"Ayo lakukan ini, Flank!!!"
Terbangun dari mimpiku yang absurd, di sebuah ranjang, aku membuka mataku perlahan, rasanya sedikit berbeda dari ranjang di rumahku. Bantalnya cukup lembut, berwarna putih tetapi sedikit noda terlihat di pinggirnya, terlalu lembut bagiku. Selimut dengan garis-garis vertikal berwarna hitam putih yang panjangnya hanya sampai ke mata kaki menutupiku. Rasanya aku telah tertidur selama beberapa menit. Baju berwarna turqoise, seingatku, aku tidak memakai baju ini.
Ruangan ini cukup sejuk, mungkin karena AC di dinding bagian kiri. Aku mulai membuka mataku lebih jelas lagi. Ini jelas bukan di rumah. Bau lantai yang barusan dipel, bunga di samping kanan tempat tidurku, tentu saja ini tempat yang pernah aku kunjungi. Renda menutupi jendela di pinggir kanan kamar ini, perlahan aku mulai menyadari di mana aku. Badanku yang tidak bisa bergerak, lemas, mulai meresahkanku.
Ah! Apa jadinya kalau tubuh ini tidak bisa atau tidak mau bergerak? Bisa-bisa aku berteriak kepada Tuhan, kenapa? Kucoba gerakkan jariku, satu persatu dimulai dari jempol sampai kelingking. Mereka bergerak, pertanda bagus. Perasaanku sedikit tenang. Oh! Ini pasti di rumah sakit. Aku mulai mengingat semuanya, walaupun berbentuk siluet, aku mengingat perkelahian beberapa menit yang lalu.
Perlahan, pintu kamarku yang terletak di samping kanan ruangan ini, perlahan terbuka. Bunyi decitan yang sebenarnya tidak memekikkan telinga terdengar mengisi ruanganku.
Flank, saudaraku, masuk ke dalam sambil membawa Lays rasa rumput laut. Heh, dia memang senang rasa rumput laut, apalagi kalau ditambah dengan renyahnya keripik itu. Rasanya aku ingin mencobanya, jika keadaanku tidak seperti sekarang.
Hal yang logis di pikiran orang-orang ketika melihat kerabat atau orang terdekatnya siuman di rumah sakit adalah: cukup terkejut, bersyukur, atau menangis bahagia. Tidak seperti kakakku.
"Ryse? Kau sudah bangun? Ada susu di meja, minumlah." katanya dengan santai.
"Ah, trims, kak. Ini pasti di rumah sakit, kan?" tanyaku untuk memastikan.
Dia tidak menjawabnya langsung, alih-alih dia hanya duduk dengan santai di sofa samping kiriku dan memakan beberapa keripik kentang, sambil tersenyum, ia berkata:
"Hahaha, sudah pasti, kau tiba-tiba langsung pingsan ketika kita selesai berkelahi. Gerakanmu lumayan, jagoan. Tetapi belum cukup, harusnya kau lebih cepat dalam menghindari pukulan dan tendangan lawanmu." katanya menyarankan agar aku bisa lebih baik lagi.
"Tentu saja, Flank, tetapi, aku sedang dalam keadaan seperti ini, mending kita bahas ini di lain waktu." sambil menggelengkan kepala, akhirnya tubuhku bisa bergerak, walaupun tidak semuanya.
"Oh iya, ngomong-ngomong tentang waktu, sudah berapa lama aku pingsan?"
"Pingsan? Kau seperti koma, adik kecil. Sudah sekitar tiga minggu kau terbaring di ranjang itu." katanya tanpa merasa ada beban, padahal dia pasti sudah setiap hari mendatangiku.
"Tiga minggu? Ya ampun, kukira hanya beberapa menit." kataku dengan nada yang sedikit tidak percaya.
"Pffft, ahahaha." tawanya yang diikuti dengan tawaku.
"Ryse, kau terluka cukup parah. Para dokter perlu melakukan operasi akibat tulang rusukmu yang patah ketika kau masuk UGD." lanjutnya.
"Oh? Maafkan aku, Flank, seharusnya aku tidak merepotkanmu. Tidak kusangka tendangan Hid bisa berdampak seperti itu, tetapi, untungnya aku masih bisa bertahan sampai selesai." kataku dengan sedikit perasaan yang tidak enak.
"Ah, tidak perlu kau pikirkan itu, aku sudah mendapat pinjaman kok. Lagipula, tabunganku masih banyak. Palingan setelah aku mendapatkan uang dari desain webku, aku bisa melunasinya." katanya sambil melambai-lambaikan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Nova October: Definitive Path [SUSPENDED]
Science FictionRemake dari Project Nova October, cerita ini merupakan cerita yang sama, yaitu seorang pria terjebak di tengah kekacauan dunia ini. Bagaimanakah nasibnya? Apakah akan seperti manusia pada setiap cerita kehancuran atau akan berubah dengan tak terduga...
![Project Nova October: Definitive Path [SUSPENDED]](https://img.wattpad.com/cover/48509791-64-k189281.jpg)