANG MEMBACA
Yohan [ END ]
Teen Fiction[ Brothership, Friendship ] Yohan itu selalu bangga sama tubuh bongsor tingginya, bahkan teman temannya selalu memanfaatkan dia untuk memimpin jalanan agar membuat lawan ketar ketir seolah melihat titan. tapi takdir tidak pernah ada yang tau, Yohan...
![Yohan [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/362366748-64-k313790.jpg)