-
-
Spesial Ending, part kali ini aga panjang.
so, jangan lupa kasih vote nya dulu!
happy ending.... eh happy reading wkwk
-
-
"Salma, kamu udah siap?" Panggil Zidan dari luar kamar.
Pintu kamar terbuka, menampilkan Salma dengan pakaian kebaya berwarna hijau toska dan kerudung yang melekat di kepalanya.
Zidan menatap istri kecilnya itu sampai tak berkedip, polesan make up di wajah perempuan itu menambah kecantikan Salma menjadi berkali-kali lipat.
"Maa syaa Allah ini beneran istri gue?"
Salma tersipu malu mendengarnya. "Kak ayo berangkat ih jangan liatin Salma kayak gitu!"
Zidan terkekeh mendengarnya. Lalu ia menggandeng tangan istrinya itu menuruni tangga.
Keduanya berangkat bersama menaiki mobil. Sandi--Ayahnya Salma sudah lebih dulu berangkat dengan Papah dan Bunda nya Zidan.
Selama perjalanan di mobil, Zidan tak henti-hentinya menatap Salma, sesekali ia melihat ke depan, lalu melirik lagi ke arah Salma.
"Iih Kak Zidan fokus nyetir mobil aja jangan liatin Salma mulu!"
"Kenapa emangnya?"
Salma menatap ke arah jendela menahan pipinya yang akan memerah. "Salma malu diliatin sama kaka."
"Aih ko ngeliatnya kesana sih? Liat sini dong, kan suaminya ada disini." Zidan tak henti-hentinya menggoda istrinya itu.
Salma menggeleng cepat. "Gak mau, nanti diliatin sama kaka terus. Mending kak Zidan fokus nyetir aja sana nanti takutnya ada kucing lewat gimana?"
Zidan menahan tawanya, ia sangat suka ketika Salma malu-malu seperti ini.
_________________
"Salmaa!!"
Wati dan Ghea langsung menyerbu Salma ketika perempuan itu baru saja sampai di Sekolah.
"Aku kangen banget sama kalian!" Ucap Salma pada keduanya setelah melerai pelukannya.
"Kita juga kangen sama lo, Sal." Kata Ghea.
"Beda ya lo kalo udah nikah mah, jadi jarang ketemu sama kita." Tambah Wati mengerucutkan bibirnya.
Salma terkekeh melihatnya. "Sekarang kan udah ketemu!"
"Yuk kita duduk disana, gue udah nyediain kursi buat kita bertiga." Ajak Ghea menarik mereka untuk duduk di kursi para siswa yang akan wisuda hari ini.
Pakaian kebaya mereka serempak berwarna hijau toska, dan siswa laki-laki memakai kemeja putih dilengkap jas berwarna hitam.
Acara telah dimulai dengan khidmat, dibuka dengan tampilan dari para penari dan juga sambutan dari kepala sekolah.
Kini giliran pemanggilan para siswa satu persatu untuk mendapatkan medali. Salma, Ghea, dan Wati berdiri membentuk barisan menunggu nama mereka dipanggil.
"Selanjutnya, Salma Putri Prawira kelas 12 IPA 1!" Panggil sang MC dalam mic nya.
Salma berjalan dengan sangat anggun, menghampiri para guru di depan sana, lalu menerima uluran medali dari tangan Bapak Kepala Sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A
Teen FictionBagaimana perasaan kalian jika di jodohkan dengan kakak kelas? ______________ (FOLLOW DULU, SEBELUM BACA !!) Menikah di usia muda tidak pernah ada dalam kamus seorang perempuan bernama Salma Putri Prawira. Ia harus menerima perjodohan ini, karena p...
