Author
"Mau ikut aku?" Tawar Dagna.
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu.
"Al, ada yang mencarimu." Ucap seorang siswa.
Alexis tersenyum dan mengangguk, "mau turun bareng?" Tawar Alexis.
Dagna mengangguk kaku lalu berjalan bersama Alexis, "hai." Sapa Alexis kepada Bian.
Bian tersenyum, "hai Al." Sapa Bian.
"Hai Bi, kamu sudah tidak ada kelas lagi?" Tanya Alexis yang heran karena biasanya Bian masih mempunyai kelas. Ya Bian memang sudah kuliah, dia beda empat tahun dari Alexis.
"Ada yang mau aku omongin." Jawab Bian, "ayo masuk ke mobil." Sambung Bian membukakan pingu mobil untuk Alexis.
Dagna tersenyum kaku kepada Bian membalas senyuman hangat dari Bian, "kami duluan." Ucap Bian yang hanya dibalas anggukan kaku dari Dagna.
"Jadi ada apa?" Tanya Alexis.
"Ke lapangan basket dulu ya. Aku ada latihan basket." Jawab Bian.
"Ajarin aku basket!" Pekik Alexis dengan mata berbinar.
Bian terkekeh lalu mengacak rambut Alexis, "siap tun puteri." Balas Bian yang membuat wajah Alexis bersemu merah.
"Ini dia temptnya." Ucap Bian menghentikan ketegangan yang terjadi saat melihat tempatnya.
Pasalnya, tempat ini adalah tempat yang tidak pernah mau Alexis kunjungi mengingat adanya sesuatu di dekat tempat ini.
"Ayo turun Al." Ucap Bian yang ternyata sudah ada di samping Alexis membukakan pintu untuknya.
Alexis mengangguk kaku lalu turun dari mobil milik Bian. Dia berjalan masuk bersama Bian yang menggenggam erat tangannya, perasaan hangat kembali muncul. Tapi dia sadar, ini hanyalah genggaman sebagai seorang sahabat. Hanya itu.
"Keane?" Bisik Alexis saat melihat Keane yang sedang mendribble bola basket.
"Cielah Bi, bawa gebetan?" Ledek Keane tanpa menoleh ke arah Bian.
Bian hanya memutar bola matanya, "yang lain mana?"
"Lagi pada ganti baju." Jawab Keane, "tuh." Sambungnya saat melihat beberapa lelaki keluar dari toilet.
"Raffa? Kak Claudia? Ka-kalian.." Tanya Alexis tak percaya karena Raffa dan Claudia sedang berpegangan tangan.
Raffa dan Claudia pun membulatkan mata sempurna dan melepaskan tangan mereka, "eh hai Al." sapa Claudia kikuk.
"Ka-kalian saling kenal?" Tanya Alexis masih tak percaya.
"Kenapa dunian begitu sempit?" Tanya Alexis masih tak percaya.
"Bukan gitu Al." Jawab Bian.
"Ayo duduk dulu, aku akan ceritakan semuanya." Ucap Bian menarik lembut tangan Alexis untuk duduk di bangku penonton.
"Jadi saat itu kamu tahu kan aku pergi--"
"Ya pergi tanpa memberitahuku." Potong Alexis.
"Jangan memotong ucapanku dulu Al." Balas Bian kesal yang hanya dibalas cengiran oleh Alexis.
"Jadi saat aku pergi itu, aku meminta Keane, Raffa dan Claudia menjagamu. Karena aku tahu, kamu itu ceroboh dan kamu tinggal sendiri di kost itu. Jadi aku meminta mereka untuk menjagamu. Makanya Claudia pindah ke kostan itu untuk menjagamu. Dan selama aku tidak ada, mereka yang mengabari aku bagaimana keadaanmu di sini." Jelas Bian.
KAMU SEDANG MEMBACA
TBFS (5) Alexis'
Romansa[Cerita di PRIVATE, hanya followers yang bisa baca] It's okay. I knew you would leave anyway. Everyone does. The Best Friend's Series (5) Alexis' Status : Belum Revisi - Completed Copyright by Melodia Dera - 2015
