BAB 11

615 11 0
                                        

Halooo SAMUEL, kembali lagi...enjoyy !!

enjoyy !!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Gimana ?" tanya Samuel pada Ricky, sambil menghisap rokok yang ada ditangannya. Ricky mengerutkan dahinya tidak paham dengan apa yang ditanyakan Samuel pada nya.

"What ?" Samuel yang mendengar pertanyaan Ricky, menatap sinis pada Ricky yang tak paham akan maksud dari pertanyaannya. Menghembuskan lagi asap rokoknya, menyamankan posisi duduknya yang menyandar pada sofa empuk yang menjadi salah satu dari banyaknya fasilitas yang ada di Basecamp mereka. Ya, mereka saat ini sedang berkumpul di Basecamp -Markas mereka-. Mengingat tidak ada jam mata kuliah hari ini.

"Stupid.." Brian yang ada di samping Samuel melempar kacang yang sedang ia makan pada Ricky, membuat Ricky menatap Brian sebal juga heran. Kenapa ia di katai bodoh oleh temannya itu.

"Maksud Sam itu, gimana sama hasil penyelidikan loe ke cowok yang kasih Sheina bunga kemarin itu." Kenzo yang berada di samping Ricky ikut menimpali.

"Ooh, bilang yang jelas Sam.." kata Ricky dengan wajah tak berdosa nya. Membuat Samuel mendengus keras. Jengkel dengan temannya yang satu itu.

"Info yang gue dapet, dia dulu satu sekolah sama Sheina. Baru itu yang gue dapet. Jujur agak susah ini orang." Samuel mengangguk sekali, mematikan rokoknya. Lalu berdiri dari lingkaran duduk teman temannya dan meraih jaket kulit hitamnya.

"Cari lebih detail lagi. Gue tunggu secepatnya." Lalu setelahnya Samuel berlalu pergi, meninggalkannya teman temannya yang sedang sibuk berfikir. Siapa laki laki yang begitu berani mendekati milik Samuel itu.




-------------------------+++----------------------




Samuel mengklakson pintu gerbang hitam didepan nya sekali, dan pintu itu langsung terbuka. Ada seorang satpam yang berdiri di samping pintu gerbang itu, dan membungkuk hormat begitu tahu itu adalah pacar dari majikannya.

Ya, Samuel sengaja datang Ke rumah Sheina karna ingin mengajaknya Ke kantor. Karena ada beberapa dokumen yang harus ia tanda Tangani. Samuel malas sebenarnya, tapi Branden -asisten- nya berkata jika memang Samuel harus datang ke kantor hari ini. Sialan memang.

Samuel keluar dari dalam mobil, yang ia parkirkan didepan pintu utama rumah Sheina. Pelayan yang ada didepan sedang mengurus tanaman otomatis dengan cepat membuka kan pintu rumah, lalu menunduk hormat pada Samuel. Dibalas sedikit anggukan oleh Samuel.

"Selamat Siang, Tuan Samuel." Sapa Bibi Marta dengan sopan ketika melihat Samuel datang. Samuel tersenyum kecil. Dia yang tadinya ingin langsung ke kamar Sheina, ia urungkan untuk menghampiri Bibi Marta yang ada di ruang makan.

"Selamat Siang, bibi. Apa kabar?" Bibi Marta tersenyum hangat, betapa ia begitu menyukai kepribadian Samuel ini.

"Selalu baik, Nak."

SAMUEL [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang