Assalamu'alaikum, hhi maaf yaa baru sempat upload lagii
jangan lupaa di vote yaa
Happy Reading!!
-
-
-
_____________________________
"Siapa yang nelpon Kak?"
"Zain."
Zidan lebih mendekat ke arah Salma, kemudian ia duduk disamping istri kecilnya itu.
"Anak-anak pada nawarin, katanya mau ngadain acara perpisahan di markas. Sekalian mau ngerekrut anggota baru juga."
Salma hanya memanggut saja mendengarkan suaminya itu berbicara.
"Kapan itu acaranya?"
"Belum di obrolin lagi, besok kayaknya aku mau kesana."
"Salma ikutt ya Kak?" Salma refleks menggenggam pergelangan tangan Zidan membuat laki-laki itu menatap wajahnya.
"Iyaa.."
"Eh tapi Kak, besok kan kita mau jalan-jalan?"
Zidan baru ingat, baru saja ia mengajak istrinya itu untuk jalan-jalan esok hari. "Yaudah, jalan-jalan nya setelah dari markas aja, gimana?"
Salma mengangguk dengan semangat, "Boleh bangett!"
Zidan ikut tersenyum melihat Salma yang kegirangan itu.
_______________________________
Pasutri muda itu turun dari motor saat sudah sampai di halaman markas geng motor itu.
Terlihat tempat itu sudah ramai oleh orang-orang, kebanyakan laki-laki yang ada disana, dan perempuan mungkin hanya ada lima sampai sepuluh orang saja.
Para anggota geng motor itu lantas berdiri menyambut kedatangan sang ketua. Zidan bersalaman dengan mereka satu persatu, tak sedikit dari mereka yang merasa kagum karena melihat ada seorang perempuan dibelakangnya.
Sekarang Salma sudah menjadi pusat perhatian mereka. Dan ia hanya bisa menunduk sambil terus mengikuti langkah suaminya.
"Weyy akhirnya bos kita datang juga. Apa kabar lo?" Gusti menghampiri Zidan seraya bersalaman dengan laki-laki itu.
"Alhamdulillah.."
Kemudian Fahri dan Zain mengikutinya untuk bersalaman dengan Zidan.
"Duduk sini, Dan!" Fahri mempersilahkan Zidan dan Salma untuk duduk di kursi yang sudah disediakan oleh mereka.
Keduanya duduk di kursi paling depan, posisinya menghadap ke arah mereka semua.
"Lo mau minum apa, Dan?" Tanya Zain seraya menunduk ke arah Zidan.
"Gak usah repot-repot. Nanti gue ambil sendiri kok." Jawab Zidan merasa tidak enak.
"Salma?"
"Iya Kak Za?" Salma yang sedang menunduk itu kemudian menatap Zain yang memanggilnya.
"Suami lo biasanya suka minum apa?" Tanya Zain kepada Salma.
Salma mengerutkan keningnya bingung, selama ini Zidan tidak pernah meminta yang aneh-aneh.
"Bentar Kak, Salma mau tanya Kak Zidan dulu, soalnya Salma juga kurang tau kak Zidan suka minum minuman apa."
Zain menghela napasnya. Percuma saja ia menanyakan hal ini kepada Salma jika perempuan itu malah bertanya balik kepada Zidan.
"Katanya gak usah Kak Za, gak mau ngerepotin kalian." Ucap Salma saat ia sudah bertanya kepada Zidan.
"Terserah kalian aja." Pasrah Zain. Zidan yang berada disebelahnya pun terkekeh pelan melihat temannya itu yang sudah habis kesabaran.
"Eh iya, kalo gitu biar aku aja yang buatin minumnya, gimana?"
Zain menatap Zidan, memastikan kepada temannya itu terlebih dulu untuk mendapatkan izin.
Zain mengangguk kecil untuk mengiyakan.
"Kak Zidan aku mau buatin minum dulu sebentar ya," Pamit Salma kepada suaminya itu.
"Iya silahkan, sayang.." Zidan tersenyum menatap Salma.
"Eleuhh-eleuhh, romantisnya gak tau tempat ya lu!" Sahut Gusti dari arah depan sana.
"Bilang aja kalo lo syirik, Agus. Namanya juga pasangan udah halal, bebas lah mau ngapain aja." Timpal Fahri disebelahnya.
"Yeuu nyaut aja lo, gue gak lagi ngomong sama lo ya."
Zidan hanya menggeleng-geleng pelan melihat tingkah kedua temannya itu yang selalu saja berantem, pada mereka sudah pada lulus, tetap saja kelakuannya seperti anak kecil.
__________
Setelah dari markas geng motornya Zidan, Salma dan Zidan kini berada di tepi danau.
Keduanya tengah duduk sambil menikmati pemandangan di depan mereka, hamparan danau yang tenang dan juga pepohonan hijau yang rindang.
Zidan menatap Salma dari samping, kedua sudut bibirnya membentuk senyuman, tangan kekarnya itu terangkat untuk mengusap kepala sang istri.
"Sayang..."
Salma menatap Zidan, perempuan itu tersenyum dengan senang karena Zidan memanggilnya dengan panggilang sayang lagi.
"Iya my suami?" Salma terkekeh geli mendengar suaranya sendiri.
"Setelah kamu lulus sekolah, kita pindah ke rumah kita sendiri ya?"
"Rumah kita, emang kita punya rumah kak?" Tanya Salma.
Zidan mengangguk kecil. "Ada pokoknya, nanti aku tunjukkin pas kita pindahan."
"Iih kenapa gak sekarang aja?"
"Biar surprise."
Salma mengerucutkan bibirnya, lalu ia menghadap ke depan. Hal itu membuat Zidan tertawa, ada-ada saja tingkah istri kecilnya itu.
Zidan mendekat ke wajah Salma, dan dalam hitungan detik Salma terhenyak kaget karena Zidan tiba-tiba saja mencium pipinya. Sangat cepat tapi membuat pipi Salma memerah saat ini.
"Kak Zidan nakal yaa.." Salma menggelitiki pinggang lelaki itu, membuat Zidan tertawa lepas saat ini.
Tak mau kalah, Zidan pun membalas menggelitiki pinggang istrinya.
"Aw kak Zidan geli!"
_______________
Hallo! Thank you yang udah setia baca cerita Salma, satu part lagi cerita ini akan selesai.
Jangan lupa juga follow my ig:
@writter.people71
@siti_rhmh185
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A
Fiksi RemajaBagaimana perasaan kalian jika di jodohkan dengan kakak kelas? ______________ (FOLLOW DULU, SEBELUM BACA !!) Menikah di usia muda tidak pernah ada dalam kamus seorang perempuan bernama Salma Putri Prawira. Ia harus menerima perjodohan ini, karena p...
