Ini kisah cinta antara Samuel & Sheina
Samuel Darius - Si Tampan yang dominan dan penuh kuasa, yang teramat mencintai kekasihnya, overposesif, tidak suka dibantah, dan tidak ada yang bisa menolak perintahnya termasuk kekasihnya. Sheina.
Membuat Samu...
Haloooo semuaaa, ada kah yg masih nunggu kelanjutan cerita Sam & Sheina? Adakah yg masih ingat kisah mereka? Maaf bgt gak up sampai bertahun tahun lamanya, hehe. Sedikit info yaa, judul cerita ini aku ganti dari POSSESIVO jadi SAMUEL, pakai nama tokoh utama dicerita ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tara dan Sheina barjalan beriringan dilorong kampus. Ya, keduanya memiliki jadwal kuliah hari ini.
“Masih marahan sama Sam?”. Tanya Tara pada sahabat satu satunya itu.
“Enggak, lo tau gue gak akan bisa marah lama lama sama Sam kan?!”. Tara mengangguk anggukkan kepalanya, sebenarnya tanpa bertanya pun Tara yakin jika Sheina sudah berbaikan dengan Samuel.
“Di kasih apa lo kali ini ?”. Pasalnya Samuel itu pintar sekali jika meluluhkan hati Sheina, pikir Tara.
“dibawa ke Resort punya dia, hehe.” Sheina menjawab dengan senyum pepsodent nya. Tara memutar matanya malas, benerkan Samuel itu pintar sekali memang.
Sampai mereka didepan loker mereka yang memang disediakan oleh pihak kampus untuk mahasiswa nya. Sheina mengerutkan keningnya ketika membuka pintu lokernya, ada mawar putih disana, terlihat cantik, dan masih segar. Sheina mengambil mawar putih itu, melihatnya dengan heran. Tidak mungkin Samuel yang meletakkannya didalam, bukan type Samuel sekali. Samuel pasti akan memberikannya bunga dalam bouquet besar.
“Tar...” . Panggil Sheina sambil menunjukkan setangkai bunga mawar putih kehadapan Tara. Tara memelototkan matanya, lalu dengan cepat merampas bunga itu dari tangan Sheina. Dan segara membuangnya kedalam tong sampah yang berada tak jauh dari mereka. Tara melihat sekeliling, takut jika ada Samuel dan teman temannya. Bisa gawat jika Samuel tau.
“Gue yakin ini bukan dari Samuel, iyakan Na..?”. Tara memasang wajah seriusnya, dia tidak habis pikir kenapa masih ada laki laki yang begitu berani mendekati Sheina. Padahal semua orang tau jika Sheina milik Samuel. Bisa mati laki laki itu jika Samuel sampai tau.
“Iya Tar, gue belum sempat cerita ke lo kalau beberapa kali kemarin ada yang neror gue lewat chat.” Tara semakin dibuat takut, bukan apa apa masalahnya Samuel itu jika sudah dalam Mode marahnya, akan sangat mengerikan. Dia tidak akan segan untuk menghabisi orang yang sudah mengusiknya, apalagi ini mengusik Sheina.
“What the... Kenapa lo baru cerita ke gue ?!!.” Sheina menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu.
“Gue kelupaan, Tar. “
“Lo belum ada bilang ke Samuel kan Na ?”.
“Belum Tar, karna gue mikir dengan gue gak ngerespon itu Chat, orang ini bakalan berhenti .”
“Kayaknya yang naruh itu bunga orang yang sama deh Na, sama yang chat lo .” Sheina menganggukkan kepalanya, setuju. Karna dia pun juga berfikiran hal yang sama.
“Sebisa mungkin Samuel jangan sampai tau Na kalo kata gue, lo yang paling tau cowok lo kayak gimana posesifnya ke lo. Bisa habis itu cowok kalo Samuel sampai tau.” Sheina setuju dengan ucapan Tara, mengusiknya sama saja mengusik Samuel.
“Ya udah yuk Tar, kita ke lapangan Basket. Samuel minta dianterin minum.” Tara mengangguk setuju, lalu keduanya berjalan menuju area lapangan basket.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Terlihat Samuel dan teman teman nya sangat asyik latihan basket untung pertandingan di bulan depan. Yap, Samuel dan teman teman nya memilih satu club yang sama yaitu Basket.
“Sam, Sheina tuh..” Kenzo memberitahu Samuel yang masih asik mendrible bola basket menggunakan dagunya bahwa Sheina sedang berjalan kearah mereka.
Samuel berhenti memainkan bola basketnya, lalu berjalan ke arah datangnya Sheina dan Tara.
“Heii...” Samuel menyambut Sheina kedalam pelukan singkatnya, tak lupa kecupan dipelipis Sheina ia berikan. Samuel tau banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, karna memang lapangan basket terletak ditengah tengah bangunan kampus. Tapi Samuel tidak perduli, bagus jika mereka semua melihat agar mereka tau bahwa Sheina adalah miliknya. Membuat siapa saja akan berfikir ulang untuk mendekati gadisnya.
“Nih minumnya...” Sheina memberikan sebotol air minum dingin pada Samuel sembari tersenyum.
“Makasih sayang.”. Samuel menerima minum itu tentu dengan membalas senyum Sheina yang begitu cantik. Membuat banyak pasang mata wanita disana iri, karna hanya disaat bersama Sheina lah Samuel bisa tersenyum seperti itu.
“Aku habis ini ada kelas sama Tara.” Kata Sheina sembari melirik kearah Tara yang tengah duduk dipinggir lapangan ditemani teman teman Samuel yang sudah minggir kepinggir lapangan.
Samuel mengajak Sheina untuk bergabung bersama teman teman nya dipinggir lapangan.
“Hei bu boss..” Sapa Ricky pada Sheina. Begitu juga yang lain.
“Hei...” balas Sheina dengan senyumnya.
“Udah makan?”. Sheina mengembalikan fokusnya pada Samuel. Kekasihnya ini sangat tidak suka jika fokus nya ke objek lain.
“Udah, tadi dirumah sama Tara.” Jawab Sheina sambil mengeluarkan handuk kecil dari dalam Tas ransel yg dibawa Samuel. Dan menyeka keringat Samuel dengan telaten
“Udah, keringetnya udah bersih. Sekarang aku ke kelas dulu ya Sam.” Kata Sheina sambil memasukkan kembali handuk Samuel kedalam tas nya. Samuel mengangguk, mengecup tangan kanan kekasihnya itu.
“Selesai mata kuliah, temuin aku dikantin.” Samuel akan makan siang bersama kekasihnya itu. Sheina mengangguk lalu berpamitan pada teman teman Sam dan mengajak Tara untuk sekera ke kelas.
Selepas Sheina menghilang dari pandangan Samuel, ada anak laki laki berkacamata dengan kerah yang dikancing, juga penampilannya yang sangat rapi datang mendekati Samuel, tak lupa setangkai bunga mawar putih ditangannya.
“Mau ngapain lo kesini sambil bawa bunga? Kita semua cowok disini, sehat lo?! “. Kata Brian dengan tampang sinis nya. Brian ini memiliki sifat yang tidak jauh dengan Samuel. Wajah yang selalu terlihat dingin, minim senyum tetapi tampan.
“Aku gak sengaja lihat ini dibuang kak Sheina dari dalam lokernya kak.” Dengan takut takut laki laki yang terlihat cupu itu memberikan bunga mawar putih yang ia ambil dari tong sampah tempat Sheina membuang bunganya. Samuel menerima nya dengan dingin.
“Mine...”. Samuel menemukan note kecil yg terselip diantara kelopak bunga yang mungkin tidak disadari oleh Sheina tadi.
“Lo boleh pergi, dan ini buat lo. Thanks.” Samuel memberikan selembar uang merah pada lelaki culun tadi.
“Siapa Sam kira kira?”. Tanya Brian pada Samuel yang menatap dalam bunga mawar putih yang ada dalam genggamannya.
“I don't know, tapi kita bakal cari tahu.” Ucap Samuel sambil meremas dengan kuat bunga mawar putih dalam genggamannya hingga rusak. Revan, Ricky, Kenzo, dan Brian yang mendengar itu hanya mengangguk. Berani sekali orang ini, pikir mereka. Tidak tahukah orang itu seperti apa Samuel ini.
“Jangan kalian bahas masalah ini ke Sheina, biarin seolah olah kita gak tahu apa apa.” Ucapan Samuel itu lantas di angguki oleh semua teman temannya.
Maaf kalo pendek yaaa, insyaallah bakal sering Up sekarang. Terimakasih buat yg masih mau baca, dan mau vote 🙏🏻