BAB 7

4K 216 43
                                        

Holaaaaa.... Adakah yang nunggu ceritaku ini 😁

Hati hati, ada typo yaaaa 😉 selamat membacaa 😘





Hati hati, ada typo yaaaa 😉 selamat membacaa 😘

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Mobil Samuel berhenti tepat di lobi perusahaan. Tepat didepan pintu utama perusahaan nya. Perusahaan dengan tulisan 'Darius Corporation' di puncak gedung berwarna emas juga berlapiskan emas. Gedung dengan 46 lantai. Di puncak gedung terdapat rooftop yang difungsikan sebagai Helipad.

Samuel keluar dari dalam mobil setelah pintu mobilnya dibukakan oleh Marco, dengan Branden yang sudah berdiri menunggunya didekat pintu mobilnya.

Membenahi jas hitam mahal nya sebentar, Samuel lalu melangkahkan kaki nya memasuki perusahaannya. Dengan wajah dingin nya, Samuel berjalan dengan begitu angkuh dan juga dingin disaat yang bersamaan. Tak lupa aura mematikan yang keluar dari tubuh Samuel membuat setiap karyawan yang kebetulan ia lewati dengan otomatis menundukkan kepalanya. Tak ingin mencari masalah dengan Bos besarnya itu, yang bahkan jarang datang ke kantor jika itu tidak benar benar penting. Tapi hei!! Siapa yang tidak mengenal putra tunggal dari seorang Axton Darius yang terkenal begitu dingin, tak tersentuh dan tanpa belas kasih itu?!

Samuel menghentikan langkahnya tepat didepan meja resepsionist, di ikuti Branden yang juga ikut berhenti dibelakang Samuel. Memandang dingin juga merendahkan pada karyawan wanita yang menjabat sebagai seorang resepsionist. Karyawan itupun langsung menundukkan kepalanya hormat juga ketakutan.

Memakai setelan kantor yang ketat, make up yang tebal, lipstik merah menyala, belahan dada yang sengaja diperlihatkan juga rok span nya yang ketat diatas lutut. Cih! Apa dia pikir Samuel akan tertarik melihat itu?! Tidak ada yang bisa menarik perhatiannya, sekalipun sang resepsionist bertelanjang didepannya jika itu bukan Sheina. Hanya Sheina nya yang mampu membuat Samuel memusatkan perhatiannya bahkan tanpa Sheina melakukan apapun.

"Pakaianmu menjijikkan. Jika saat aku turun kau masih memakai pakaian murahan itu, kau ku pecat!" mendengar ucapan menyakitkan dari Samuel, membuat tubuh sang resepsionist bergetar hebat. Peluh bahkan sudah mulai menghiasi dahinya. Niatnya memakai pakaian seksi dan juga terbuka adalah untuk menggoda sang Bos, karena ia mendengar sang Bos---- Samuel yang siapapun pasti tahu bagaimana tampan nya lelaki itu akan datang ke kantor ternyata adalah pilihan yang salah. Nyatanya Samuel sama sekali tidak tergoda olehnya, bahkan Samuel memandangnya dengan tatapan jijik. Dan sekarang dia bahkan terancam kehilangan pekerjaannya.

"B-baik T-tuan. Tolong maafkan saya." dengan gemetar sang resepsionist berucap dengan berkali kali menundukkan kepalanya meminta ampun pada Bos nya yang dibicarakan banyak orang kejam dan itu benar benar fakta, karena ia baru saja merasakan kekejaman nya itu.

Samuel tak menanggapi jawaban dari resepsionist itu, ia melanjutkan langkahnya ke arah lift khusus untuk nya dengan rahang kaku, tatapan dinginnya juga aura nya yang bagaikan malaikat pencabut nyawa. Branden dibelakang Samuel memberikan senyum mengejek juga tatapan merendahkan yang ia tujukan kepada resepsionist itu.

SAMUEL [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang