Chapter 26

5.4K 502 12
                                        

[ Yohan ]

_________*

"lu kok gemukan sih, Han?"

Yohan mendelik kesal mendapatkan seruan seperti itu di pagi buta dari mulut Jake yang sedang sibuk mengunyah roti miliknya, ya, roti milik Yohan yang preman itu ambil paksa.

"lu mau bilang gua gendut, hah?"

Jake menggeleng santai sambil terkekeh, "bukan gendut, tapi gemuk."

"sama aja secara ga langsung lu mau bilang gua gendut, kan?"

"engga, siapa yang ngomong kalo gua mau bilang lu gendut."

"biarin aja sih, bapak gua orang kaya ini, berarti gua di kasih makan."

"Han, udah iya santai," Jake tersenyum miris sambil membuka botol mineralnya, "ngegas banget itu romannya, kesel ya, dek?"

Yohan mendengus dan mengambil paksa botol mineral yang masih berada di dalam genggaman Jake.

"Han."

"lu kalo mau bilang gua gendutan lagi, mending diem deh."

Jake tertawa, "bukan, gua mau bilang lu hari ini lucu banget."

"bullshit."

"yeuu, ga percaya," Jake bangkit dari bangkunya, menundukkan setengah badannya agar bisa mencium aroma manis yang sedari tadi mengganggu dirinya, Jake tersenyum ketika aroma itu dapat dia hirup bebas dari rambut Yohan.

namun tentu saja tidak bertahan lama, preman kecil itu langsung berlari keluar kelas ketika Yohan sudah mencak mencak tak suka di perlakukan seperti itu, dan Jake hanya tertawa keras. Merasa terhibur. Menjahili Yohan sudah menjadi rutinitas wajib baginya.

"Jake!!"

"apa, adek??"

Yohan semakin di buat kepalang malu atas balasan Jake, "bajingan!!"

"mulut lu kasar, adekk!!"

Yohan berhenti berlari, menetralkan deru nafasnya yang memburu, kedua tangannya bertumpu pada lutut, kemudian secercah ide hadir ketika melihat Rex sedang memperhatikan mereka dari jendela kelasnya.

"Rex!"

pemuda bongsor itu tanpa di suruh dua kali, langsung berlari mendekat pada Yohan dan mengangkat satu alisnya.

"kejar Jake, pukulin aja!"

Rex tidak mengangguk dan tidak juga mengucapkan sepatah kata namun badannya yang berbalik dan langkah lebarnya yang langsung menelusuri lorong yang sebelumnya di lewati Jake, mejadi bukti, bahwa Rex akan melakukan apapun yang di ucapkan oleh Yohan.

"Emang susah ya hidup jadi calon suaminya Irene, ada aja cobaannya."


[ Yohan ]


"Curang Johan," Jake mencoba menetralkan nafasnya, lidahnya keluar menjulur untuk menjilat sudut bibirnya yang terasa nyeri, "makenya kacung."

Yohan  [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang