42 ACARA TERKHIR

1.1K 22 2
                                        




Happy reading....

Pagi terakhir di perkemahan terasa berbeda. Udara dingin menyambut langkah para siswa yang berkumpul di lapangan untuk mengikuti acara penutup. Tenda-tenda mulai dibongkar, menandai akhir kebersamaan yang singkat, namun berkesan.

Apel penutup berlangsung sederhana. Kesan dan pesan disampaikan singkat, diselingi tawa kecil dan tepuk tangan. Beberapa siswa menunduk, menyimpan rasa enggan untuk berpisah. Sebagian lainnya justru tersenyum lega karena lelah dengan seluruh rangkaian kegiatan kemah.

"Gue nyesel ikut kemah," keluh Keisha sambil menyeret tasnya.

"Nyeseeell?" Rhea menoleh. "Kemarin lo yang paling heboh pas game."

"gue kira hadiahnya duit."

"LAH. Siapa yang janjiin duit?" ujar Nura sambil berhenti melangkah.

"Gue sih," jawab Keisha santai. Ketiga temannya langsung menggeleng bersamaan.

"Ngomong-ngomong, ada yang gatel-gatel nggak?" tanya Nesya sambil melipat jaket.

"Gue dari tadi. Nyamuknya nggak sopan banget," keluh Nura sambil menggaruk lengannya. Rhea langsung menyodorkan minyak telon.

"Aw... peka banget sih, beb," ujar Nura. Rhea cuma terkikik mendengarnya.

"Gue nggak percaya ini hari terakhir," ucap Keisha sambil duduk di atas ranselnya, menatap ke arah lain.

"Percaya aja. Tuh, tenda aja udah pada dicopot," jawab Nura santai.

"Aneh ya. Kemarin ribut banget, rasanya pengen pulang. Sekarang malah kayak habis ditinggal mantan," sahut Nesya.

"Dalem banget perbandingannya, padahal ada Nino," timpal Nura jahil.

"Nggak nyambung," balas Nesya singkat. Nura tertawa kecil.

"Eh, tapi sadar nggak? Kita jarang ribut di sini," ujar Rhea.

"Karena capek," jawab Nesya cepat.

"Karena lapar," tambah Keisha.

"Karena nyamuk," lanjut Nura.

Mereka tertawa bersamaan.

Tak lama, bus sekolah datang. Pintu terbuka, suara mesin bercampur dengan teriakan siswa yang ribut mencari tempat duduk. Untungnya, kepulangan sama bebasnya seperti saat berangkat—siapa pun bisa duduk dengan siapa saja.

"AYO CEPET! Gue mau duduk pinggir jendela," teriak Nura sambil mendorong ranselnya.

"Halah, buat nangis ya?" ledek Keisha.

"Suka gue dong," balas Nura cepat.

"Kita duduk sini aja," ujar Rhea sambil menarik tangan Keisha.

"Lo mau duduk dekat jendela atau di sini?" Keisha menunjuk kursi dekat jendela. Rhea mengangguk setuju.

Ponsel Keisha tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan masuk dari Arka.

kamu keluar dulu

"Lo mau ke mana?" tanya Rhea saat melihat Keisha tergesa-gesa meletakkan tasnya.

"Itu di-chat Pak Arka. Nggak tahu mau ngapain," jawab Keisha. Rhea hanya mengangguk.

Keisha turun dari bus dan mengedarkan pandangannya, mencari Arka. Tak menemukannya, ia mengetik pesan.

aku di depan bus, kakak di mana?

di belakang bus ketiga.

rame nggak? nanti ketahuan.

MY POSESIF HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang