Selamat Membaca !!
-
-
-
Sudah 2 jam lebih Salma menunggu ayahnya, tapi tak ada tanda-tanda kedatangan dari ayahnya.
"Nunggu siapa?"
Salma melotot kaget kearah orang itu, dia gemetar saat ini juga.
Ia ingin segera kabur dari hadapan laki-laki itu, tapi dari belakang tangan kekar itu memegang tangannya.
"TOLONGG!!" Salma berusaha melepaskan tangan itu, dan berteriak sekeras mungkin agar ada orang yang menolongnya.
"DIEM!" Laki-laki itu semakin kuat mencengkram tangan Salma.
"Tolong lepasin tangan aku! " Salma terus berusaha melepaskan tangannya dari orang itu, tapi tidak bisa.
Laki-laki itu adalah ADIN, dia adalah masa lalunya Salma. Dia kembali lagi ke kehidupan salma. Salma tau tujuan Adin kembali kesini hanya untuk bertemu dengannya.
"Ikut gue!" Salma dibawa ke dalam mobil Adin dengan paksa.
Salma menuruti perintahnya, dan ia hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya.
Salma merasa takut dengan Adin, karena dulu ia pernah disakiti oleh lelaki itu dan ia tak mau hal itu terulang kembali.
Sementara Sandi--Ayahnya Salma sudah sampai di depan gerbang Sekolah, tapi Sekolah itu terlihat sudah sepi. Ia mencari-cari keberadaan Salma, anaknya. Ia sudah menelepon salma beberapa kali, tapi tidak diangkat telponnya.
Ia juga menelepon temannya Salma, barangkali Salma sudah ikut bersamanya pulang. Tapi kata Wati dan Ghea, Salma tidak ikut dengan mereka. Sandi cemas akan keberadaan anaknya, ia sudah tidak tahu lagi harus mencari Salma kemana.
********
Terdapat rumah mewah dan tinggi, tapi terlihat sepi tak ada orang didalamnya.
Adin masuk sambil terus memegang tangan Salma. Sedari tadi salma terus saja meringis kesakitan sambil terus berusaha melepaskan tangannya itu.
"Adin, lepasin tangan aku!" Akhirnya tangan Salma terlepas dari cengkeramannya. Salma meringis kesakitan dan memijat tangannya yang sudah sakit akibat Adin yang terlalu kuat mencengkram nya.
"Diem disini, jangan kemana-mana." Terlihat Adin melangkah ke lantas atas.
Sementara Salma duduk di kursi ruang tamu. Ia melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam, ia harus pulang, ayahnya pasti sedang mencari nya.
Dan ia juga melihat 8 panggilan tak terjawab dari Ayahnya. Salma mencoba untuk menghubungi kembali ayahnya.
"Hallo, assalamu'alaikum Ayah.."
"Wa'alaikumsalam, nak kamu dima.."
Tutt...tutt..
"Adinn kembaliin handphone aku!"
Entah kapan lelaki itu kembali, tiba-tiba sekarang ia sudah merebut ponsel milik Salma.
Salma berusaha mengambil ponselnya dari genggaman tangan Adin. Tapi tidak bisa karena tubuh Adin yang terlalu tinggi bagi Salma.
Adin memang tinggi, ia juga terlihat tampan jika dilihat dari dekat. Tapi Salma tidak menyukai sifat lelaki itu yang sangat egois menurutnya.
Drrt.. drrtt..
Ponsel itu berbunyi lagi. Adin melirik nama orang yang menelponnya.
'Ayah Sandi'
"Bilang ke Ayah lo sekarang, kalo lo baik-baik aja. Dan jangan bilang kalo lo ada di rumah gue. Paham!" Adin memberikan ponsel itu ke Salma.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A
Fiksi RemajaBagaimana perasaan kalian jika di jodohkan dengan kakak kelas? ______________ (FOLLOW DULU, SEBELUM BACA !!) Menikah di usia muda tidak pernah ada dalam kamus seorang perempuan bernama Salma Putri Prawira. Ia harus menerima perjodohan ini, karena p...
