19

33 4 0
                                        

hallooo aku dobel up nihhh lagi mood ngetik jendral hehehe, jangan lupa vote nya sama koment koment yaaa🥺🥺🥺
typo bertebaran💗💗


jendral memasuki kelas nya dan ia melihat kembaran nya duduk di bangkunya sambil membaca baca buku nya, ia melihat nya sedikit meresa kesal, entah mengapa tetapi kejadian tadi pagi masih melekat di hatinya.

ia melewati meja mahen, tanpa sengaja ia sedikit menyenggol meja nya, dan minuman yang berada di atas meja mahen jatuh mengenai buku bukunya.

"JENDRAL!!! MAKSUD LO APA APAAN SIH HAH??" marah mahen sembari menyelamatkan buku bukunya.

jendral reflek langsung ikut membantu mengambil buku bukunya dan mengambil pell untuk membersihkan kekacauan, beruntung kelas masih sangat sepi.

"sorry sorry bang gua ga sengaja nyenggol, gua ganti nanti buku buku nya" ucap jendral sembari mengepel lantai.

"gampang lu bilang gitu? tulisan tulisan di buku ini lo juga bisa ganti?? yang udah gua tulis semua buat ujian besok lu bisa ganti jen?" marah mahen dengan mendorong bahu jendral.

jendral yang di dorong pun tersulut emosi. ia menghampiri kembaran nya untuk meninju nya, tetapi ia urungkan niat nya saat melihat siswa siswi beserta gurunya sudah memasuki kelas.

mereka semua kembali duduk ke bangku masing masing dan mengikuti pelajaran dengan fokus, namun tidak dengan mahen yang masih sibuk dengan buku bukunya yang masih basah.

bell pulang sudah berbunyi semuanya sudah kembali kerumah nya masing masing, namun tidak dengan jendral, ia berjalan ke arah lapangan untuk latihan nya dan mengganti pakaian nya.

langit sudah sore semuanya sudah pulang kecuali jendral, ia masih asik memasukan bola nya ke dalam ring, teman teman nya sudah berpamitan untuk pulang namun ia masih enggan untuk beranjak, jadi dia melanjutkan latihan nya sendirian.

saat jendral melompat untuk memasukan kan bola nya ke arah ring sayang pendaratan kakinya tidak mendarat dengan sempurna.

"AKHHHH!!" teriak jendral kesakitan.

jendral bersimpuh memegang pergelangan kakinya, dan mengusap usap nya dengan meringis kesakitan.

beruntung kakinya tidak patah hanya keseleo saja, jendral masih bisa berjalan namun dengan tertatih tatih menuju gerbang sekolah, ia memutuskan kembali ke rumah karena langit yang sudah sangat gelap dan notif dari sang ayah tidak kunjung selesai.

ia memesan ojek untuk pulang kerumah, saat sampai rumah dia segera membayar dan memasuki perkarangan rumah dengan jalan tertatih tatih menuju pintu.

saat di buka sang ayah dan yang lain sudah menunggu nya. namun ia tidak melihat kembaran nya berada di antara mereka, ia berfikir pasti mahen juga belum pulang tetapi kenapa tidak di cari juga??

"kakak pulang" salam jendral lesu.

"jam berapa ini jendral?" ucap sang ayah tegas.

jendral melihat jamnya, ia melotot tidak percaya jam sudah menunjukan pukul setengah 10 malam ia tidak menyadari karena asik dengan bola nya.

"maaf ayah" ucap jendral.

"hanya kata maaf? harus berapa kali ayah bilang?? pulang sekolah itu pulang bukan mainnn saja pikiran nya" marah ayah nya.

"jendral latihan ayah bukan main, tadi pagi jendral sudah bilang kan kalo jendral latihan??" ucap jendral menatap sang ayah dengan nyala.

"ayah bilang apa? engga kan? engga itu dalam semua hal jendral, engga boleh megang motor dan engga boleh latihan, coba kamu sehari di rumah belajar jen? pasti kalo pulang dengan keadaan badan acak acakan entah habis mengikuti ekstra apapun itu" ucap sang ayah panjang kali lebar.

DEAR JENDRAL (slowup)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang