BAB 6

3.8K 164 5
                                        

( Itu penampakan Samuel yang mau ke kantor. Abaikan dasi kupu kupu nya, juga model mas nya yaa :D )

Dan hati hati banyak typo






Dan hati hati banyak typo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Alarm Samuel yang berada diatas nakas, tepat berada di sampingnya berdering dengan kencangnya. Samuel mengerang mendengar alarm nya berbunyi. Memaksa nya untuk membuka mata sebentar lalu memejamkan matanya lagi. Dengan mata yang masih tertutup Samuel menjulurkan tangan berototnya ke arah alarm itu lalu mematikan alarm itu secepatnya, sungguh Samuel masih sangat mengantuk.

Samuel kembali keposisi semula. Tidur menyamping. Matanya masih tertutup rapat, tetapi indra penciumannya masih bekerja dengan baik. Hidungnya mencium bau wangi. Wangi yang sangat khas begitu menusuk indera penciumannya dan begitu ia kenal. Wangi shampoo. Karena memang ia yang memilih shampoo itu.

Mata Samuel terbuka untuk memastikan tebakannya. Dan tebakannya benar! Matanya menangkap gadisnya ada di sampingnya sekarang, menempel pada tubuhnya dan tidur membelakanginya dengan rambut yang menjuntai juntai kearah wajahnya. Samuel melirik jam dindingnya, pukul 8 pagi. Mengerutkan keningnya Samuel bertanya tanya tanya, kapan gadisnya ini datang kemari?! Samuel akan meminta penjelasan Sheina nanti.

Samuel melingkarkan tangannya pada perut Sheina, merapatkan tubuh Sheina pada tubuhnya untuk mengikis jarak diantara keduanya. Membuat Sheina bergerak sebentar dalam tidurnya, menyamankan posisi tidurnya.

Samuel langsung menenggelamkan wajahnya dirambut Sheina yang wangi nya seperti candu untuknya. Menghirup dalam dalam wangi rambut Sheina sembari mengumpulkan energinya untuk nanti jam 9 ia pergi ke kantor, karena ia harus menghadiri rapat yang sialan penting di Kantornya.

3 tahun lalu saat umurnya menginjak 21 tahun, Axton Darius---- Ayah Samuel menyerahkan Perusahaan keluarga mereka yang sudah dibangun oleh sang Kakek---- Erlan Darius bersama Ayahnya kepada dirinya dan menjadikan Samuel sebagai CEO nya. Axton ingin anaknya belajar tanggung jawab sejak masih muda. Dan di umur Samuel sekarang yang menginjak 24 tahun, banyak yang mempertanyakan kenapa ia belum lulus kuliah. Samuel memiliki alasanya sendiri, ia memang sengaja untuk terlambat lulus agar bisa menjaga Sheina dalam jarak dekat. Dan ya, Samuel dilahirkan memiliki otak yang cerdas dan lagi pula cepat atau lambat Samuel juga akan memegang Perusahaan itu. Karena Samuel adalah pewaris tunggal keluarga Darius.

Darius Corporation. Perusahaan yang bergerak dibidang perhotelan, otomotif, juga tekhnologi. Dengan banyak anak cabang yang tersebar diseluruh negara. Samuel sangat kaya bukan?! Tentu saja, karena itu Keluarga Darius tercatat sebagai orang paling kaya nomor satu di dunia.

Setelah merasa puas dengan kegiatannya Samuel beranjak dari atas tempat tidurnya untuk segera mandi. Karena jam sudah menunjukkan pukul 08.15 pagi. Sebelum itu Samuel berjalan ke arah Sheina, berjongkok didepan Sheina untuk mensejajarkan wajah mereka.

"Sayang.." Panggil Samuel dengan suara pelan, tangan sebelah kanannya ia gunakan untuk menyingkirkan rambut Sheina yang menghalangi pandangan Samuel untuk menatap wajah cantik gadisnya.

SAMUEL [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang