43 PERHATIAN

2.2K 44 8
                                        



Happy reading...

Mobil melambat saat memasuki jalan menuju rumah. Lampu depan menyapu halaman yang sudah familiar bagi Keisha. Arka mematikan mesin tepat setelah mobil berhenti di depan rumah.

"Key" panggilnya pelan.

Keisha membuka mata perlahan. "Hm?"

"Udah sampai."

Keisha mengedip beberapa kali, lalu menoleh ke luar jendela.
"Oh... iya."

Arka turun lebih dulu, membuka bagasi, lalu mengeluarkan ransel dan barang-barang Keisha. Keisha ikut turun, merapikan jaket yang masih dikenakannya.

"Makasi Kak," ucapnya ingin menerima tas.

" aku aja yang bawa, kamu Masuk dulu."

Keisha berdiri sebentar di halaman, menarik napas dalam. Udara malam ini terasa lebih hangat dibandingkan pagi di perkemahan. Lampu teras menyala. Suasana sunyi, hanya terdengar suara serangga malam.

"Kamu makan dulu sebelum tidur," ujar Arka sambil menutup bagasi.

"Nanti, masih capek" jawab Keisha pelan.

"Minum air hangat. Jangan langsung tidur."

"Iya kak ," jawab Keisha menurut.

Ia melangkah beberapa langkah, lalu berhenti dan menoleh kembali.

"Kak." Arka menatapnya.

"Makasih yaa." Arka terdiam sesaat, lalu menjawab singkat.

"Udah kewajiban." Keisha tersenyum kecil.

Lampu ruang tengah menyala redup. Arka berjalan pelan menuju dapur setelah memastikan Keisha tertidur nyenyak di kamar. Ia menuangkan air ke dalam gelas, lalu memasukkannya ke termos kecil—berjaga-jaga kalau Keisha bangun tengah malam.

Ia kembali ke kamar. Pintu dibuka perlahan. Keisha berguling sedikit, selimutnya tersingkap. Arka mendekat, menarik selimut itu kembali, memastikan Keisha tertutup rapi.

Di samping kasur, ransel Keisha diletakkan sembarang. Arka membukanya sedikit—hanya untuk memastikan tidak ada makanan basi atau botol bocor. Ia mengeluarkan jaket lembap, menggantungkannya di kursi.

"Capek..." gumamnya Keisha mengerang kecil dalam tidurnya, Arka berhenti bergerak.

"Iya," jawabnya pelan, meski tahu Keisha tak sadar.

Ia duduk sebentar di tepi kasur, menatap wajah Keisha yang tenang. Lingkar mata samar, rambut sedikit berantakan—tanda hari yang panjang.

Arka mematikan lampu kamar hingga tersisa cahaya temaram dari lampu tidur. Ia pun membaringkan tubuhnya di samping keisha lalu memeluk pinggangnya.

Malam semakin larut. Rumah tenggelam dalam sunyi, hanya suara jam dinding yang berdetak pelan. Keisha menggeliat di atas kasur. Selimut terasa terlalu berat, tapi tubuhnya justru menggigil. Keningnya berkerut, napasnya tidak teratur.

"Dingin..." gumamnya lirih.

Ia membuka mata setengah, pandangannya buram. Lampu kamar masih mati, hanya cahaya samar dari lampu tidur. Keisha berusaha duduk, tapi kepalanya langsung terasa pening.

"Kak arka..." panggilnya pelan, hampir tak terdengar.

Tangannya meraba sisi kasur, mencari sesuatu untuk berpegangan. Tubuhnya terasa panas, tetapi ujung jari dan kakinya dingin. Ia menarik selimut lebih rapat, namun rasa menggigil tak juga hilang. Nafasnya terengah kecil.

"Kak Arka..." ulangnya, kali ini sedikit lebih jelas.

Arka yang tidur sangat nyenyak mendengar samar-samar namanya di panggil, ia pun kebangun dan melihat Keisha yang sudah mengigau.

MY POSESIF HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang