[ Yohan ]
_________*
Sesuai diskusi anak Axius kemarin, mereka semua kini sedang berkumpul di belakang sekolah, beberapa dari mereka sudah melepas seragam dan beberapa lainnya masih memakai seragam putih abu.
"Itu bos."
dari kejauhan terlihat sudah Jake dan Rex, dan di belakang tubuh bongsor pemuda bertato bunga itu muncul Yohan yang sudah memakai jaket serta masker dan kacamata hitam.
Iya, mereka bolos.
Emang dasarnya anak badung, milih liburan aja di hari sekolah, izin ke orang tua masing masing ya sekolah, padahal lihat mereka. Bolos. Mau ke timezone lagi.
"Lu serius ga bakal di cariin, bee?"
Yohan membuka maskernya, mengangguk sambil terkekeh kecil, "tenang aja, selagi jam sekolah gua ga bakal di cariin, asal kita pulang sebelum jam sekolah selesai."
"Langsung gua anter pulang?" Jake bertanya sambil memakaikan helm pada Yohan.
"Ya jangan, lah," Yohan naik ke atas motor milik Jake, itu kemauan Jake yang minta agar Yohan ikut naik di motornya, "gua harus balik ke sekolah, kan pulangnya harus sama bang Ezra. Kalo dia tau gua balik duluan, apalagi sama lu, bisa berabe."
"Dia lagi," Jake mendelik kesal mendengar nama itu.
dan Yohan di belakangnya langsung tertawa melihat tingkah Jake. Keduanya, Ezra dan Jake memang seperti kucing dan tikus, Yohan tidak tau mengapa Ezra sangat tidak menyukai Jake atau bahkan Jake yang sangat anti dengan Ezra.
Padahal keduanya terus bersinggungan dengan Yohan, yakni seseorang penting dari kehidupan mereka masing-masing.
Setelah seruan dari Jake untuk berangkat, semuanya serentak langsung menyalakan kendaraan mereka dan berlalu pergi, meninggalkan sekolah, melewati jalan di belakang sekolah. Karena jika mereka lewat depan, sudah bisa di kejar kejar sama pak Tarno, satpam sekolah.
lebih parahnya lagi, mereka akan di laporkan langsung ke BK dan lebih ngenes kalau sampai Ezra tau berita itu.
"Han."
"Huh?"
Yohan berjengit kecil ketika salah satu tangannya di tarik untuk melingkar di pinggang Jake, dia bingung namun tak ayal tetap melakukan permintaan temannya itu.
"Pegangan."
"Huh?", kebingungan Yohan mendapat jawaban dari Jake, dengan meng-gas motornya lebih kencang sampai hampir membuat Yohan kehilangan keseimbangan.
Yohan memukul keras punggung Jake lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jake, bibir kecil itu cemberut sambil menggerutu kesal ketika tawa keras dari Jake dapai ia dengar.
"Kaget, dek?"
mendengar nada mengejek dari orang di depannya membuat Yohan mendengus, "gausah ngeselin sehari, bisa ga?"
"Gabisa, tuh."
"Emang biadab," Yohan menggigit bahu Jake sampai lawannya mengaduh, entah pura pura kesakitan atau memang beneran merasa sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yohan [ END ]
Teen Fiction[ Brothership, Friendship ] Yohan itu selalu bangga sama tubuh bongsor tingginya, bahkan teman temannya selalu memanfaatkan dia untuk memimpin jalanan agar membuat lawan ketar ketir seolah melihat titan. tapi takdir tidak pernah ada yang tau, Yohan...
![Yohan [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/362366748-64-k313790.jpg)