20

24 5 1
                                        

typo bertebaran😉😉





pagi ini ruang makan cukup sunyi mereka tengah makan semua, namun jendral tidak ada di kursi nya ia sudah berangkat terlebih dahulu untuk mengejar bus agar tidak kesiangan, raffi yang biasa di tumpangi sedang sakit jadi tidak bisa menjemputnya.

sesampainya di kelas jendral menyenderkan kepala nya di meja, ia memejam kan matanya sejenak sampai bell masuk berbunyi, kenapa sih kok jendral ga mau bareng sama mahen aja?? gini gais mahen itu pulang nya lebih awal dan jendral pulang nya sedikit telat yang entah tujuan nya kemana tapi pasti utamanya yaitu ektra atau kumpulan organisasi.

jendral anak yang aktif di sekolahan tapi tidak aktif di pelajaran ya karena memang otak dia cepat lelah jika membahas materi tapi jika sudah menggunakan fisik dia pasti paling semangat diantara murid murid yang lain.

hari ini mata pelajaran olahraga ini nih yang jendral sukaa, apalagi materi nya tentang bola basket, sini jejerin semua pasti jendral ratain.

"oke anak anak saya minta satu kelompok 15 orang ya, karena jumlah kalian 30 jadi pas" ucap pak yoga selaku guru olahraga.

"baik jendral dan mahen silahkan memilih anggota kelompok kalian" suruh pak yoga.

"jangan saya pak, saya mau satu kelompok dengan jendral aja" ucap mahen.

"saya yang tidak mau pak" tolak jendral cepat.

mahen mendengar jawaban sang adik merasakan jengkel, baru kali ini jendral menolak dengan nya perihal kelompok.

"apa dia masih marah sama gua ya gara gara semalem?" batin mahen bertanya tanya.


kini pertandingan sudah mulai, walaupun hanya pertandingan seru seruan saja namun jendral tidak bisa mengganggp nya seru seruan, skor antara kelompok nya dan kelompok mahen tertinggal cukup jauh, jendral banyak mencetak angka untuk kelompok nya. tapi kelompok seberang belum bisa mengejar skor jendral, mereka marah karena jendral atlet basket yang tentu saja susah di kejar.

jendral mendrible bola basket nya di depan dia sudah ada mahen yang memblokir arah nya, jendral menatap nya dengan sengit begitupun mahen.

"gua benci lo hen" ucap jendral.

setelah jendral mengatakan hal tersebut mahen langsung terdiam, karena ada kesempatan jendral langsung menerobos menabrak mahen dan mencetak angkanya.

pertandingan di menangkan oleh kelompok jendral mereka berteriak senang namun tidak dengan kelompok mahen yang pada menghela nafas nya dengan kasar karena lelah nya melawan jendral.

jendral masuk kekelas nya dengan meminum air mineral nya, namun langkah nya di hentikan oleh mahen karena tiba tiba di tarik dari belakang.

"kalo ada masalah omongin sama gua sekarang jen" ucap mahen menatap jendral.

jendral membalikan badan nya dan menghembuskan nafas nya lelah.

"paan sih, gua lagi ga pingin debat" ucap jendral dengan santai dan berjalan menuju kursi nya.

mahen mendekatinya namun langkahnya terhenti ketika bintang masuk menerobos begitu saja dan menghampiri jendral.

"wihh sayang ku baru selesai olahraga mau ke kantin ga? kamu pasti laper kan?? aku juga laper hehehe" ajak bintang.

"boleh sayang jendral juga udah bawa bekal, tadi pagi ga sempet sarapan, tapi nanti setelah dari kantin jendral mau mandi ya? gerah banget." ucap jendral.

iya gais kebiasaan jendral setelah olahraga pasti mandi di sekolahan, ia tidak terbiasa mengganti baju langsung saat baru selesai olahraga pasti dia langsung pergi untuk membersihkan diri. apalagi setelah olahraga yang mengeluarkan keringat dengan banyak.

*
*
*
*
*
*

kini jendral berada di halaman belakang sekolah ia mendudukan dirinya di kursi panjang dengan memainkan handphone nya, tanpa ia sadari seseorang duduk berada di sebelah nya.

"jen" panggil orang itu.

jendral yang merasa terpanggil langsung melihat ke arah orang itu, betapa terkejutnya dia bahwa di samping nya ialah gibran.

"kenapa?" tanya jendral kembali fokus ke arah hp nya.

"lo tau kan jen kalo gua dari dulu suka bintang?" ucap gibran melihat jendral yang sibuk dengan handphone nya.

"terus?" cuek jendral.

jendral sebenar nya memang sudah tau kalau dari dulu gibran ini menyukai bintang, sebelum mereka pacaran isu isu tentang gibran yang mendekati bintang itu sudah tersebar di satu sekolah namun bintang tidak memperdulikan nya.

jelas menjadi topik hangat, bagaimana tidak. gibran anak yang benar benar nakal di sekolahan lalu mendekati bintang yang primadona sekolahan dengan berkarakter wanita halus ga aneh aneh soft spoken banget.

"gua ga nyangka jen gua kalah dari lu, sekarang bintang punya lu...gua tau gua selama ini salah karena berusaha ngambil bintang dari lu. gua mohon jen jaga dia ya jen? kalau ada apa apa sama bintang lu yang gua cari." tekan gibran.

"tanpa lu suruh gua buat jaga dia udah pasti gua jaga bran, tenang aja dan maaf gua ga bermaksud ngambil bintang dari lu" ucap jendral menatap gibran dengan menepuk bahu gibran.

gibran hanya bisa menundukan kepala nya, saat asik dengan pikiran nya bintang pun datang. gibran langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua tanpa sepatah kata apapun.

"dia habis ngapain sayang?" tanya bintang heran.

"adalah pokok nya" ejek jendral.

"ishhh kamu ma" geram bintang ia mencubit pinggang jendral pelan. jendral hanya bisa meringis dan mereka tertawa bersama.

namun kegiatan mereka di lihat oleh gibran dari ujung kantin.

"gua lepas bintang ya jen, gua serahin ke lu" gumam gibran dan meninggalkan kantin.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 24 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DEAR JENDRAL (slowup)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang