Ini kisah cinta antara Samuel & Sheina
Samuel Darius - Si Tampan yang dominan dan penuh kuasa, yang teramat mencintai kekasihnya, overposesif, tidak suka dibantah, dan tidak ada yang bisa menolak perintahnya termasuk kekasihnya. Sheina.
Membuat Samu...
Halooo semuanyaaa, aku kembaliiiiii. Untuk part ini, please yg merasa dirinya masih dibawah umur stay away from this story okay. Ini bukan untuk kalian yg masih dibawah umur !!!!!! 21+
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mata kuliahnya selesai Sheina kini berjalan menuju rooftop untuk menemui sang kekasih, Samuel. Meninggalkan Tara yang akan ke kantin. Ya, Sheina awalnya akan menuju kantin tapi ditengah tengah mata kuliah nya tadi Samuel mengirim pesan untuk dirinya menemui Samuel di rooftop kampus. Yang memang itu adalah tempat khusus untuk Samuel dan kawan kawan nya.
Sheina membuka pintu rooftop kampusnya, menemukan sang kekasih tengah duduk santai disofa - yang memang Samuel yang memfasilitasi itu- sambil tangannya mengapit rokok. Di depan Samuel sudah ada berbagai macam makanan yang sudah ada dimeja. Sheina mengerutkan kening ketika melihat Samuel merokok, Samuel memang merokok tapi itu sangat jarang Samuel lakukan.
“Kamu ngerokok? “. Tanya Sheina sambil duduk di samping Samuel. Samuel menghisap sekali rokoknya, menghembuskan kearah lain yang tidak akan mengenai Sheina nya. Lalu mematikan rokok itu ke asbak yang ada didepan meja nya. Mengangkat Sheina ke pangkuannya. Samuel hendak mencium Sheina, namun terhenti karena Sheina menutup mulut Samuel dengan tangannya. Menolak untuk dicium.
“Kamu habis ngerokok.” Tegur Sheina dengan muka sebalnya karena sejujurnya walaupun Samuel terlihat tampan saat sedang merokok, Sheina membencinya. Dia tidak menyukai bau rokok.
Samuel mendengus, benci ketika dia tidak diperbolehkan untuk menyentuh kekasihnya. Ia mengambil permen mint dari dalam saku celana nya, membuka nya, memasukkannya kemulutnya.
Samuel lalu mencium bibir merah yang penuh milik Sheina, melumatnya dengan lembut yang tentu disambut baik oleh Sheina. Mengalungkan kedua tangannya pada leher Samuel, mempererat ciuman dan tubuh mereka agar semakin menempel.
Tangan Samuel yang satu merangkul pinggang Sheina, memastikan perempuan itu menempel dengan sempurna ditubuhnya, satu tangannya lagi berada ditengkuk Sheina untuk memperdalam ciumannya.
Bunyi kecapan dari bibir keduanya memenuhi rooftop yang sebelumnya sunyi itu. Sheina mencoba mendorong dada Samuel, karena nafasnya sudah mulai habis. Tapi Samuel belum ingin melepaskan tautan bibirnya.
“ehmm..” Sheina memukul mukul dada Samuel untuk sebentar saja menyudahi ciuman mereka, nafasnya sudah benar benar menipis.
Mendapat kode seperti itu Samuel menangkap tangan Sheina yang tadi untuk memukul dadanya. Melepaskan ciuman basah mereka, menempelkan keningnya dengan kening Sheina. Nafas tak beraturan mereka saling bertubrukan. Samuel menatap mata Sheina dalam, tangan Sheina ia lepaskan, lalu tangan nya terarah mengusap bibir penuh Sheina yang merah, bengkak dan basah akibat ciuman mereka. Seksi
“Mine..” setelah itu Samuel kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Sheina, Sambil ia mengubah posisi duduk Sheina yang awalnya menyamping menjadi menghadapnya, masih diatas pangkuannya.