45 Rhea??

260 21 0
                                        

Happy reading...

Sepulang sekolah, Keisha, Rhea, Nura, Nesya, Nino, dan Ariel berkumpul di depan kelas. Mereka baru saja mendapat tugas kelompok dari guru keterampilan dan harus menyelesaikannya bersama. Keisha membuka buku catatannya sambil menghela napas.

"Jadi... kita kerja kelompoknya di mana?" Semua langsung saling pandang.

Rhea mengangkat bahu. "Di rumahku boleh, tapi ruang tamunya lagi dipakai Mama."

"Rumahku juga nggak bisa," sahut Nura. "Adikku lagi latihan drum."

Keisha langsung menutup telinganya. "Oh, kalau begitu jangan rumah Nura. gue masih sayang sama gendang telingaku."

Ariltertawa. "Lebay banget."

"Coba aja lo belajar sambil dengar suara drum satu jam," balas Keisha.

"Perpustakaan?" Nino yang sejak tadi diam akhirnya bersuara.

Nesya langsung menggeleng. "Nggak bisa. Tadi gue lihat Tutup."

"Kalau kantin?" usul Aril.

Rhea menatapnya datar. "Kita mau kerja kelompok atau makan?"

"Dua-duanya bisa."

Nura terkekeh. "Kalau sama Aril, kerja kelompok lima menit, makan dua jam."

"Fitnah," protes Aril tak terima.

"Fakta," jawab mereka hampir bersamaan, Aril langsung memasang wajah kesal.

"Terus kita mau di mana?" Nura berpikir sebentar, lalu matanya tiba-tiba berbinar menatap Keisha.

"Rumah gue?" Nura mengangguk, Keisha melotot sambil mengode Aril dan Nino karena statusnya sekarang.

"Aman, kita gak akan bocor kok" ujar Nino yang di anggukin oleh Aril.

"yang penting makanan full" timpah Aril lalu tertawa kecil, keisha pun menghela nafasnya.

"awas aja kalian ember" keisha melotot ke arah Nino dan Aril, lalu keisha mengirim pesan ke Arka untuk minta izin membawa temannya ke rumah dan benar saja arka mengizinkannya.

"ayo..." kelima temannya mengganguk.Mereka berenam akhirnya berangkat bersama.

Begitu sampai di depan rumah Keisha, kelima temannya langsung terdiam.Rumah itu terlihat sangat besar dan megah. Halamannya luas, dengan taman yang tertata rapi dan garasi yang cukup besar.

"Keisha..." Aril sampai menurunkan helemnya cepat yang dipakainya.

"Apa?"

"Ini rumah lo dan pak Arka ?"

Keisha mengangguk santai. "Iya. kenapa"

"Gila... Gue kira rumah lo dan pak arka kaya perumahan biasa aja." Nura melongo melihat bangunan di depannya, karena baru tahu pertama kali tempat tinggal Keisha setelah menikah.

"Jadi pengen punya suami mapan kayak pak arka njir ." Nesya menatap ke sekeliling dengan kagum.

"Mampus No, Nesya mau nyari yang spek kayak pak Arka. bukan kaya lo, sekali lagi gak kaya LO!" ujar Ariel menggoda Nino yang pura-pura cuek. Rhea tertawa kecil mendengar itu.

"Udahlah, Buruan Masuk."

Mereka pun mengikuti Keisha masuk ke dalam rumah, Begitu sampai di ruang tamu, mereka kembali dibuat takjub. Ruangannya luas dengan sofa besar dan meja di tengah. Suasananya nyaman dan rapi, Belum sempat mereka duduk dengan tenang, seorang pembantu rumah tangga datang membawa nampan.

"Selamat sore, Nak Keisha."

"Sore, Bi," jawab Keisha ramah.

Pembantu itu kemudian meletakkan berbagai macam snack di atas meja, lengkap dengan beberapa gelas minuman dingin. kenapa bisa tahu kalau Keisha membawa temannya? karena Arka menelepon bibi untuk menyiapkan makanan mereka.

MY POSESIF HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang