Ini kisah cinta antara Samuel & Sheina
Samuel Darius - Si Tampan yang dominan dan penuh kuasa, yang teramat mencintai kekasihnya, overposesif, tidak suka dibantah, dan tidak ada yang bisa menolak perintahnya termasuk kekasihnya. Sheina.
Membuat Samu...
Haloooooo..... Part ini bakalan panjang, semoga kali dan sukaaaa..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“You ready?” tanya Samuel pada Sheina yang duduk disebelahnya, dengan kedua tangan mereka yang saling tertaut.
Sheina sendiri menoleh ke arah Samuel yang malah terlihat santai daripada dirinya yang gugup. Sialnya bahkan Samuel terlihat begitu tampan dengan setelan tuxedo berwarna hitam, kemeja putih sebagai dalamannya dengan dua kancing kemeja teratasnya terbuka. He's damn hot!
Jika bukan karena Samuel yang memaksanya untuk ikut bersama lelaki itu ke acara pesta kolega Samuel -yang Samuel memang harus hadir untuk keberlangsungan bisnis- Sheina tidak akan kipernah mau ikut ke acara pesta resmi seperti ini. Karena bisa dipastikan akan ada paparazi yang pasti sudah menunggu setiap tamu yang datang, apalagi Samuel.
Dan yaaa, mobil mereka sudah berhenti tepat dilobi pintu utama dan Sheina bisa melihat dengan jelas banyaknya paparazi yang sudah menunggu dengan kamera yang tentu saja sudah siap ditangan masing - masing dari mereka.
“Heii.. Just relax honey.” Samuel memberikan elusan lembut dikepala Sheina, agar gadisnya itu bisa merasa nyaman dengan situasi ini. Samuel tahu Sheina sangat benci menjadi pusat perhatian. Tapi mau bagaimana lagi, Samuel tidak mau jika harus pergi kepesta resmi seperti ini jika harus sendiri. Semua kolega nya harus tahu bahwa Samuel sudah memiliki kekasih, agar mereka berhenti menyodorkan anak, adik, atau siapapun itu untuk mendekati Samuel.
“Sayang, look at me..” Samuel membawa wajah Sheina untuk menghadapnya.
Cuppp...
Memberikan kecupan basah pada bibir Sheina yang terlihat begitu seksi dengan lisptik merahnya dan terlihat minta untuk dicium -setidaknya itulah yang terlihat dimata Samuel-
“Everything will be oke, ayo keluar.” Samuel menarik tangan Sheina lembut, agar segera keluar dari dalam mobil.
Dan begitu mereka berdua turun dari dalam mobil, paparazi yang sedari tadi sudah menunggu nunggu pun langsung dengan sigap mengarahkan kamera mereka kearah Samuel dan Sheina. Setiap pergerakan mereka berdua tak luput dari blitz kamera.
Rasa rasanya Sheina seperti akan buta menghadapi blitz kamera yang terus menerus berkedip itu.
Melihat kekasih nya tak nyaman, Samuel menutupi wajah Sheina dengan telapak tangannya agar terhindar dari blitz para paparazi itu.
“Branden..” peka dengan situasi, Branden dengan sigap membuka jalan untuk majikannya itu. Karna Paparazi seperti tak ingin mereka masuk kegedung -mengahalangi jalan mereka-
Sheina memeluk tubuh Samuel erat dari samping sambil berjalan. Ia tidak menyangka jika paparazi bisa segila itu.
“Huftt...” Sheila melepas pelukannya pada Samuel, dan meghela nafas beratnya. Baru sampai pintu depan saja sudah sangat melelahkan, pikir Sheina.