5 : Richard dan Gadis

4.6K 330 3
                                        

Author

"Alexis! Aku bersumpah jika kau terus menerus melamun. Aku akan membuatmu tidak pernah melamun." Ucap Dagna.

Alexis menoleh ke arah Dagna, dia memang dari tadi melamun. "Bagaimana caranya?" Tanya Alexis.

"Dengan menggelitikmu sampai pingsan." Jawab Dagna kesal yang hanya dibalas cengiran oleh Alexis.

"Aku tahu kau sedang ada masalah dengan Richard bukan?" Tanya Dagna.

"Untuk apa kau bertahan sedangkan kalian seperti tidak pacaran." Tambah Dagna.

Perkataan Dagna memang benar, dia dan Richard memang tidak seperti pacaran. Karena mereka jarang bertemu, jarang mengabari bahkan setiap bertemu mereka selalu bertengkar.

Alexis menghela nafas kasar, "aku kan sudah memberi tahumu, aku akan memutuskannya sampai hatiku lelah untuk tersakiti."

Dagna tertawa hambar, "sampai kapan hatimu lelah? Aku rasa hatimu tidak lelah dan tidak akan pernah lelah." Balas Dagna datar.

"Ada saatnya hatiku lelah. Aku belum lelah bukannya tidak lelah." Ucap Alexis.

"Aku tidak tahu jalan pikirmu Al." Ucap Dagna tidak tahu seperti apa jalan fikir Alexis.

Alexis mengedikkan bahu acuh, "kalau gitu jangan cari tahu." Balas Alexis lalu mengambil ponselnya.

Alexis : Rich

Alexis : Kamu lagi apa?

Richard : Bukan urusanmu

Alexis : Kenapa bukan urusanku?

Richard : Sudahlah, aku sedang sibuk

Alexis menghela nafas kasar -entah sudah keberapa kalinya-.

"See? Dia itu tidak pernah menghargai keberadaanmu. Apa perlu aku ke sekolahnya untuk memarahinya karena tidak pernah menghargai perempuan?" Tanya Dagna kesal karena Richard tidak pernah menghargai hati lembut Alexis.

"Tidak perlu Dag. Itu berlebihan." Jawab Alexis.

"Apa kau bilang? Berlebihan? Aku tidak berlebihan. Aku melakukan itu karena aku tidak mau kau, Queenie Alexis--" Dagna menunjuk wajah Alexis, "menjadi gadis yang mudah ditindas dan dimanfaatkan. Dimana sifat ceriamu?" Tanya Dagna dingin.

"Kau hanya tidak tahu Dag. Kau tidak tahu kenapa aku berusaha ceria." Jawab Alexis pelan.

"Kau berusaha ceria untuk menutupi lukamu bukan? Aku tahu Al. Aku pernah seperti itu. Tapi kau tidak seharusnya menyimpan luka itu terus menerus. Kau tidak boleh menjadi gadis yang lemah. Jika kau menjadi gadis yang lemah, maka kau bisa dimanfaatkan dengan mudah." Ucap Dagna penuh emosi.

Dagna memeluk Alexis erat, "aku hanya tidak ingin kau menjadi gadis lemah Al." Bisik Dagna.

Seketika tangis Alexis pecah, Dagna tersenyum lembut lalu mengusap punggung Alexis.

"Menangislah sepuasmu, setelah itu kau harus bangkit." Ucap Dagna.

Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian namun Dagna segera menatap mereka tajam yang langsung membuat mereka menundukkan wajahnya.

"Terima kasih Dag." Ucap Alexis.

Dagna tersenyum lembut yang sempat membut Alexis tercengang. Pasalnya, Dagna tak pernah tersenyum semanis itu. Yang selalu Alexis lihat adalah wajah datar dan senyum miringnya yang begitu mengerikan.

••

"Kau mau ke cafe sebentar?" Tanya Raffa kepada Alexis.

"Aku tidak enak jika kau terus menjemputku. Kau kan atasanku tidak seharusnya kau seperti supir." Ucap Alexis tak enak karena Raffa seperti supir.

TBFS (5) Alexis'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang