Di komplek San Antonio yang berada di kawasan PIK 2, terdapat dua keluarga konglomerat Cina-Jawa dan Thailand-Jawa. Keluarga Lu dan Keluarga Ratanarak.
Istri dari Lu Jingyan-Michelle Halim bersahabat dengan istri Mario Ratanara-Celine Tan.
Jadi saat Michelle dan Celine sebelum menikah, mereka meminta kepada calon suami mereka untuk membeli rumah di PIK 2 bersebelahan sehingga mereka akhirnya menjadi tetangga.
Keluarga mereka sangat akrab sampai persalinan mereka berdua pun hanya beda satu hari.
Michelle lebih dulu melahirkan bayi perempuan manis yang mereka beri nama Lu Jennie Ruby Jane. Lalu di hari berikutnya, Celine melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Lalisa Ratanarak.
Awalnya Lalisa dan Jennie jadi teman sejak bayi sampai pada kelas 5 SD, Jennie mulai tidak menyukai Lalisa yang mengikuti kelas beladiri Thai Boxing sehingga gadis berponi itu akhirnya banyak bergaul dengan teman laki-laki dan mereka akhirnya sedikit menghabiskan waktu bersama.
Lalu puncaknya, saat mereka kelas 1 SMP, ia meminta Lalisa untuk masuk ekstrakulikuler musik bersamanya namun Lalisa malah memilih basket.
Disitulah Jennie merasa sangat marah dan akhirnya ia berkata kepada Lalisa untuk memutuskan pertemanan mereka.
Sebenarnya Lalisa ingin berada di situasi ini namun kepribadiannya dengan Jennie sangat berbeda jauh. Jennie gadis feminim yang lebih suka kegiatan seperti gadis pada umumnya sementara ia yang tomboy lebih suka kegiatan yang memicu adrenalin.
Padahal ia sudah banyak berkata dan membujuk Jennie jika ia tidak bisa mengikuti kehendak gadis itu karena itu bukan hal yang ia inginkan dan tidak sesuai dengan seleranya.
Namun Jennie sangat keras kepala dan memutuskan persahabatan mereka.
Ia awal - awalnya terus membujuk Jennie yang ia pikir merajuk, namun lewat satu semester... Jennie benar-benar mengabaikannya sehingga akhirnya ia memilih untuk men-ganggu menjahili dan mengusili Jennie untuk mendapatkan perhatian gadis itu.
Baginya, Jennie yang marah, menangis, dan mengomel akan tingkah jahilnya lebih baik daripada Jennie yang diam dan seolah-olah menganggapnya seperti orang asing.
Namun sayangnya masuk ke kelas tiga SMP, keluarga Lalisa harus tinggal sementara di Singapore karena proyek bisnis properti Mario yang berada disana sedang berjalan.
H-1 sebelum keberangkatan, ia menemui Jennie di taman sekolah untuk memberikan cincin permata sebagai hadiah sekaligus kenang-kenangan karena terakhir kali ia memberi cincin kepada Jennie waktu kelas 5 SD sehingga tidak bisa dipakai lagi karena sudah kekecilan.
Namun karena situasi sekarang sudah berubah, Jennie tidak menerima cincin-nya itu. Dia membuangnya secara terang-terangan sehingga cincin itu tidak dapat ditemukan lagi.
Gadis bermata kucing itu juga berkata jika itu adalah hal yang bagus karena akhirnya terbebas dan hidup tenang tanpa ada gangguan darinya.
Di hari H keberangkatan keluarga mereka ke Singapore, mereka berpamitan ke keluarga Lu. Orangtua Jennie ikut mengantar ke Bandara namun Jennie memilih untuk tidak ikut dan mengurung diri di kamar.
Jujur saja, ia sangat sedih karena Jennie masih gadis yang ia sangat sayangi selain ibu-nya. Terlebih lagi, makin bertambah usia, perasaan suka-nya berkembang menjadi cinta.
Jadi di dalam mobil Alphard, ia memberanikan diri berkata didepan orangtua mereka.
"Papa, Mama, Mom, dad... kayaknya aku cinta deh sama Nini."
Mereka terdiam sebentar lalu akhirnya tertawa mendengar itu. Michelle yang gemas pun mencubit pipi kiri Lalisa. "Sekolah dulu yang bener ya, Lalice. Masih muda lho mikirin cinta-cintaan."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Roman Empire
RomansaTruth, dare, spin bottles, You know how to ball, I know Aristotle...
