Selamat Membaca!!
-
-
Sesuai janjinya kemarin malam, ia akan menemui Zidan di tempat markas geng motornya. Salma segera merapikan alat tulisnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Sal, pulang sama kita yuk. Mommy gue udah buatin cemilan. Dah lama loh kita gak main bareng."
"Wati, lo lupa ya? Salma kan sekarang udah punya suami, dia gak bakalan bisa main lagi sama kita." Ghea menepuk pelan tangan Wati.
Wati hanya menampilkan cengirannya. "Hehe, o iya juga ya. Lupa gue."
"Eh btw, lo udah baikan sama kak Zidan, Sal?" Tanya Ghea sembari mengikuti langkah Salma.
Salma menunduk dalam. "Belum, Ghe."
Ghea memberikan senyuman semangatnya. "Gapapa Sal, lo pasti bisa baikan lagi sama dia. Pelan-pelan lo minta maafnya sama kak Zidan, semangat ya."
"Kita anterin lo pulang ya, Sal?" Wati menawarkan.
Salma menggeleng. "Ngga usah Wat, aku mau nyamperin kak Zidan." Ujarnya.
Keduanya mengernyit heran.
"Emangnya kak Zidan di mana, Sal?" Tanya Ghea.
"Semalem kak Zidan gak pulang, dia nginep di markas sama temen-temennya."
"Ya Allah. Lo yang sabar ya. Kak Zidan pasti bakalan balik lagi kok." Ujar Wati menenangkan.
"Iya. Ya udah aku pamit duluan ya. Assalamu'alaikum." Salma melambaikan tangannya sembari berjalan.
"Wa'alaikumsalam."
"Ghe, gue kasian deh sama Salma," ujar Wati setelah Salma menghilang dari pandangannya.
Ghea mengangguk mengiyakan. "Iya. Kita do'ain aja yang terbaik buat mereka."
***
Setelah turun dari angkot, Salma segera menyebrangi jalan, menuju markas Zidan yang ada di seberang jalan, ia juga harus melewati gang terlebih dahulu untuk sampai di sana.
Keadaan tempat itu terlihat baik-baik saja, masih sama seperti dulu saat ia pernah mengunjunginya. Mengingat moment itu kembali, Salma tersenyum seketika.
"Gue gak suka sama dia."
"Awas loh, sekarang bilangnya enggak, tapi nanti gimana. Perasaan orang gak ada yang tau, kak." Ucap Salma.
"Kalo emang nanti gue suka sama Laila, itu gak mungkin. Karena--"
Laki-laki itu mendekatkan wajahnya di samping wajah Salma.
"Gue cuman suka sama lo."
Sekarang semuanya telah berbeda, Zidan miliknya sudah berbeda. Salma mendongak untuk menahan air matanya yang akan keluar. Ia menghela napasnya, lalu tersenyum.
Dengan langkah berat, Salma memasuki area markas itu, dan mendapati mereka yang tengah berkumpul.
"Apa persamaan tukang sate sama tukang soto?" Tanya Gusti pada ketiga teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomanceBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)